MARIA MAGDALENA ISTRI YESUS ? (2)

Apakah Injil Maria Magdalena itu dan apakah isinya?

INJIL MARIA MAGDALENA

Injil Maria (Injil ini tidak menyebutkan nama Magdalena, namun dari isinya
diketahui bahwa yang dimaksudkan sebagai Maria disini adalah Maria
Magdalena, atau Maria dari kota Magdala) ditemukan di Kairo pada tahun 1896
dan kemudian dua fragmen lainnya juga. Ketiga fragmen itu tidak lengkap,
yaitu dua dalam bahasa Yunani yang berasal dari abad-2/3, yaitu P. Rylands
463 yang dipublikasikan pada tahun 1938, P. Oxyrhynchus 3525 yang
dipublikasikan pada tahun 1983, dan terjemahan koptik yang lebih panjang
Berolinensis Gnosticus 8052,1 yang dipublikasikan pada tahun 1955. 

Dari kenyataan bahwa naskah Yunaninya lebih tua dari naskah Koptik, demikian
juga dengan yang terjadi pada naskah-kaskah Gnostik lainnya seperti Injil
Thomas, dapat disimpulkan bahwa khazanah Gnostik semula ditulis dalam bahasa
Yunani (abad-2/3), kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Koptik (abad-3/4).
Menurut perkiraan, naskah Injil Maria Magdalena ditulis sekitar tahun
120-180.

Menurut Karen King teologi yang diberitakan Injil Maria Magdalena adalah:

"... Injil Maria menyampaikan penglihatan bahwa dunia sedang berlalu, tidak
menuju ciptaan baru atau orde dunia baru, tetapi menuju pembubaran khayalan
kekacauan mengenai penderitaan, kematian, dan dominasi yang tidak sah.
Juruselamat telah datang agar setiap jiwa dapat menemukan spiritualitas
alamiahnya sendiri yang benar, yang berakar dalam Yang Baik, dan kembali
ketempat peristirahatan yang kekal yang melebihi batasan waktu, materi, dan
moralitas palsu" ( Penulis Buku The Gospel of Mary of Magdala, [Polebridge,
2003], menulis dalam buku The Complete Gospels kesimpulan ini).

Injil Maria Magdalena meninggikan Maria Magdalena diatas para murid lainnya
yang kesemuanya laki-laki, bahkan dalam Injil ini ditimbulkan kesan bahwa
Maria Magdalena adalah murid yang paling disayangi oleh Yesus dan mendapat
banyak pesan rahasia yang tidak diberikan kepada para murid lainnya. Lebih
dari itu disimpulkan bahwa Maria Magdalena adalah rasul kepada rasul, atau
rasul yang utama, karena ialah yang pertama melihat kebangkitan Yesus dan
kemudian ialah yang memberitahukannya kepada para rasul lainnya. 

Dalam Injil Kanonik, disebutkan mengenai Maria Magdalena sebagai berikut:

"Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap,
pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah
diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang
lain yang dikasihi Yesus." (Yohanes 20:1-2).

Ayat berikut dikutip oleh Dan Brown dalam buku novelnya The Da Vinci Code:

"Petrus berkata, "Benarkah Juru Selamat berbicara dengan perempuan tanpa
setahu kita? Apakah kita harus bertanya kepadanya? Apakah Ia lebih
memilihnya daripada kita?" ... Dan Lewi menjawab, "Petrus, engkau selalu
panas hati. Sekarang saya melihat persainganmu dengan perempuan itu bagaikan
musuh.  Bila Juru Selamat membuatnya penting, siapa engkau sehingga engkau
menolaknya? Tentu saja Juru Selamat sangat mengenalnya. Itulah sebabnya ia
mencintainya lebih dari kita."

Irihati rasul Petrus terhadap Maria Magdalena nyata diperlihatkan dalam
Injil ini, bahkan di ayat berikut Petrus disebutkan bertanya kepada Maria
tentang apa yang belum ia ketahui:

"Petrus berkata kepada Maria, "Saudari, kami tahu bahwa Juru Selamat
mencintaimu lebih dari perempuan lain. Ceritakan kepada kami perkataan Juru
Selamat yang kau ingat, hal-hal yang engkau tahu dan kami tidak karena kami
belum mendengarnya"." 

Dikalangan penganut gnostik ada fraksi Maria Magdalena, Petrus, Thomas dan
lainnya yang saling bersaing. Itulah sebabnya sering kita lihat dalam
injil-injil Gnostik penonjolan pada pribadi rasul tertentu. Dan bila dalam
ayat diatas ditonjolkan Maria Magdalena lebih superior dari rasul Petrus,
bahkan sampai Petrus bertanya kepada Maria Magdalena, dalam Injil Thomas
kita dapat menjumpai keadaan sebaliknya. Disini Thomas menulis bahwa Petrus
menganggap perempuan lebih rendah dari laki-laki, dan ini didukung oleh
Yesus dalam injil itu:

"Simon Petrus berkata kepada mereka, "Biarkan Maria meninggalkan kita,
karena perempuan tidak layak memperoleh hidup." Yesus berkata: "Lihatlah,
aku akan membimbingnya menjadi laki-laki, agar ia pun dapat menjadi roh yang
hidup menyamai kamu yang laki-laki. Karena setiap perempuan yang menjadikan
dirinya sendiri laki-laki akan masuk kerajaan Surga" (Logion 114)."

Jadi, kalau kita membaca naskah Gnostik, kita harus melihat adanya latar
belakang penonjolan tokohnya, adanya fraksi-fraksi yang bersaing, dan perlu
dibandingkan antara satu naskah gnostik dengan naskah gnostik lainnya.

Menurut Karen King, dalam naskah Yunani Injil Maria Magdalena, kepemimpinan
wanita belum dipermasalahkan melainkan ajarannya, sedangkan dalam naskah
Koptik sudah ada variasi yang memberikan pembelaan akan kepemimpinan wanita
dikarenakan masa itu di gereja resmi kepemimpinan wanita memang tidak diberi
tempat. Dalam pendahuluannya dalam buku The Nag Hamadi Library, Karen L.
King menyebut:

"Konfrontasi antara Maria dan Petrus, skenario yang juga dijumpai dalam
Injil Thomas, Pistis Sophia, dan Injil Orang Mesir, mencerminkan adanya
ketegangan yang terjadi dalam kekristenan abad-2. Petrus dan Andreas
mewakili posisi orthodox yang menolak keabsahan wahyu isoterik dan menolak
kewenangan perempuan dalam mengajar. Injil Maria menyerang pendapat itu
melalui penggambaran peran Maria Magdalena. Ia adalah yang dikasihi Juru
Selamat yang memilki pengetahuan dan pengajaran yang melebihi tradisi
apostolik. Kelebihannya didasarkan penglihatan dan wahyu pribadi dan
dibuktikan dengan kemampuannya menguatkan para rasul yang goyah dan
membalikkan mereka kearah Yang Baik itu." (The Nag Hamadi Library in
English, hlm.524. Bandingkan dengan Karen L. King, The Gospel of Mary of
Magdala, Polebridge, 2003, hlm.85-86). 

Melihat konteks gereja masa itu, kelihatannya kalangan gnostik yang tidak
setuju dengan gereja (demikian juga gereja menolak gnostik) berusaha untuk
menulis Injil-Injil lain yang kelihatannya berusaha melawan pengajaran
gereja resmi.Injil  Maria Magdalena jelas termasuk Injil Gnostik, bahkan ada
ayat yang sejalan dengan ajaran mistik Taoisme. Maria Magdalena menyebutkan
bahwa Yesus berkata:

"Semua alam, segala sesuatu yang dibentuk, semua mahluk ada didalam dan
dengan satu sama lain dan akan berubah kembali ke pada asalnya, karena alam
materi akan berubah sendiri kepada asalnya yang alami."  

Ayat ini sangat mirip pengajaran Taoisme:

"Segala sesuatu memperoleh kehidupannya dari Tao. Segala sesuatu akan
kembali kepadanya, dan memuat semuanya" (Lao Tzu, Tao The Ching, 34).


Bagian lain dari Injil Maria Magdalena menggambarkan perjalanan jiwa setelah
kematian dan tantangan-tantangan yang dialaminya. Bagian ini juga mirip
cerita dalam buku kalangan Budhhisme, yaitu: Buku Tibet Tentang Mereka Yang
Mati. Jadi jelas, injil Maria Magdalena adalah injil gnostik.


ISU SKANDAL MARIA MAGDALENA


Karena buku dan film dengan tema yang melecehkan Yesus laku keras
(bestseller), maka banyak bermunculan buku-buku sejenis, yang menjadikan
Maria Magdalena sebagai pacar dan istri Yesus. 

Pada tahun 1983 terbit buku The Holy Blood Holy Grail (Michael Baigent,
Richard Leigh, Henry Lincoln, Dell Book, 1983). Di dalam buku itu
diungkapkan teori bahwa The Holy Grail bukanlah cawan perjamuan yang
merupakan bagian dari legenda Raja Arthur di Inggris, melainkan merupakan
simbolisasi dari rahim perempuan yang menerima benih Yesus. Dalam buku itu
disebutkan,

"Menurut legenda abad pertengahan tertentu, Magdalena membawa 'Darah Suci'
(Holy Blood) atau 'Darah Raja' (Royal Blood) ke Perancis ... Mungkin,
Magdalena -wanita yang sukar dipahami dalam Injil- sebenarnya adalah istri
Yesus. Mungkin hubungan itu menghasilkan keturunan. Setelah penyaliban,
mungkin Magdalena, dengan sedikitnya satu anak, diselundupkan ke Gaul
-tempat komunitas Yahudi yang sudah lama tinggal di situ memberinya
perlindungan" (Baigent et.al., hlm. 313).

Kisah penyelundupan Maria Magdalena ke Gaul (Perancis) di kemudian hari
dikaitkan dengan keberadaan organisasi Knights Templar (Baigent, hlm. 64-95.
Pada Bab 3 diceritakan tentang sejarah Knights Templar). Dikisahkan bahwa
Knights Templar didirikan pada tahun 1118 dengan misi melindungi para
peziarah yang datang ke Yerusalem dari kemungkinan gangguan orang-orang
Arab. Organisasi Knights Templar kemudian semakin terkenal dan kaya karena
menjalankan aktivitas perbankan selain berperan sebagai penjaga peziarah.
Namun, karena lama-kelamaan kekuasaannya menjadi terlalu besar dan kaya,
organisasi itu dituduh menjalankan sihir sehingga dibubarkan pada abad XIV
oleh paus dan raja. Banyak pengikutnya dianiaya dan dihukum dan harta mereka
dirampas.

Legenda yang kemudian berkembang adalah bahwa Knights Templar juga mengemban
misi rahasia untuk menyelamatkan Holy Blood yang dianggap sebagai keturunan
darah suci. Seusai keberadaan Knights Templar, misi penyelamatan suci itu
dipercayai diteruskan oleh legenda baru berupa organisasi Prieure de Sion
(Priory of Sion/Biarawan Sion).

Dalam buku lanjutannya yang berjudul The Messianic Legacy, Baigent dkk.
kemudian menghadirkan organisasi di lingkungan gereja Katolik Roma, Opus
Dei, sebagai antitema Preure de Sion. Bila Prieure de Sion menjaga
kelangsungan keturunan darah suci, Opus Dei justru diisukan berusaha untuk
membungkam Holy Blood. (The Messianic Legacy, Corgi Books, 1987 -pertama
diterbitkan oleh Jonathan Cape pada tahun 1986). Mengenai Opus Dei, baca
hlm. 230, 426, 438, 448).

Dalam bukunya itu Baigent kemudian mengaitkan peran Maria Magdalena sebagai
penerus darah suci dengan tulisan dalam injil gnostik (injil Filipus dan
Maria Magdalena) bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus dan rasul kepada
rasul, yang kemudian memunyai keturunan dinasti Merovingian (salah satu
keturunannya, Plantard de St. Clair, tinggal di Perancis Selatan). 

Injil Filipus yang dikutip Baigent itu berbunyi:

"Dan pendamping [Juruselamat adalah] Maria Magdalena. [Namun, Kristus
mencintainya lebih dari] para murid], [dan biasa] menciumnya [sering] di
[mulutnya]. Para murid lainnya [merasa terpojok dan tidak setuju]. Mereka
berkata kepada-Nya, 'Mengapa engkau mencintainya lebih dari kami semua?'
Juruselamat menjawab dan berkata kepadanya, "Mengapa Aku tidak mencintai
kamu seperti Aku mencintai dia?" (Baigent, hlm. 382).

Kutipan Baigent itu bernada tendensius karena sebenarnya beberapa bagian
naskah itu, yang dikurung [ ... ],  hilang/rusak. Yang hilang itulah yang
ditambahi olehnya tanpa penjelasan. Naskah asli yang dikutip itu sebenarnya
berbunyi,

"Dan pendamping [ ... ] Maria Magdalena. [ ... ] para murid, [ ... ]
menciumnya [ ... ] di [ ... ]. Para murid lainnya [ ... ]. Mereka berkata
kepada-Nya, 'Mengapa engkau mencintainya lebih dari kami semua?' Juruselamat
menjawab dan berkata kepadanya, 'Mengapa Aku tidak mencintai kamu seperti
Aku mencintai dia?'" (James M. Robinson "Injil Filipus" dalam The Nag
Hammady Library, Harper: San Francisco, 2005, hlm. 148).

Jadi, kalau dilihat dari naskah aslinya, kutipan Baigent dalam bukunya itu
merupakan tafsiran yang direkayasa dan merupakan penambahan yang spekulatif,
dan dalam bukunya, tanda kurung itu dihilangkan sehingga terkesan seluruh
kalimat adalah asli. 

Buku Holy Blood Holy Grail yang kemudian disusul dengan sambungannya, The
Messianic Legacy, pada waktu itu laris manis. Bahkan, di sampul buku itu
diberi komentar "The Shocking International Bestseller". Namun, banyak buku
yang kemudian ditulis orang yang melemahkan tesis Baigent dkk. karena ia
telah merekayasa kutipan injil Filipus dan ditafsirkan secara harfiah di
luar konteks pengertian ciuman dalam latar belakang gnostiknya. 

Adapun cerita Holy Blood Holy Grail tentang Pierre Plantard de St. Clair
sebagai keturunan Yesus dan keberadaan Prieure de Sion yang kontroversial,
semua itu telah dibuktikan kebohongannya oleh banyak pihak. Bahkan, Plantard
kemudian diajukan ke pengadilan pada tahun 1989.

"Bukti-bukti yang mendukung keberadaan Priory of Sion hingga kini masih
diragukan keasliannya oleh para ahli sejarah dan ilmuwan. ... Para peneliti
dan pengarang lainnya bahkan menyatakan bahwa teori Priory of Sion itu
adalah kebohongan besar, dan menjatuhkan nama Plantard. ... Plantard
kemudian mengakui bahwa semua cerita tentang Priory of Sion adalah
kebohongan." ( Cinemags, 82, Mei 2006, hlm.44-45 di bawah judul "Priory of
Sion").

Bersambungan ke: A094 - MARIA MAGDALENA  ISTRI YESUS ? (3)

Salam kasih dari YABINA ministry ( <http://www.yabina.org> www.yabina.org)

Kirim email ke