From: L Hutabalian Dalam Pelbagai Cara
Ibrani 1:1-4 "Setelah pada zaman dahulu Elohim berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Elohim telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Elohim dan gambar wujud Elohim dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka. ------------------------------------------------- KS-ILT Ibr 1:1 Elohim, setelah berbicara dalam banyak kesempatan dan dengan berbagai cara pada zaman dahulu kepada para leluhur melalui para nabi, 1:2 pada masa terakhir ini Dia berbicara kepada kita di dalam Putra, yang telah Dia tetapkan sebagai ahli waris segala sesuatu; melalui-Nya pula, Dia telah menjadikan zaman-zaman. 1:3 Dia yang merupakan pancaran kemuliaan dan gambaran sempurna dari hakikat-Nya, dan yang menopang segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya, setelah mengerjakan penyucian dosa-dosa kita melalui diri-Nya, Dia duduk di sebelah kanan Yang Mahaagung di tempat yang tinggi. 1:4 Dengan menjadi jauh lebih tinggi daripada para malaikat, Dia telah mewarisi Nama yang jauh lebih unggul daripada mereka. KJV Heb 1:1 God, who at sundry times and in divers manners spake in time past unto the fathers by the prophets, Heb 1:2 Hath in these last days spoken unto us by his Son, whom he hath appointed heir of all things, by whom also he made the worlds; Heb 1:3 Who being the brightness of his glory, and the express image of his person, and upholding all things by the word of his power, when he had by himself purged our sins, sat down on the right hand of the Majesty on high; Heb 1:4 Being made so much better than the angels, as he hath by inheritance obtained a more excellent name than they. Sejak jaman dahulu Elohim terus menyatakan diri-Nya kepada manusia ciptaan-Nya. "Dengan berbagai cara" memberi makna bahwa pernyataan Elohim kepada manusia itu kontekstual dan progressive supaya manusia itu bisa memahami maksud Elohim. Pernyataan diri Elohim tidak dibatasi oleh waktu atau jaman, situasi dan kondisi dunia dan juga budaya. Lebih dalam adalah betapa Elohim itu sangat menginginginkan umat-Nya mengenal dia dan mendengarnya ketika Ia berbicara atau menyatakan diri-Nya. Pastilah Elohim punya rencana yang indah mengapa Dia menyatakan diri, dan tentu manusia akan beruntung apabila mengenal Elohim. Mengapa? Karena mengenal Elohim berarti mengenal kuasa, dan kebaikan-Nya, Nabi-nabi telah menjadi perantara sampai peryataan diri-Nya melalui perantara Anak-Nya Yesus Kristus. Dengan perantara Yesus Kristus, kita bisa mengerti isi hati Elohim. Pengorbanan Yesus di kayu salib dengan meninggalkan kemuliaan-Nya di sorga demi manusia adalah bukti cinta Elohim. Yesus adalah gambar wujud Elohim. Di PL dalam pernyataan diri Elohim kepada bangsa Israel, Ia sering mengatakan kepada bangsa Israel "Aku..YHWH" yang dalam alkitab LAI terjemahan baru ditulis "TUHAN" (huruf besar semua), Disini Elohim sekaligus menyatakan bahwa pada nama-Nya itu melekat seluruh keberadaan atau jati diri Elohim. YHWH (Yahweh) atau Nama TUHAN, bangsa Israel adalah berbicara tentang existensiNya yang tidak berasal-usul atau ada dari kekekalan, unlimited power (kuasa yang tidak terbatas) dan absolute, dan yang keputusan-keputusanNya tidak dipengaruhi oleh manusia atau oleh apapun. Kalau kita meyakini bahwa Yesus adalah gambar wujud Elohim, Dia adalah gambar wujud Yahwe, pada-Nya melekat seluruh keberadaan atau jati diri Elohim, Dia yang existensiNya yang tidak berasal-usul atau ada dari kekekalan, unlimited power (kuasa yang tidak terbatas) dan absolute, dan yang keputusan-keputusanNya tidak dipengaruhi oleh manusia atau oleh apapun. Betapa dahsyat Dia bagi kita sebagai milik kepunyaan-Nya. http://hutabalian72.wordpress.com/2010/11/24/dalam-pelbagai-cara/ ========================================= From: L Hutabalian Orang Percaya itu Bertindak 1 Raja-raja 17: 13, Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Elohim Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." ------------------------------------------- KS-ILT 1Raja 17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya, "Janganlah takut, pulanglah, lakukanlah menurut perkataanku. Tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong kue dari padanya dan bawalah kepadaku. Setelah itu, kamu membuatnya bagimu dan bagi anakmu." KJV 1Ki 17:13 And Elijah said unto her, Fear not; go and do as thou hast said: but make me thereof a little cake first, and bring it unto me, and after make for thee and for thy son. Elia adalah abdi Elohim yang setia dengar-dengaran firman Elohim. Suatu waktu dia disuruh oleh Tuhan pergi ke Sarfat, sebuah daerah yang sudah beberapa lama kekeringan karena kemarau yang panjang sehingga mereka yang tinggal di daerah itu menjadi kesulitan dalam hal kebutuhan jasmani. Seorang janda yang tinggal di Sarfat bersama seorang anaknya, bukan saja kesulitan karena kemarau yang panjang tetapi mereka juga memang adalah keluarga yang miskin. Ke rumah janda inilah Elia disuruh Elohim setelah sebelumnya disuruh untuk menyendiri ke suatu tempat dimana Elohim memenuhi kebutuhannya melalui burung-burung yang disuruh oleh Elohim untuk mengantarkan makanan. Yang menarik dari kisah ini adalah bahwa Elohim memakai janda miskin ini menjadi berkat bagi nabi Elia dan memakai nabi Elia untuk menjadi berkat bagi janda miskin ini. Ketika Tuhan menyuruh Elia pergi ke Sarfat, Ia telah menjamin keperluannya walaupun melalui seorang janda miskin. Pada awalnya janda miskin ini mungkin kaget atas permintaan nabi Elia untuk member kepada nabi itu sepotong roti, sementara yang dia miliki hanya tinggal segenggam tepung dan sedikit minyak di dalam buli-buli. Dan ia dengan jujur meresponi nabi Elia dengan berterus terang mengungkapkan keadaannya yang sebenarnya. Nabi Elia tahu apa yang dikawatirkan ibu ini, oleh karena itu dia memberi jaminan kepada ibu itu sesuai dengan yang Elohim firmankan bahwa tepung dan minyak itu tidak akan habis sampai hujan membasahi bumi dan tanah-tanah menghasilkan. Janda itu percaya pada perkataan nabi itu sehingga ia membuat roti seperti permintaan nabi itu. Dan Tuhan memenuhi firman-Nya yaitu bahwa tepung dalam tempayan itu dan minyak dalam buli tidak habis sampai hujan membasahi bumi. Nabi Elia percaya kepada perkataan Tuhan, lalu dia pergi ke Sarfat. Janda miskin ini percaya kepada firman Elohim yang disampaikan nabi-Nya, lalu ia membuat roti seperti yang dimintakan oleh nabi Elia. Orang yang sungguh-sungguh percaya pastilah ia bertindak, karena tidak ada keraguan di dalam hatinya (Yakobus 1:18-20). Ketidakpercayaan dan keraguanlah yang sesungguhnya menghambat orang untuk tidak bertindak. Hanya iblis saja yang percaya tetapi dengan sengaja membantah Elohim. Selebihnya adalah orang-orang yang tidak percaya atau yang masih ada keraguan di hatinya. ------------------------------------------------------- KS-ILT Yak 1:18 yang telah menentukan, agar kita menjadi suatu buah sulung dari ciptaan-Nya; Dia telah melahirkan kita melalui firman kebenaran. 1:19 Maka itu hai saudara-saudaraku yang terkasih, biarlah setiap orang cepat untuk mendengar, lambat untuk berbicara, lambat untuk marah. 1:20 Sebab kemarahan manusia tidak menghasilkan kebenaran Elohim. KJV Jas 1:18 Of his own will begat he us with the word of truth, that we should be a kind of firstfruits of his creatures. Jas 1:19 Wherefore, my beloved brethren, let every man be swift to hear, slow to speak, slow to wrath: Jas 1:20 For the wrath of man worketh not the righteousness of God. http://hutabalian72.wordpress.com/2010/11/20/orang-percaya-itu-bertindak/ =============================================== From: L Hutabalian KUAT KARENA MENGAKAR "Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Elohim kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya" (Maz. 92:13-16) ------------------------------------------------------------------ KS-ILT Maz 92:12 Dan mataku akan memandang musuh-musuhku; telingaku akan mendengar para penjahat yang bangkit melawan aku. 92:13 Orang benar akan bertumbuh subur seperti pohon kurma; dia akan bertumbuh seperti pohon aras di Libanon. 92:14 Mereka akan ditanam di dalam bait YAHWEH; di pelataran Elohim kita, mereka akan tumbuh dengan subur. 92:15 Mereka akan tetap berbuah pada hari tua; mereka akan gemuk dan segar. (92-16) Untuk menyatakan bahwa YAHWEH itu benar, gunung batuku! Dan di dalam Dia tidak ada ketidakadilan. KJV Psa 92:13 Those that be planted in the house of the LORD shall flourish in the courts of our God. Psa 92:14 They shall still bring forth fruit in old age; they shall be fat and flourishing; Psa 92:15 To shew that the LORD is upright: he is my rock, and there is no unrighteousness in him. Pohon Korma adalah sejenis pohon tanaman keras yang hidup di daerah tandus disekitar padang pasir. Walau hidup di daerah tandus namun pohon ini berdaun lebat karena akarnya tertanam jauh hingga ke tanah yang berair, dan pohon ini menghasilkan buah yang sangat manis sampai pohon ini tua. Sedangkan pohon aras adalah pohon keras yang sangat kuat, tahan segala cuaca bahkan memiliki kecenderungan tahan api. Demikianlah digambarkan seorang yg benar. Orang benar akan bertunas dan bertumbuh walaupun ditengah-tengah kegersangan hidup manusia dan kerasnya kehidupan yang terjadi di dunia ini. Berakar dengan kuat pada firman Tuhan akan menghasilkan pertumbuhan rohani yang baik dan mengeluarkan buah-buah yang manis yaitu perbuatan baik yang menyenangkan hati Tuhan. Kita memang tidak akan kuat menghadapi dunia ini tanpa kita berakar di dalam firman. Akar pada pohon berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan dan air yang akan menunjang pertumbuhannya. Selain itu, akar yang tertanam kuat akan dapat menahan pohon dari terpaan angina kencang. Demikianlah kehidupan orang yang berakar di dalam firman, yang bergantung kepada Elohim akan terus bertumbuh dan akan kuat menghadapi terpaan angin pencobaan yang mungkin terjadi. Kita membutuhkan firman Tuhan terus menerus. supaya kita juga dapat bertindak bijaksana sepanjang waktu hidup kita, untuk memutuskan langkah-langkah apa yang harus kita jalani. Pengajaran firman akan membantu kita dalam bersikap untuk menjalani kehidupan itu dengan baik dan benar, dan bersama Tuhan Gunung Batu kita akan kuat menghadapi tantangan. Biji Sesawi http://hutabalian72.wordpress.com

