10 ALASAN MENGAPA
SAYA BERSYUKUR ATAS ALKITAB YANG DIILHAMKAN ALLAH

 

oleh: Rev. John S. Piper,
D.Theol.

 

 

 

 

1.     Alkitab membangkitkan iman, sumber segala ketaatan. 

“Jadi, iman timbul dari pendengaran,
dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Rm. 10:17) 

2.     Alkitab
membebaskan dari dosa. 

“Kamu akan mengetahui kebenaran, dan
kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh. 8:32) 

3.     Alkitab
membebaskan dari Setan. 

“Seorang hamba Tuhan tidak boleh
bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar,
sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab
mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin
mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka
menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat
mereka pada kehendaknya.” (2Tim. 2:24-26) 

4.     Alkitab
menguduskan. 

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran;
firman-Mu adalah kebenaran.” (Yoh. 17:17) 

5.     Alkitab
membebaskan dari kebinasaan dan mengerjakan kesalehan. 

“Karena kuasa ilahi-Nya telah
menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh
oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya
yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita 
janji-janji
yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil
bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan
dunia.” (2Ptr. 1:3-4) 

6.     Alkitab
menampilkan kasih. 

“Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin
melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian.”
(Flp. 1:9) 

“Tujuan nasihat itu ialah kasih yang
timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang
tulus ikhlas.” (1Tim. 1:5) 

7.     Alkitab
menyelamatkan. 

“Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.
Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan
menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.” (1Tim. 4:16) 

“Sebab itu pada hari ini aku bersaksi
kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapa pun yang akan binasa.
Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.” (Kis.
20:26-27) 

“[Mereka] harus binasa karena mereka tidak
menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.” (2Tes.
2:10) 

8.     Alkitab
memberikan sukacita. 

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu,
supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” (Yoh.
15:11) 

9.     Alkitab
menyatakan Tuhan. 

“Dan TUHAN selanjutnya menampakkan diri di
Silo, sebab Ia menyatakan diri di Silo kepada Samuel dengan perantaraan
firman-Nya.” (1Sam. 3:21) 

10.   Karena
itu, Alkitab adalah
fondasi rumah kebahagiaan dan hidup dan pelayanan dan pengharapan kekalku
bersama Allah. 

 

 

 

Penerjemah:
Adi Kurniawan

 

 

 

Sumber:

http://id.gospeltranslations.org/wiki/10_Alasan_Mengapa_Saya_Bersyukur_atas_Alkitab_yang_Diilhamkan_Allah

 

 

 

Profil Rev. Dr. John S. Piper:

Rev. John Stephen
Piper, B.A., B.D., D.Theol. adalah Pendeta
Senior bidang
Pengkhotbah dan Visi Yedi Bethlehem Baptist Church dan seorang
penulis yang sangat produktif dari perpektif Calvinis. Beliau menyelesaikan
gelar Bachelor of Arts (B.A.) di Wheaton
College, U.S.A.; Bachelor of
Divinity (B.D.) di Fuller Theological Seminary di Pasadena, California pada 
tahun 1968-1971.
John melakukan studi Doctor of Theology
(D.Theol.) di dalam bidang Perjanjian Baru di University of Munich, Munich, 
Jerman
Barat pada tahun 1971-1974. Disertasinya, Love Your Enemies diterbitkan
oleh Cambridge University Press dan Baker Book House. Beliau menulis banyak 
buku, di antaranya yang terkenal: Desiring God (Mendambakan Allah;
diterjemahkan oleh Penerbit Momentum), The
Pleasures of God (Kesukaan Allah; diterjemahkan oleh Penerbit Momentum),
dll. 

 

 

 

Editor dan Pengoreksi: Denny Teguh Sutandio



“Ketika saya menganggap Allah sebagai seorang tiran, saya melihat dosa saya 
sebagai hal yang sepele, tetapi ketika saya mengenal Dia sebagai Bapa saya, 
maka saya meratapi bagaimana saya pernah melawan-Nya.”
(Rev. Charles H. Spurgeon, seperti dikutip dalam Prof. Edward T. Welch, Ph.D., 
Depresi, hlm. 115)



Kirim email ke