…Dapatkan
segera…

 

 

 

 

Buku

PENGANTAR
THEOLOGI SISTEMATIK:

Prolegomena
dan Doktrin Wahyu, Alkitab, dan Allah

 

oleh: Rev. Prof. Cornelius Van Til, Ph.D.

 

Penerbit: Momentum Christian Literature, 2010

 

Editor: Prof. William Edgar,
D.Theol.

 

Penerjemah: Irwan Tjulianto

 

 

 

 

 

Deskripsi singkat dari Denny Teguh
Sutandio:

Orang Kristen adalah pengikut Kristus
yang hidup hanya bagi Kristus. Hidup hanya bagi Kristus ditandai dengan apa
yang Kristus kehendaki melalui firman Allah, Alkitab. Oleh karena itulah,
sebagai orang Kristen, kita perlu belajar doktrin berkenaan dengan Allah dan 
Alkitab.
Doktrin yang berkaitan dengan Allah tersebut disebut theologi. Theologi berasal
dari bahasa Yunani: theos yang
berarti Tuhan dan logos yang berarti
ilmu, sehingga theologi berarti ilmu yang mempelajari tentang Tuhan. Di dalam
iman Kristen, theologi sendiri dibagi menjadi 5 cabang: theologi sistematik,
theologi biblika, theologi historika, theologi filosofika, dan theologi
praktika. Ketika kita belajar topik-topik tertentu, misalnya doktrin tentang
Allah, Alkitab, Kristus, dll, maka kita belajar dalam theologi sistematik. Di
Indonesia, buku theologi sistematik yang cukup terkenal adalah buku karangan
Prof. Louis Berkhof atau Prof. Wayne Grudem, Ph.D. Namun buku Pengantar
Theologi Sistematik yang ditulis oleh Rev. Prof. Cornelius Van Til, Ph.D. yang
diedit oleh Prof. William Edgar, D.Theol. ini memiliki keunikan tersendiri
karena membahas iman Kristen khususnya theologi Reformed berhadapan dengan
filsafat dunia dan theologi Kristen lain di zaman Van Til. Dua bab awal dimulai
dengan pembahasan mengenai ide dan nilai theologi sistematik ditambah metode
theologi sistematik. Kemudian, Dr. Van Til mulai membahas mengenai epistemologi
Kristen dan membandingkan posisi Dr. Charles Hodge, Dr. Herman Bavinck, dan Dr.
Valentine Hepp. Epistemologi Kristen mengarahkan kita kepada pengertian akan
wahyu (umum dan khusus), Alkitab, dan inspirasi Alkitab. Setelah menguraikan
Alkitab, Dr. Van Til membahas doktrin Allah, yang meliputi:
inkomprehensibilitas Allah, pengetahuan tentang Allah secara bawaan, nama-nama
dan atribut Allah, dan Allah Trinitas. Buku ini menjadi lebih mudah dibaca
setelah diberikan catatan tambahan oleh editor, Prof. William Edgar, D.Theol. 
Meskipun
ditulis dengan bahasa yang sulit, buku yang ditulis oleh Dr. Van Til cukup
signifikan dipelajari bagi pertumbuhan iman Kristen.

 

 

 

 

Rekomendasi:

“Salah satu buku
terpenting Van Til yang wajib dibaca oleh setiap orang yang ingin memahami Van
Til. Ia menantang setiap orang Kristen untuk berpikir dengan cara yang 
sungguh-sungguh
Alkitabiah. Cara Alkitabiah ini menantang semua agama dan filsafat sekuler,
semua ideologi yang menempatkan sumber ultimat dari kebenaran dan nilai pada
manusia dan bukan pada Allah. Diedit kembali dan disertai pengantar yang sangat
baik oleh William Edgar.”

Prof. John M. Frame, D.D.

(Profesor Theologi
Sistematik dan Filsafat di Reformed Theological Seminary, U.S.A.; Bachelor of 
Arts—A.B. dari Princeton
University, U.S.A.; Bachelor of Divinity—B.D.
dari Westminster Theological Seminary, U.S.A.; Master of Arts—M.A. dan Master
of Philosophy—M.Phil. dari Yale University, U.S.A.; dan Doctor of Divinity—D.D. 
dari Belhaven
College)

 

“Catatan-catatan
penjelasan yang begitu banyak dari Dr. Edgar sangat membantu dan semakin
meningkatkan nilai dari karya besar ini bagi generasi sekarang dan yang akan
datang.”

Prof. Richard B. Gaffin, Jr., Th.D.

(Profesor Emeritus
bidang Theologi Biblika dan Sistematik di Westminster Theological Seminary, 
Philadelphia,
Pennsylvania,
U.S.A. dan teaching
elder yang ditahbiskan di Orthodox Presbyterian Church; Bachelor of Arts—B.A. 
dari Calvin
College; B.D., Master of Theology—Th.M.,
dan Doctor of Theology—Th.D. dari
Westminster Theological Seminary, U.S.A.; dan Graduate Studies di
Georg-August Universität, Göttingen)

 

 

 

 

 

Profil Dr. Cornelius Van
Til dan Dr. William Edgar:

Rev. Prof. Cornelius Van Til, Th.M., Ph.D. (3 Mei 1895 – 17 April
1987) yang lahir di Grootegast,
Belanda, adalah seorang filsuf Kristen, theolog Reformed dan presuppositional 
apologist. Pada usia
10 tahun, beliau pindah bersama keluarganya ke Highland, Indiana. Keluarga Van
Til menjadi anggota Gereja Kristen Reformed (Christian Reformed Church), dan 
Cornelius bersekolah di sekolah
yang berhubungan dengan denominasi ini, the
Calvin Preparatory School, Calvin College dan (selama satu tahun) Calvin
Theological Seminary, semuanya di Grand Rapids, Michigan. Beliau beralih ke
Princeton Theological Seminary untuk menyelesaikan pendidikan theologinya dan
meraih gelar Master of Theology
(Th.M.) di tempat ini pada tahun 1925. Secara bersamaan, beliau belajar
filsafat di Princeton University dan menyelesaikan gelar Doctor of Philosophy 
(Ph.D.) pada tahun 1927. Disertasinya berjudul
“God and the Absolute,” membandingkan
pandangan theologi Reformed tentang Allah dengan kemutlakan akan filsafat
Idealisme. Pada bulan September, 1925, Van Til menikah dengan Rena Klooster dan
memiliki seorang anak laki-laki, Earl. Rena meninggal pada tahun 1978.

Van Til menggembalakan sebuah gereja
Kristen Reformed (Christian Reformed
church) di Spring Lake, Michigan, mengambil cuti untuk mengajar apologetika
di Princeton Seminary selama tahun ajaran 1928-1929. Pihak seminari menawarkan
beliau menjadi ketua jurusan Apologetika pada akhir tahun tersebut, tetapi
beliau menolak tawaran itu dan kembali ke Spring Lake. Beliau sungguh-sungguh
cenderung tetap di dalam penggembalaan, dan beliau tidak ingin untuk bekerja
sama dalam penyusunan kembali seminari yang diamanatkan oleh General Assembly 
of the Presbyterian Church,
U.S.A.

 

Prof. William Edgar, B.A., M.Div., D.Theol. adalah Profesor Apologetika dan 
Koordinator Departemen di
Westminster Theological Seminary, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of 
Arts (B.A.) di Harvard
University, U.S.A.; Master of Divinity
(M.Div.) di Westminster Theological Seminary, U.S.A.; dan Doctor of Theologie 
(D.Theol.) di Université de Genève. Beliau menulis antara lain: The Face of 
Truth, Reasons of the Hearts, dan Truth in All Its Glory.



“Mengenal kehendak Allah bukanlah proses menerima informasi langsung dari Allah 
tentang persoalan hidup, tetapi proses mengenali persoalan hidup berdasarkan 
wahyu yang telah diberikan Allah kepada kita.”(Rev. Prof. Gary T. Meadors, 
Th.D., Decision Making God’s Way, hlm. 185) 

Kirim email ke