From: L Hutabalian Keputusan di Tangan-mu 2 Taw. 20:1-4 “Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Datanglah orang memberitahukan Yosafat: “Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar,” yakni En-Gedi. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN.” --------------------------------------------------- KS-ILT 2Taw 20:1 Dan setelah itu terjadilah bahwa bani Moab dan bani Amon datang, dan bersama mereka rakyat Amon, untuk berperang melawan Yosafat. 20:2 Dan mereka masuk serta berbicara kepada Yosafat, dengan mengatakan, "Suatu laskar yang besar datang melawan engkau dari seberang lautan, dari Aram; dan lihatlah mereka ada di Hazezon-Tamar, yakni En-Gedi." 20:3 Dan Yosafat takut, lalu menghadapkan wajahnya untuk mencari YAHWEH dan menyerukan puasa atas seluruh Yehuda. 20:4 Dan Yehuda dikumpulkan untuk bertanya kepada YAHWEH. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari YAHWEH.
KJV 2Ch 20:1 It came to pass after this also, that the children of Moab, and the children of Ammon, and with them other beside the Ammonites, came against Jehoshaphat to battle. 2Ch 20:2 Then there came some that told Jehoshaphat, saying, There cometh a great multitude against thee from beyond the sea on this side Syria; and, behold, they be in Hazazontamar, which is Engedi. 2Ch 20:3 And Jehoshaphat feared, and set himself to seek the LORD, and proclaimed a fast throughout all Judah. 2Ch 20:4 And Judah gathered themselves together, to ask help of the LORD: even out of all the cities of Judah they came to seek the LORD. Selama kita masih ada di dalam dunia ini, tidak ada seorang pun yang menjamin bahwa kita tidak akan menghadapi masalah atau tantangan hidup, meskipun kita adalah orang percaya. Mengapa? Karena dunia ini penuh dosa dan kejahatan, kita hidup di dunia ini bersama-sama dengan orang yang tidak percaya. Dalam hal ini, tidak keistimewaan orang percaya dengan yang tidak percaya. Perbedaannya hanya pada bagaimana kita menyikapi tantangan yang kita hadapi dan kepada siapa kita meminta pertolongan dalam setiap tantangan hidup yang kita alami. Tuhan tidak pernah menjanjikan kepada kita orang percaya bahwa hidup kita akan bebas dari tantangan hidup. Kita juga harus tahu mengerti bahwa terkadang Tuhan justru mengijinkan persoalan menghampiri kita, supaya kita belajar dan mengerti situasi dunia ini dan dari situ kita memperoleh hikmat untuk mengambil tindakan yang tepat dalam hidup kita, dan supaya kita senantiasa bergantung kepada-Nya. Ketika mengalami tantangan, sering kali kita merasa tidak sanggup untuk menghadapi. Kita mungkin akan takut dan kawatir. Dan itu sangat manusiawi. Namun sebagai orang percaya, hal itu seharusnya tidak boleh berlarut-larut dalam hidup kita, karena ada janji Tuhan bagi kita ketika kita mau berseru kepada-Nya meminta pertolongan. Karena itu, apa pun masalah yang kita hadapi yang membuat kita takut dan gentar, ambil keputusan untuk berseru kepada TUHAN. Keputusan ada di tanganmu Biji Sesawi ========================================== From: L Hutabalian BERJAGA-JAGA Matius 24:37-39 “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk kedalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” ---------------------------------------------------- KS-ILT Mat 24:37 "Dan, sebagaimana pada zaman Nuh, demikian pulalah kedatangan Anak Manusia akan terjadi. 24:38 Sebab, sebagaimana mereka hidup pada hari-hari sebelum air bah: makan dan minum, kawin dan dikawini, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, 24:39 dan mereka tidak menyadari sampai air bah itu datang dan melenyapkan semuanya; demikian pulalah kedatangan Anak Manusia akan terjadi. KJV Mat 24:37 But as the days of Noe were, so shall also the coming of the Son of man be. Mat 24:38 For as in the days that were before the flood they were eating and drinking, marrying and giving in marriage, until the day that Noe entered into the ark, Mat 24:39 And knew not until the flood came, and took them all away; so shall also the coming of the Son of man be. Menantikan kedatangan Anak Manusia yaitu Yesus Kristus pada kali yang kedua ke dalam dunia adalah moment yang dinantikan oleh orang-orang yang percaya. Sebab saat itu semua orang yang percaya dan menerima-Nya akan diangkat bersama-sama untuk menerima janji Allah yaitu kehidupan yang kekal. Selama dunia masih ada, maka dunia akan terus beraktifitas dan berinovasi sehingga jaman akan terus berubah. Kemajuan diberbagai bidang khususnya teknologi industri dan informatika membuat seakan tidak ada jarak penghalang yang berarti lagi antara belahan dunia yang satu dengan belahan dunia yang lain. Manusia bisa menjelajah dunia hanya dengan ujung-ujung jari. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan itu sendiri selain membawa hal-hal yang positif bagi manusia juga membawa serta hal-hal yang negatif pada dirinya. Seperti misalnya dunia internet yang dapat dipergunakan untuk hal yang baik juga yang tidak baik, demikian juga si pengakses informasi bisa menerima informasi yang baik dan juga yang salah. Lewat firman Tuhan ini, kita diingatkan supaya dalam segala aktifitas dan gaya hidup dalam konteks jaman dimana kita berada, supaya kita berjaga-jaga dan tidak terlena dangan keduniawian yang bisa menjauhkan kita dari Tuhan. Menjaga hubungan yang erat dengan Tuhan melalui doa, ibadah dan belajar/ merenungkan dan melakukan firman Tuhan akan menolong kita menjalani kehidupan dengan berhikmat. Sehingga kita siap menanti kedatangan Anak Manusia itu. ============================================ From: L Hutabalian PENGAJARAN Yesaya 8:20; “Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar. ------------------------------------------------------------ KS-ILT Yes 8:20 Di dalam torat dan di dalam kesaksian, jika mereka tidak mengatakan sesuai perkataan ini, bagi mereka tidak ada fajar. KJV Isa 8:20 To the law and to the testimony: if they speak not according to this word, it is because there is no light in them. Setiap orang butuh pengajaran firman. Pengajaran akan menjadikan kita lebih dewasa dalam iman sejurus kemudian akan di ikuti dengan kedewasaan sikap dan tindakan. Dengan pengajaran firman, kita semakin mengenal Elohim dengan segala apa yang dapat Dia perbuat bagi kita. Kita mengenalNya sebagai gembala yang baik, yang selalu memperhatikan dan memelihara ; memberika proteksi/ perlindungan dalam setiap langkah yang kita jalani. Sangat dibutuhkan hati sebagai seorang murid ketika menerima pengajaran. Seorang murid memiliki kerinduan untuk dibekali ilmu pengetahuan (pengajaran) dan untuk itu dibutuhkan tekad untuk terus belajar dan penerima pengajaran dari guru. Seorang murid akan mematuhi dan mengikuti arahan gurunya dan pada akhirnya seorang murid akan mempraktekkan pengajaran yang dia tarima. Dengan kata lain bahwa perjalanan hidup seorang murid akan dipengaruhi oleh pengajaran yang dia terima. Demikianlah diharapkan bagi umat-umat Tuhan. Sebagai murid Tuhan, kita sepantasnya memiliki kerinduan untuk terus belajar firman Tuhan, mematuhi dan menerima arahan dari sang guru kita yang Agung Yesus Kristus dan pada akhirnnya diharapkan kita mempraktekkan firman Elohim sebagai buah dari pengajaran itu. http://hutabalian72.wordpress.com/ ================================================== From: L Hutabalian PANDANGAN Amsal 16:2 berkata :”Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.” ------------------------------------------------------------- KS-ILT Ams 16:2 Setiap jalan manusia adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi YAHWEH menimbang roh. KJV Pro 16:2 All the ways of a man are clean in his own eyes; but the LORD weigheth the spirits. Firman Tuhan ini, mencerminkan sikap hidup manusia secara umum yang selalu berbicara dan bertindak sesuai dengan apa yang dianggap benar menurut pandangannya. Sekalipun menurut pandangan orang lain belum tentu sama. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi pandangan seseorang, antara lain : pendidikan/ pengetahuan dan pengalaman hidup dari sejak kecil baik di keluarga maupun di lingkungannya. Perbedaan pandangan bisa saja menjadi sumber malapetaka jika masing-masing pihak mempertahankan pendapatnya yang dianggapnya paling benar. Ibaratkan seseorang yang melihat sebatang pohon yang berdaun ke ungu-unguan dari balik kaca jendela yang berwarna merah dan seorang lagi melihat pohon yang sama dari balik kaca jendala yang berwarna biru, mereka akan melihat warna daun pohon itu dengan warna yang berbeda-beda berdasarkan warna kaca jendela yang mereka gunakan untuk melihat pohon itu. Nah, untuk membuktikan warna daun pohon yang sebenarnya, mereka harus meninggalkan kaca jendala itu dan bersama-sama mendekati pohon itu. Artinya mereka haruslah keluar dulu dari merasa paling benar masing-masing dan mengkomunikasikannya. Dialog/ Komunikasi yang terus menerus sangat dibutuhkan untuk menyatukan pandangan. Dan tentu saja kerendahan hati dan keterbukaan menjadi modal utama dalam menghasilkan komunikasi yang berhasil. Selain itu egoisme dan sifat mau menang sendiri haruslah dihilangkan. Masing-masing pihak harus bersedia mendengar lawan bicara mengungkapkan pendapatnya. Komunikasi yang baik akan menghasilkan keputusan-keputusan yang baik pula. Orang yang hatinya murni akan selalu terbuka mengevaluasi diri dan mengoreksi diri. (www.hutabalian72.wordpress.com) ========================================== From: L Hutabalian Evaluasi Diri Mazmur 90:12 “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” ------------------------------------------------------- KS-ILT Maz 90:12 Maka beritahukanlah kepada kami agar menghitung hari-hari kami, supaya kami dapat membawa hati yang bijaksana. KJV Psa 90:12 So teach us to number our days, that we may apply our hearts unto wisdom. Untuk mengetahui secara jelas perkembangan suatu program kerja maka diperlukan adanya evaluasi. Dengan evaluasi kita dapat mengetahui realisasi program dan menelusuri kendala-kendala yang dihadapi serta kemudian mencari dan merumuskan langkah-langkah pemecahannya, sehingga target yang ingin dicapai dengan program itu bisa terlaksana atau setidak-tidaknya sangat mendekati sasaran. Mungkin kita tidak punya program tertulis menyangkut masa depan kita, tetapi kita punya impian dan harapan untuk masa depan. Untuk itu kita juga perlu mengevaluasi diri, mengevaluasi segala tindakan yang telah kita lalui, merenungkan perkembangan apa yang telah kita capai dan mengidentifikasi kendala-kendala atau kelamahan-kelemahan apa yang perlu diperbaiki. Pun dalam hal rohani perlu mengevaluasi diri. Bagaimana peningkatan pengenalan kita akan Tuhan, pertumbuhan rohani, buah-buah yang kita hasilkan, dan lain-lain. Untuk meningkatkan kemampuan dan kwalitas diri baik intelektual maupun rohani, modal yang paling penting adalah sikap mau diajar dan mau belajar. Seringkali Tuhan kasih kesempatan bagi kita untuk belajar tatapi waktu itu tidak kita manfaatkan dengan baik, sehingga dari tahun ke tahun kemampuan intelektual kita hanya begitu-begitu saja dan secara rohani tidak bertumbuh. Dengan kemampuan intelektual dan kedewasaan rohani, bukan saja akan meningkatkan kwalitas hidup kita sendiri tatapi kita juga dapat menjadi berkat bagi orang lain. Hanya orang-orang yang berkwalitaslah yang dapat membuat gebrakan perubahan positif bagi kemajuan kehidupan umat manusia. Salam, LH

