MARIA MAGDALENA  ISTRI YESUS ? (1)

Isu yang ramai diembuskan dalam buku-buku sensasi masa kini adalah peran
Maria Magdalena yang disebut-sebut sebagai pacar dan istri Yesus. Dalam
fiksi "The Da Vinci Code" digambarkan Yesus mengawini Maria Magdalena dan
mempunya keturunan di Inggeris, bahkan, dalam film "The Lost Tomb of Jesus"
diisukan bahwa Yesus dan Maria Magdalena dikubur bersama dalam kuburan
keluarga di Talpiot beserta anak mereka bernama Yudah.

Sebenarnya, baik dalam kitab Injil, injil gnostik, maupun literatur pada
abad pertama, tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa Maria Magdalena
adalah istri Yesus. Jika teori seperti itu muncul, itu hanyalah tafsiran
sensasional yang dilontarkan oleh mereka yang mencari sensasi demi
popularitas dan uang dengan menyudutkan kekristenan. Tambahan pula, berita
skandal sangat laku dan punya daya jual tinggi di masyarakat karena publik
haus cerita yang seperti itu, apalagi kalau skandal seks dikaitkan pada
tokoh agama.

Tidak ada indikasi dalam Injil bahwa Maria Magdalena berpacaran atau bahkan
menjadi istri Yesus. Demikian pula para bapak gereja, mereka tidak pernah
mengaitkan Maria Magdalena sebagai istri Yesus meskipun ada yang
menghargainya sebagai seorang murid perempuan yang bisa dijadikan teladan
karena kesetiaannya. (Maria Magdalena memang adalah murid Yesus yang dekat
dan ikut hadir ketika Yesus disalib. Ia juga disebut bersama dengan
perempuan lain yang lebih dahulu melihat Yesus yang bangkit, kemudian
memberi tahu murid-murid lainnya.)

Isu soal Maria Magdalena sendiri sebenarnya tumbuh dari penafsiran sempit
dan tendensius atas beberapa naskah gnostik. Padahal, khasanah gnostik yang
ditulis pada abad II-III itu pun tidak memuat pernyatan bahwa Maria
Magdalena adalah istri Yesus. Bahkan, injil Filipus dan injil Maria
Magdalena yang dikutip dan 'dianggap' sebagai 'bukti' itu juga tidak memuat
pernyataan secara eksplisit bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus.

Yang ada pun hanyalah kerancuan yang dilakukan oleh Paus Gregorius Agung.
Pada abad VI, tanggal 21 Desember 591 M, di Basilika St. Clement, dalam
khotbahnya, ia memang pernah mengidentikkan antara Maria Magdalena
(perempuan yang disembuhkan oleh Yesus dari kerasukan tujuh roh jahat, Luk.
8:1-2) dan perempuan pelacur tanpa nama pada bacaan sebelumnya (Luk.
7:36-50). Paus Gregorius mengaburkan nama Maria Magdalena dengan perempuan
yang berzina dalam ayat-ayat sebelumnya, dan Maria saudara Marta dan
Lazarus, berhubung pada abad VI Kota Magdala dikenal sebagai kota yang
memiliki reputasi moralitas yang kurang baik. Meskipun demikian, Paus
Gregorius tidak mengaitkan Maria Magdalena sebagai istri Yesus. Ia hanya
memberikan contoh mengenai pesan moral yang meninggikan Maria Magdalena
sebagai pelacur yang bertobat.


KHASANAH GNOSTIK


Kitab-kitab gnostik sebenarnya sudah lama ditemukan secara parsial. Namun,
ketenarannya mencuat ketika pada tahun 1945 di Nag Hammadi, Mesir, ditemukan
perpustakaan gnostik yang berisi tiga belas kodeks (bundel berisi beberapa
kitab) yang berisikan 52 kitab. (James M. Robinson, The Nag Hammady Library,
Harper: San Francisco, 2005). Dari ke-52 kitab gnostik yang ditemukan itu
ada beberapa yang dikaitkan dengan Maria Magdalena, mungkin yang paling
terkenal adalah Injil Thomas karena Jesus Seminar menganggapnya sebagai
injil kelima. (The Search for the Authentic Words of Jesus, The Five
Gospels, What Did Jesus Really Say? Pollebridge, 1993). Dalam ayat terakhir
(Logion 114) injil itu disebutkan bahwa Maria Magdalena dianggap tidak layak
menjadi warga Kerajaan Surga karena ia seorang perempuan.

Injil Filipus adalah injil yang banyak dikutip dalam hal "ciuman" Yesus
kepada Maria Magdalena. Ayat dalam injil Filipus itulah yang dikutip oleh
Michael Baigents, Barbara Thering, dan Dan Brown dalam buku-buku mereka.
Injil Filipus sebenarnya merupakan kompilasi tentang makna dan nilai
sakramen dalam konteks ajaran gnostik Valentinus. Berbeda dengan Injil
kanonik yang berisi narasi, injil itu, meskipun menyebut beberapa perbuatan
Yesus, lebih menekankan ucapan-ucapan Yesus seperti lazimnya naskah gnostik
yang muncul pada abad II-III. Dalam injil itu diceritakan adanya tiga
pendamping (companion) yang bernama Maria, tetapi yang lebih disorot  adalah
Maria Magdalena -salah satu ayatnya yang terkenal berkaitan dengan Maria
Magdalena.

Injil gnostik lainnya yang terkenal adalah Injil Maria Magdalena. Injil itu
menceritakan kondisi Maria Magdalena sebagai murid kesayangan Yesus yang
lebih superior daripada Petrus, yang dalam tradisi gereja dianggap sebagai
rasul utama (primat gereja). Injil itu tidak termasuk khasanah Nag Hammadi,
tetapi ditemukan tersendiri pada tahun 1896 ketika muncul di Kairo. Injil
Maria Magdalena dibagi dua bagian. Pertama mengungkapkan percakapan Yesus
dengan para murid-Nya mengenai materi dan dosa. Dalam hal itu, setelah
ditinggalkan Yesus, para murid menjadi sedih dan ragu-ragu. Maria
Magdalenalah yang kemudian menghibur mereka dan membawa mereka untuk
memandang ajaran Yesus yang baik. Bagian kedua memuat wahyu khusus yang
diterima Maria Magdalena dari Yesus, yang membuat Petrus bertanya kepada
Maria mengenai ajaran itu. Ayat itulah yang dianggap menunjukkan keutamaan
Maria Magdalena yang lebih daripada Petrus dan murid lainnya.

Pistis Sophia merupakan kitab gnostik lain yang digunakan sebagai alasan
untuk menunjukkan adanya hubungan yang khusus antara Maria Magdalena dan
Yesus. Injil Orang Mesir (The Gospel of the Egyptian) adalah tulisan
isoteris yang mewakili ajaran mitologi gnostik menurut aliran Set.

Ternyata konfrontasi antara Maria Magdalena dan Petrus itu bukan saja
ditemukan dalam Injil Maria Magdalena, melainkan juga dalam injil Thomas,
Pistis Sophia, dan injil Orang Mesir. Konfrontasi itu menggambarkan salah
satu pertentangan atau fraksi sejak abad II, yaitu antara Petrus juga
Andreas (yang mewakili mereka yang menolak wahyu isoteris dan menolak
perempuan mengajar) dan pengikut Maria Magdalena (yang menekankan Maria
sebagai murid yang dikasihi Yesus dan lebih superior daripada yang lainnya).

Khasanah gnostik lainnya adalah Kisah Filipus (The Acts of Phillips). Kisah
yang tersimpan lama di biara Xenophontos, Yunani, ditemukan oleh Francois
Bovon yang kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Kisah itu
bercerita tentang Filipus yang memiliki saudara bernama Marta dan Mariamne.
Ketiganya menjadi penginjil dalam aliran yang menekankan kesucian,
vegetarian, dan selibat. Kisah Filipus sendiri mencuat karena nama Mariamne
muncul dalam salah satu osuari di makam Talpiot, yang oleh film "The Lost
Tomb of Jesus" dianggap sama dengan Mariamne dalam Kisah Filipus karena
keduanya mengajar. Dalam makam Talpiot itu namanya adalah Mariamne e Mara
atau Mariamne sang guru, yang kemudian dianggap sebagai nama lain Maria
Magdalena. 


INJIL FILIPUS


Salah satu kutipan Injil Gnostik yang ditulis dalam novel karya Dan Brown:
"The Da Vinci Code" untuk menunjukkan bahwa Maria adalah isteri Yesus
diambil dari Injil Filipus yang kebetulan berada dalam kodeks yang sama
dengan Injil Thomas, keduanya termasuk khazanah Nag Hamadi. 

Injil Filipus tidak menyebutkan siapa penulisnya dan nama itu adalah nama
yang diberikan pada masa kini karena hanya nama Filipuslah yang disebutkan
sebagai rasul disitu. Injil ini berasal dari abad-3 dan menunjukkan nafas
gnostik. Ayat-ayat yang mengungkapkan ajaran gnostik adalah:

Diberkati ia yang ada sebelum ia ada. Karena ia yang ada, telah ada dan akan
ada.

"Ia yang memiliki pengetahuan kebenaran adalah manusia bebas, tetapi manusia
bebas tidak berdosa, karena "Ia yang berbuat dosa adalah budak dosa."
Kebenaran adalah ibu, pengetahuan adalah bapak."

"Echamoth adalah satu hal dan Echmoth hal lain. Echamoth adalah hikmat
sederhana, tetapi Echmoth adalah hikmat kematian, yaitu yang mengenal
kematian, yang disebut "hikmat kecil"."

"Mereka yang mengatakan bahwa mereka akan mati lebih dahulu dan kemudian
bangkit, mereka salah. Kalau mereka lebih dahulu belum menerima kebangkitan
waktu hidup, waktu mati mereka tidak akan menerima apa-apa."

"Yesus datang untuk menyalibkan dunia."

"Yesus mengambil mereka semua dengan diam-diam, karena ia tidak nampak
seperti keadaannya, tetapi dengan cara yang dapat dilihat mereka. Ia
memperlihatkan diri kepada mereka semua. Ia menampakkan diri kepada yang
besar sebagai besar, Ia menampakkan diri kepada yang kecil sebagai kecil. Ia
menampakkan diri kepada malaekat sebagai malaekat, dan kepada manusia
sebagai manusia."

"Tidak mungkin bagi seseorang untuk melihat segala sesuatu yang sebenarnya
ada kecuali kalau ia menjadi seperti mereka... Kamu melihat roh, kamu
menjadi roh. Kamu melihat Kristus, kamu menjadi Kristus. Kamu melihat Bapa,
kamu akan menjadi bapa. Itulah sebabnya ditempat ini kamu melihat segala
sesuatu dan tidak melihat dirimu sendiri, tetapi ditempat itu kamu melihat
dirimu sendiri - dan apa yang kamu lihat kamu akan menjadi seperti itu."

"Adam menjadi ada dari dua perawan, dari Roh dan dari bumi yang perawan.
Kristus karena itu, dilahirkan dari seorang perawan untuk memperbaiki
kejatuhan yang terjadi pada permulaannnya."

"Tuhan melakukan segala sesuatu secara rahasia, baptisan dan minyak suci dan
perjamuan suci dan penebusan dan kamar pengantin."

Banyak yang melihat Injil Filipus termasuk tulisan lingkaran sekte
Valentinus yang menulis Injil Kebenaran. Tema utama Injil Filipus adalah
tentang sakramen, terutama pernikahan, dan karena dianggap menyebut soal
Yesus mencium mulut Maria Magdalena maka menjadi alasan untuk mencuatkan ide
bahwa Maria Magdalena adalah isteri Yesus. Ada dua ayat dikutip Dan Brown:

"Ada tiga yang selalu berjalan bersama Tuhan: Maria, ibunya, saudaranya, dan
Magdalena yang disebut teman (companion). Saudaranya, ibunya dan temannya
semuanya Maria."

Dan Brown menafsirkan terjemahan bahasa Inggeris 'companion' sebagai
'spouse' (pasangan hidup), apalagi ayat berikut bertendensi kearah itu:

"Dan pendamping [...] Maria Magdalena. [...] lebih dari [...] para murid,
[...] menciumnya [...] di [...]. Para murid lainnya [...]. Mereka berkata
kepadanya "Mengapa engkau mencintainya lebih dari kami semua?" Juru Selamat
menjawab dan berkata kepadanya, "Mengapa aku tidak mencintai kamu seperti
aku mencintai dia?"." 

Sebenarnya ayat diatas tidak secara eksplisit menyebut Yesus mencium mulut
Maria, tetapi secara provokatif Dan Brown mengisi bagian yang terhilang
[...] dengan kata [Yesus] menciumnya [sering] di [mulutnya] ( Tanda dalam
kurung dengan tiga titik menunjukkan bagian naskah yang hilang tapi oleh Dan
Brown diisi seperti itu). Padahal dalam Injil Filipus tidak ada satupun
pertanda bahwa Maria adalah isteri Yesus.

Dalam Injil Filipus mungkin saja ayat itu menunjuk pada kalimat 'ciuman
bibir' namun dari kacamata gnostik di atas kita dapat melihat bahwa itu
bukan berarti ciuman fisik karena di kalangan gnostik, hal-hal tubuh dan
dunia dianggap jahat, karena itu ayat itu memiliki arti kedekatan hubungan
sesama pewaris gnosis. Injil Filipus ditemukan baik dalam naskah berbahasa
Yunani maupun dalam terjemahan dalam bahasa Koptik, dan dalam injil Filipus
tidak disebutkan bahwa Maria Magdalena itu isteri Yesus. Lalu bagaimana
dengan injil Maria?

Dalam novel The Da Vinci Code, selain kutipan dari Injil Gnostik Filipus,
ada juga kutipan dari Injil Maria Magdalena. Kedua kutipan itulah yang
kemudian dijadikan bahan sensasi untuk menyebut bahwa Maria Magdalena adalah
isteri Yesus dan Rasul kepada Rasul. Apakah Injil Maria Magdalena itu dan
apakah isinya?

Salam kasih dari YABINA ministry ( <http://www.yabina.org> www.yabina.org)

Bersambungan ke: A093 - MARIA MAGDALENA  ISTRI YESUS ? (2) 

 

Kirim email ke