From: Etha Oprah " SELAMATKAN SAUDARAMU. "
Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, Yudas 1:22 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa. Yudas 1:23 ---------------------------------------------- KS-ILT Yud 1:22 Dan di satu sisi, berikanlah kemurahan kepada mereka yang bimbang; 1:23 tetapi di sisi lain, selamatkanlah mereka yang ada dalam ketakutan, dengan merenggutnya dari api, walau membenci pakaiannya yang dicemari oleh kedagingan. KJV Jud 1:22 And of some have compassion, making a difference: Jud 1:23 And others save with fear, pulling them out of the fire; hating even the garment spotted by the flesh. Seorang anak kecil yg tinggal di tepi pantai setiap hari ke pantai lalu memunguti bintang laut dan melemparkan kembali ke lautan. Suatu hari datanglah badai besar lalu menyapu ribuan bintang laut ke tepi pantai. Seperti biasanya anak ini memunguti bintang laut itu dan mengembalikannya ke lautan. Ada orang yang memperhatikan prilaku anak ini lalu bertanya, " mengapa kau memunguti bintang laut- bintang laut itu ?" Anak itu lalu mengambil sebuah bintang laut, sambil memandang kearah orang tersebut ia berkata, " Bagi yang ini ada artinya, " lalu ia melemparkanya kembali ke laut. Dan ia memunguti yang lainnya lagi dan berkata, " Aku akan membuat perbedaan. " Kita mengira bahwa bersaksi tidak ada artinya terhadap satu jiwa, sedangkan pada saat yang sama ribuan orang meninggal tanpa mengenal HAMASHIAKH. Ahkirnya kita akan patah semangat dan mengabaikan perintah Tuhan supaya kita memenangkan jiwa. Suatu saat kelak Anda akan terkejut bila sahabat karib Anda berkata kepada Anda dari neraka, " Mengapa kau tidak pernah memberitakan injil kepadaku ? Mengapa kau bungkam dan sama sekali tidak menceritakan kasih HAMASHIAKH kepadaku?" Salah satu pujian Daud seperti ini, bernyanyilah bagi YAHWEH, hai segenap bumi, Kabarkanlah keselamatan yang dari pada-NYA dari hari ke hari.Ceritakan kemuliaan-NYA diantara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuata-NYA yang ajaib diantara segala suku bangsa." 1 Tawarikh 16:23,24. ---------------------------------------------------------- KS-ILT 1Taw 16:23 Bernyanyilah bagi YAHWEH, hai, seluruh bumi, kabarkanlah keselamatan-Nya hari demi hari. 16:24 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan keajaiban-keajaiban-Nya di antara segala bangsa. KJV 1Ch 16:23 Sing unto the LORD, all the earth; shew forth from day to day his salvation. 1Ch 16:24 Declare his glory among the heathen; his marvellous works among all nations. Keselamatan seharusnya di beritakan dari hari ke hari, dan ini berarti setiap hari kita wajib memberitakan keselamatan dari YAHWEH. Karena YESHUA adalah keselamatan kita, maka kita wajib memberitakan kehidupan YESHUA dan kasih-NYA kepada mereka yang terhilang. Kalau kita tidak mempunyai misi untuk mengabarkan injil, maka itu berarti mengabaikan perintah agung YESHUA. Marilah saudaraku kabarkan injil dan saksikan kebaikan Tuhan YESHUA kepada semua orang yang Anda kenal supaya nama Tuhan YESHUA semakin di muliakan di bumi ini…..AMEN. Tuhan YESHUA memberkati Anda.dan Keluarga…..AMEN. =============================================== From: Etha Oprah 10 Prinsip Salah Hubungan Suami Istri Kuat tidaknya sebuah pernikahan sangat bergantung dengan prinsip-prinsip yang dipegang oleh suami maupun istri. Prinsip yang salah akan membuat bumerang bagi bahtera rumah tangga di kemudian hari, sedangkan prinsip yang benar akan menjadikan pernikahan tetap abadi walaupun berbagai badai menyerang rumah tangga mereka. Banyak pasangan suami istri Kristiani yang tidak sadar sebenarnya telah mendasarkan pernikahan mereka dengan prinsip-prinsip yang salah. Parahnya, hal ini mereka ketahui setelah pernikahan sudah berjalan 5 tahun atau 10 tahun. Ketika terjadi percekcokkan, bercerai enggan dilakukan karena hal itu tidaklah diperbolehkan, tetapi bila tetap dengan suami atau istri saat ini maka yang terjadi adalah pertengkaran demi pertengkaran. Oleh karenanya, untuk mengatasi hal ini maka Anda dan pasangan harus mengetahui dan mengecek prinsip-prinsip salah apa yang masih dipegang dan perlu diubah. Lakukan dengan segera dan berjalanlah dalam kebenaran. Prinsip Salah 1: Pernikahan adalah kontrak. Ya, pernikahan adalah sebuah pernikahan legal, tetapi di mata Tuhan itu lebih tinggi lagi. Yang benar adalah pernikahan adalah sebuah perjanjian, suatu janji yang tidak dapat dipisahkan. Ini adalah komitmen sekali seumur hidup. Prinsip Salah 2: Saya menikahi kamu, bukan keluarga kamu. Kebenarannya adalah Anda tidak hanya menikahi pasangan Anda; Anda juga "menikahi" keluarga Anda sebagai satu paket! Jangan menipu diri Anda sendiri dan menganggap mertua atau ipar Anda bukanlah sebuah masalah. Pasangan Anda dibesarkan di dalam sebuah keluarga yang ingin melihat pasangan Anda menjadi seperti apa hari ini. Prinsip Salah 3: Saya dapat mengubah pasangan saya. Salah! Anda tidak dapat mengubah karakter atau kebiasaan pasangan Anda dengan cinta anda yang besar. Yang dapat Anda ubah adalah reaksi Anda terhadap pasangan Anda. Prinsip Salah 4: Kita terlalu berbeda. Perbedaan bukanlah masalah utama sepanjang itu bukanlah mengenai nilai-nilai dan moral yang Anda pegang selama ini. ketidaksesuaian tidaklah mematikan sebuah hubungan. Isu utamanya adalah bagaimana Anda menghadapi perbedaan Anda. Prinsip Salah 5: Cinta saya telah mati terhadap pasangan saya. Gairah Anda mungkin tidak akan berlangsung selamanya, tetapi cinta tinggal seumur hidup. Anda mungkin tidak selalu merasakan getaran cinta tapi Anda harus menentukan untuk mencintai pasangan Anda seperti diri Anda sendiri. Prinsip Salah 6: Pernikahan yang lebih tradisional akan menyelamatkan pernikahan kita. Karena frustrasi, banyak pria merasa bahwa jika hubungan mereka bisa seperti pasangan Brady Bunch, kehidupan akan lebih bahagia. Mereka bingung tentang peran dan tanggung jawab jender. Konsep penundukkan diri sering disalahpahami dan dilecehkan. Kehendak Elohim tentang pernikahan yang sesungguhnya adalah kesetaraan jender. Prinsip Salah 7: Ini adalah saya - Jika Anda tidak suka tinggalkan saya Keengganan untuk berubah berakar pada pemberontakan. Ini cara Anda melakukan hal-hal yang melawan Tuhan. Jika Anda mengatakan Anda tidak dapat berubah justru akan bertentangan dengan pengalaman keselamatan hidup Anda. Hal ini membutuhkan kemauan untuk melihat perilaku Anda dan bekerja ke arah menjadi lebih seperti Kristus. Prinsip Salah 8: Ia berselingkuh. Kita harus bercerai. Perselingkuhan adalah hal yang serius dan merusak tetapi itu tidak dapat diperbaiki jika kedua pasangan tidak sepakat untuk mencoba. Harus ada komitmen untuk mengakhiri perselingkuhan, waktu pertobatan, pengampunan dan membangun kembali hubungan. Perjanjian mungkin telah rusak tetapi dapat dipulihkan bila pasangan memilih untuk melakukannya. Ini tidak mudah, tetapi mungkin. Prinsip Salah 9: Tidak masalah jika saya melakukan dosa karena Elohim pasti mengampuni. Tuhan akan mengampuni Anda jika Anda bertobat tetapi bukanlah menjadi tidak peduli dengan apa yang Anda lakukan. Perilaku Anda memiliki konsekuensi rohani, jadi jangan menganggap murah kasih karunia Tuhan. Prinsip Salah 10: Ini sudah terlalu rusak. Jika Anda merasa sudah tidak ada harapan masa depan pernikahan Anda sudah tampak suram, percayalah Tuhan dapat mengubahnya. Dia dapat mengubah hati, melakukan mukjizat dan bekerja dalam situasi yang paling sulit. Dia adalah Elohim yang mungkin. Mendekatlah diri kepada-Nya, perantara pernikahan Anda, lakukan pertempuran dengan musuh sejati Anda (setan) dan harapkan Tuhan untuk bekerja atas nama Anda. Jika Anda dan pasangan Anda tetap terkait erat dengan Tuhan, pernikahan Anda akan merefleksikan keintiman. Perceraian tidak perlu terjadi. Tidak ada perkawinan yang tidak menghadapi bahaya perceraian tetapi Anda mencegah hal itu. Sudah waktunya untuk memperbaiki statistik perceraian turun dengan perkawinan Anda yang tetap utuh dan dipenuhi kasih Tuhan. ================================================== From: Etha Oprah Beribadah Bersama Kepada siapakah kita beribadah ? Siapakah yang menjadi pusat dalam kehidupan keluarga kita ? Bagaimanakah beribadah yang benar ? Tampaknya jawabannya sangat mudah. Nomor 1, Tuhan. Nomor 2, Tuhan. Nomor 3, beribadah bersama. Tetapi pelaksanaannya ? "Memuja" sesuatu yang duniawi jauh lebih menyenangkan dan lebih mudah. Harta, tahta (kedudukan), dan kepuasan pribadi seringkali menjadi pusat kehidupan kita. Banyak kali kita mengalahkan waktu beribadah untuk rapat kantor atau main golf. Memilih tidur atau sibuk berinternet ketimbang berdoa bersama keluarga. Salah satu peribahasa mengatakan "the family that prays together, stays together (keluarga yang berdoa bersama, tetap bersama)". Doa yang kita ucapkan saat kita beribadah bersama tidak hanya didengar oleh Tuhan, tetapi juga oleh pasangan dan anak-anak kita. Ketika kita berusaha mengajarkan hal yang benar kepada anak-anak kita, kita dituntut untuk memberi contoh. Saat kita memberi contoh, kita berusaha melakukan hal yang benar. Mereka akan melihat suatu tindakan nyata, bukan cuma sekedar teori. Rasa sehati dan sepenanggungan juga akan tercipta dan akan membangun kebersamaan dalam keluarga. Dalam ibadah bersama yang sungguh-sungguh, kita tidak hanya memuji Sang Khalik dengan kata-kata, tapi juga dengan niat dan hati. Tiap hari kita terus dihadapkan apda pilihan-pilihan. Semua memiliki konsekuensi. Jangan biarkan dunia mengalahkan kita. Ingatlah, Tuhan selalu yang utama. "When God is the center of your life, you worship. When He's not, you worry". - Rick Warren (Ketika Tuhan adalah pusat hidupmu, kamu memujiNya. Namun ketika tidak, kamu cemas).

