From: FRS Sowong Daging Dan Roh
Bacaan: Roma 7: 13–20 7:13 Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa. 7:14. Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa. 7:15 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. 7:16 Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. 7:17 Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. 7:18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. 7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. 7:20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. ------------------------------------------------------------- KS-ILT Rom 7:13 Oleh karena itu, apakah yang baik mendatangkan kematian bagiku? Tidak mungkin! Sebaliknya, supaya dosa itu dinyatakan dosa melalui yang baik dengan membuahkan kematian bagiku, supaya dosa dapat menjadi kelimpahan kedosaannya melalui perintah itu. 7:14 Sebab kita telah mengetahui bahwa torat adalah rohaniah, sedangkan aku adalah jasmaniah, yang terjual di bawah dosa. 7:15 Sebab apa yang aku kerjakan, tidaklah aku ketahui, karena bukan apa yang aku ingini, aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, aku lakukan. 7:16 Dan, jika apa yang aku ingini tidak aku lakukan, maka aku setuju dengan torat bahwa hal itu baik. 7:17 Namun sekarang, bukanlah lagi aku yang mengerjakannya, tetapi dosa yang tinggal di dalam aku. 7:18 Sebab aku mengetahui, bahwa di dalam diriku, yaitu di dalam dagingku, tidak berdiam sesuatu yang baik, karena hal berkehendak ada di dalam diriku, tetapi untuk mengerjakannya, tidak aku temukan yang baik. 7:19 Sebab yang baik yang aku kehendaki, tidak aku lakukan, tetapi yang jahat yang tidak aku kehendaki, aku lakukan. 7:20 Dan, jika apa yang tidak aku kehendaki, itu yang aku lakukan, maka bukan lagi aku yang mengerjakannya melainkan dosa yang berdiam di dalam aku. KJV Rom 7:13 Was then that which is good made death unto me? God forbid. But sin, that it might appear sin, working death in me by that which is good; that sin by the commandment might become exceeding sinful. Rom 7:14 For we know that the law is spiritual: but I am carnal, sold under sin. Rom 7:15 For that which I do I allow not: for what I would, that do I not; but what I hate, that do I. Rom 7:16 If then I do that which I would not, I consent unto the law that it is good. Rom 7:17 Now then it is no more I that do it, but sin that dwelleth in me. Rom 7:18 For I know that in me (that is, in my flesh,) dwelleth no good thing: for to will is present with me; but how to perform that which is good I find not. Rom 7:19 For the good that I would I do not: but the evil which I would not, that I do. Rom 7:20 Now if I do that I would not, it is no more I that do it, but sin that dwelleth in me. Dalam kehidupan manusia, pikiran, perasaan dan kehendak dalam jiwa berbeda dengan pikiran, perasaan dan kehendak dalam roh manusia. Pikiran, perasaan dan kehendak jiwa adalah hasil dari masukan, input, atau stimulus yang didengar dan yang dilihat orang dari dunia sekitarnya. Itu sangat dipengaruhi oleh kedagingan yang telah terjual di bawah hukum dosa untuk selanjutnya dimasukkan ke jiwa; sementara pikiran, perasaan dan kehendak roh adalah sesuatu yang sudah melekat dengan Elohim, sesuai dengan pikiran, perasaan dan kehendak Elohim. Akibat jatuh dalam dosa, manusia terjual di bawah kuasa dosa (Rm. 7:14). Pikiran dan perasaan roh seperti tidur, lemah atau bisa dikatakan mati, karena tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Roh itu berniat baik, tetapi daging lemah (Mat. 26:41). Roh berkehendak melakukan kehendak Bapa, tetapi daging sudah terjual dibawah hukum dosa. Inilah yang tidak disadari oleh Adam. Setelah ia tahu apa yang baik dan jahat, ia tidak melakukan apa yang baik sesuai dengan kesucian Tuhan. Roh manusia tidak mampu mendominasi atau menguasai jiwa, padahal semestinya roh manusialah yang mendominasi jiwa, sehingga manusia hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Dengan demikian manusia tidak mungkin bisa berkenan kepada Elohim, karena telah hidup menurut daging. ---------------------------------------------------------- KS-ILT Mat 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu tidak masuk ke dalam pencobaan; roh memang berkemauan kuat, tetapi daging lemah!" KJV Mat 26:41 Watch and pray, that ye enter not into temptation: the spirit indeed is willing, but the flesh is weak. Yang dimaksud dengan tidak berkenan kepada Elohim adalah tidak memenuhi tuntutan kesempurnaan sesuai dengan standar semula, yaitu manusia segambar dan serupa dengan Elohim. Kejatuhan manusia ke dalam dosa mengakibatkan manusia mati, artinya terpisah dari Tuhan; secara fisik, manusia bisa mati, dan tidak mampu hidup dikendalikan oleh rohnya. Manusia terjual di bawah kuasa dosa. Bagaimanapun, manusia tidak akan mampu melakukan kehendak Tuhan yaitu apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. Kebaikan manusia terbatas. Keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus memberi kemungkinan pikiran dan perasaan roh menguasai jiwa manusia kembali. Lalu jiwa yang dikuasai roh ini mengendalikan seluruh kehidupan. Keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya, artinya agar roh manusia kembali mendominasi kehidupan untuk mengerti dan melakukan apa baik, yang berkenan dan yang sempurna di hadapan-Nya. Dalam hal ini orang percaya dipanggil untuk sempurna. Inilah panggilan untuk hidup menurut roh, bukan menurut daging. Kita dipanggil untuk diselamatkan, agar roh kembali mendominasi kehidupan kita Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. =================================================== From: FRS Sowong Landasan Semua Kebenaran Bacaan: Yohanes 16: 8; Lukas 14: 26 Yohanes 16: 8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; Lukas14: 26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. ---------------------------------------------------------- KS-ILT Yoh 16:8 Dan apabila sudah datang, Dia akan menempelak dunia mengenai dosa, dan mengenai kebenaran, dan mengenai penghakiman. Luk 14:26 "Jika seseorang datang kepada-Ku dan dia tidak membenci ayahnya, dan ibunya, dan istrinya, dan anak-anaknya, dan saudara-saudaranya laki-laki, dan saudara-saudaranya perempuan, dan bahkan juga jiwanya sendiri, dia tidak dapat menjadi murid-Ku. KJV Joh 16:8 And when he is come, he will reprove the world of sin, and of righteousness, and of judgment: Luk 14:26 If any man come to me, and hate not his father, and mother, and wife, and children, and brethren, and sisters, yea, and his own life also, he cannot be my disciple. Dalam mengajarkan kebenaran, Tuhan Yesus hanya memberi landasan atau intinya, yaitu petunjuk awalnya. Kehidupan ini begitu luas, masalah hidup begitu kompleks, dan kebenaran itu pasti tidak terbatas. Bagaimana ajaran Tuhan Yesus yang tertulis dalam keempat Injil dan tertuang dalam beberapa lembar kertas dapat menampungnya secara lengkap menyeluruh? Jadi, memang tidak semua kebenaran dapat dituangkan dalam keempat Injil. Tetapi ini sama sekali tidak berarti bahwa Injil harus dilengkapi dengan kitab lain. Perjanjian Baru sudah cukup, tidak perlu ditambah dengan kitab lain. Perjanjian Baru menjadi sumber kebenaran yang tidak pernah kering. Dari memahami Injil, dapat kita temukan ajaran Tuhan Yesus yang merupakan landasan untuk membangun kebenaran. Landasan atau petunjuk awalnya adalah kesediaan manusia untuk meninggalkan segala hasrat menikmati dunia sama seperti anak-anak dunia menikmatinya, dan selanjutnya Roh Kudus yang akan membuka pikiran kita memahami seluruh kebenaran Tuhan yang terdapat dalam seluruh Alkitab. Berarti hidup kita harus dipertaruhkan untuk mempersiapkan diri menyongsong langit baru dan bumi yang baru dengan berjuang mencapai kesempurnaan. Dan dari apa yang ditulis Injil, oleh tuntunan Roh Kudus akan mengalir hikmat-hikmat surgawi yang tidak pernah terduga sebelumnya. Di sini kita dapat membuktikan bahwa Alkitab disertai kuasa Tuhan, yaitu Roh Kudus yang memimpin kita kepada segala kebenaran-Nya. Jadi ada dua hal yang mutlak harus dipenuhi untuk mengalami pertobatan yang benar dan terus-menerus mengalami pembaharuan pikiran. Pertama, tuntunan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang membawa orang percaya kepada segala kebenaran-Nya (Yoh. 16:8). Pendidikan teologi penting, tetapi bukan segala-galanya. Para teolog yang tidak dipimpin Roh Kudus akan melahirkan doktrin-doktrin yang malah melawan kebenaran. Roh Kuduslah yang menuntun orang percaya mengenal kebenaran yang lebih lengkap dan utuh. Kedua, orang percaya yang sungguh-sungguh mau mengalami pembaruan pikiran harus bersedia menanggalkan keterikatannya dengan dunia ini. Ini yang tersulit, sebab melepaskan keterikatan dengan dunia, sama seperti melepaskan nyawa, mati. Di sini banyak orang tidak bersedia, sehingga tidak pernah dipercayai Tuhan untuk menjadi murid-Nya; tidak bisa mengenal kebenaran-Nya (Luk. 14:26). Landasan membangun kebenaran adalah menanggalkan keterikatan dengan dunia dan mengikuti tuntunan Roh Kudus. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. ================================================= From: FRS Sowong Menanggalkan Warisan Nenek Moyang Bacaan: 1 Petrus 1: 18-19 1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. ---------------------------------------------------- KS-ILT 1PeT 1:18 Dengan mengetahui, bahwa kamu sudah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia, yang diwariskan oleh leluhurmu, bukan dengan barang yang fana, perak ataupun emas, 1:19 melainkan dengan darah yang mahal, bagaikan anak domba yang tanpa cacat dan tanpa noda, yaitu Kristus, KJV 1Pe 1:18 Forasmuch as ye know that ye were not redeemed with corruptible things, as silver and gold, from your vain conversation received by tradition from your fathers; 1Pe 1:19 But with the precious blood of Christ, as of a lamb without blemish and without spot: Dua halangan menghadang orang percaya yang belajar menggumuli identitas imannya. Pertama, dirinya sendiri yang sudah terbiasa dengan cara hidup yang diwarisi dari nenek moyangnya yang salah namun telah terekam dengan kuat. Kedua, pengaruh dunia yang jahat dengan kekuatan kuasa kegelapan di baliknya. Seorang anak Tuhan bukan hanya melihat pertentangan dalan dirinya, tetapi juga cara hidup anak-anak Tuhan yang paradoksal dengan cara hidup anak-anak dunia. Secara lahiriah barangkali tidak tampak; tetapi sikap hati dan pola berpikir anak-anak Tuhan berbeda sekali. Anak-anak Tuhan yang memahami hal ini pasti mengalami beratnya pergumulan tersebut. Yang terberat adalah mengubah sikap hati dan pola berpikir kita, yang ditandai dengan hati yang tertaruh di dalam Kerajaan Bapa di Surga. Tanpa mengubah pola pikir untuk menanggalkan cara hidup warisan nenek moyang, sesungguhnya seseorang tidak pernah diselamatkan. Yang dimaksud dengan cara hidup warisan nenek moyang kita adalah cara hidup yang dianggap wajar dan layak oleh manusia pada umumnya. Umumnya orang mengagung-agungkan hal-hal fana yaitu kekayaan duniawi dan melakukan segalanya untuk mengejarnya. Tetapi anak Tuhan tidak boleh demikian. Sesungguhnya ini tidak diukur dari apa yang tampak secara lahiriah, tetapi dari sikap hati dan pola berpikirnya. Dari penampilan lahiriah, hampir tak tampak bedanya, sebab kita bertobat dari cara hidup yang salah, bukan perbuatan yang salah. Pertobatan dari cara hidup yang salah berorientasi pada manusia batiniah. Orang yang bertobat dari cara hidup yang salah tidak perlu beralih profesi—selama profesi tersebut tidak melanggar etika kehidupan—tidak perlu meninggalkan aktivitasnya dalam berkarier, berumah tangga dan lain sebagainya. Tetapi yang diubah adalah motivasi hidupnya, sebab dalam melakukan semua kegiatan hidup ini, telah terpancang tujuan akhir kita: Untuk setia mempertanggungjawabkan iman kita sebagai anak Tuhan, sebagai miliknya Tuhan. Jadi kita harus mewaspadai ajaran-ajaran yang menyesatkan domba-domba Tuhan ke tujuan duniawi seperti keberhasilan duniawi, fasilitas duniawi, dan kebebasan dari masalah duniawi. Anak-anak Tuhan tetap harus bertanggung jawab dan melakukan yang terbaik dalam keluarga dan pekerjaannya. Tetapi motivasinya bukan untuk mengejar keberhasilan duniawi, bukan pula agar anak-anak kita mencapai cita-cita duniawi kita dan dapat kita banggakan. Motivasi kita adalah untuk setia mempertanggungjawabkan iman kita sebagai anak Tuhan dan mencapai target yang dicanangkan Roh Kudus yaitu menjadi sempurna sama seperti BAPA sempurna; sebab seorang yang bertanggung jawab dalam kehidupan imannya pasti bertanggung jawab dalam kehidupan umumnya (pekerjaan, keluarga, pendidikan, dsb). Kita setia berjalan dalam pimpinan-Nya menuju tujuan tersebut. Menanggalkan cara hidup warisan nenek moyang berarti mengubah motivasi hidup kita. Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

