From: FRS Sowong 

Bertobat Dari Cara Hidup Yang Salah

Bacaan: Yohanes 8:31-32
8:31. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya:"Jikalau 
kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan 
kamu."
-------------------------------------------------
KS-ILT
Yoh 8:31 Kemudian YESHUA berkata kepada orang-orang Yahudi yang telah percaya 
kepada-Nya, "Jika kamu tetap tinggal di dalam firman-Ku, kamu adalah 
benar-benar murid-murid-Ku.
8:32 Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan 
kamu."

KJV
Joh 8:31 Then said Jesus to those Jews which believed on him, If ye continue in 
my word, then are ye my disciples indeed; 
Joh 8:32 And ye shall know the truth, and the truth shall make you free. 

Bertobat dari perbuatan yang salah dan bertobat dari cara hidup yang salah itu 
berbeda. 
Perbuatan yang salah bisa menunjuk satu atau lebih perbuatan yang dinilai 
salah; tetapi cara hidup yang salah menunjuk seluruh cara memandang hidup dan 
semua filosofinya yang tidak sesuai dengan maksud Tuhan dalam menciptakan 
kehidupan ini. 
Yang kedua ini menyangkut cara berpikir dan sikap hati. 
Pertobatan yang sejati berfokus pada perubahan pikiran dan sikap hati.
Dalam bahasa Yunani untuk kata bertobat ini adalah μετάνοια (metanīa) yang 
artinya perubahan pikiran. Ini berbeda dengan pertobatan menurut konsep 
agama-agama pada umumnya—termasuk pada bangsa Israel—yaitu perubahan perbuatan. 

Ini yang dinyatakan dalam kata "bertobat" yang digunakan di Perjanjian Lama, 
שׁוּב (shûb) yang artinya "berbalik". 
Berbalik dari perbuatan yang salah ketika bangsa Israel tidak melakukan Taurat, 
dan menyembah Elohim asing. 
Memang secara umum dalam pertobatan perbuatan ada pula perubahan pola berpikir 
dan sikap hati, tetapi tidak menyeluruh atau tidak terlalu berarti, sebab kalau 
pikiran mengalami perubahan, maka perbuatannya pun pasti berubah; tetapi kalau 
satu atau lebih perbuatan salahnya diubah, belum tentu pola berpikirnya berubah 
secara menyeluruh. 
Setelah seseorang bertobat pun harus terus-menerus mengalami pembaruan pikiran 
(μεταμορφοῦσθε, metamorfústhe, Rm. 12:2). Pembaruan pikiran inilah yang membuat 
kita mengerti kehendak Tuhan: apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. 
--------------------------------------------------
KS-ILT
Rom 12:2 Dan janganlah menjadi serupa dengan zaman ini, tetapi biarlah kamu 
diubah oleh pembaruan pikiranmu, agar kamu membuktikan apa itu kehendak Elohim, 
yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.

KJV
Rom 12:2 And be not conformed to this world: but be ye transformed by the 
renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and 
perfect, will of God. 

Bertobat dari perbuatan yang salah bisa dilakukan dalam waktu singkat, tetapi 
bertobat dari cara hidup yang salah tidak bisa dilakukan dengan singkat. 
Bertobat dari perbuatan yang salah bisa dilakukan dengan cara menunjukkan 
perbuatan yang salah tersebut dan mengarahkan kepada perbuatan yang benar atau 
baik, tetapi bertobat dari cara hidup yang salah hanya bisa dengan cara 
memahami kebenaran (Yoh. 8:32). 

Mengenal kebenaran memerlukan waktu yang panjang. Dalam Yoh. 8:31, kata tetap 
dalam teks aslinya adalah μένω (ménō) yang berarti "terus-menerus menetap" atau 
"terus-menerus bertahan". Jadi, tetap dalam Firman artinya terus-menerus 
mempelajari Firman Tuhan. 
Dengan demikian bila digambarkan, pertobatan itu bukan suatu titik, tetapi 
seperti suatu garis panjang. Pertobatan juga merupakan pembaharuan pikiran yang 
tiada henti sampai maut menjemput kita. Jadi adalah wajar apabila selama hidup 
ini, kita akan terus merasa miskin di hadapan Tuhan, sebab keadaan kita belum 
seperti yang Tuhan kehendaki.

Jika ingin dimerdekakan, kita harus bertobat dari cara hidup yang salah.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
=============================================== 
From: FRS Sowong 

Kemuliaan

Bacaan: Lukas 17: 7-10
17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau 
menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang 
dari ladang: Mari segera makan! 
17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah 
makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan 
minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. 
17:9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah 
melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? 
17:10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang 
ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak 
berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."
------------------------------------------------------
KS-ILT
Luk 17:7 Dan siapakah dari antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang sedang 
membajak atau menggembala, yang pada waktu datang dari ladang, dia akan segera 
berkata kepadanya: Kemarilah, duduk makanlah!
17:8 Sebaliknya, tidakkah dia akan berkata kepadanya: Persiapkanlah sesuatu 
yang akan aku makan, dan dengan menyiapkan dirimu, layanilah aku sampai aku 
selesai makan dan minum, dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
17:9 Haruskah dia berterima kasih kepada hamba itu karena dia telah melakukan 
hal yang diperintahkan kepadanya? Aku rasa tidak!
17:10 Demikian juga kamu, bilamana kamu telah melakukan segala sesuatu yang 
diperintahkan kepadamu, katakanlah: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, 
karena kami telah melakukan apa yang wajib kami lakukan."

KJV
Luk 17:7 But which of you, having a servant plowing or feeding cattle, will say 
unto him by and by, when he is come from the field, Go and sit down to meat? 
Luk 17:8 And will not rather say unto him, Make ready wherewith I may sup, and 
gird thyself, and serve me, till I have eaten and drunken; and afterward thou 
shalt eat and drink? 
Luk 17:9 Doth he thank that servant because he did the things that were 
commanded him? I trow not. 
Luk 17:10 So likewise ye, when ye shall have done all those things which are 
commanded you, say, We are unprofitable servants: we have done that which was 
our duty to do. 

Dahulu kala, saat perbudakan masih dilaksanakan, para majikan tidak perlu 
berterima kasih kepada budaknya setelah mereka melakukan apa yang diperintahkan 
tuannya kepada mereka. Para budak dibeli oleh tuannya dan menjadi propertinya 
untuk seumur hidupnya. Sekalipun sekarang tidak ada perbudakan lagi, tetapi 
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kita harus bersikap seperti para budak. Tidak 
perlu kita menuntut ucapan terima kasih. Seharusnya kita berkata, "Aku hanyalah 
hamba yang tidak berguna, yang melakukan apa yang harus kulakukan" (ay. 10).
Sebagai seorang pelayan Tuhan, kita tidak boleh merasa telah memberi bagi 
Tuhan. 
Kita hanya mengembalikan; sebab Tuhan telah membeli kita dan harganya telah 
lunas dibayar (1Kor. 6:20). Kita bukan milik kita sendiri lagi, melainkan 
seratus persen milik Tuhan. Sekalipun kita mengorbankan semua yang kita miliki, 
hidup kita tetap milik Tuhan. 
---------------------------------------------------
KS-ILT
1Co 6:20 Sebab, kamu telah dibeli dengan suatu harga, karena itu, muliakanlah 
Elohim dengan tubuhmu dan dengan rohmu yang adalah milik Elohim.

KJV
1Co 6:20 For ye are bought with a price: therefore glorify God in your body, 
and in your spirit, which are God's. 

Namun kita sedih memperhatikan fenomena yang ada, karena beberapa hamba Tuhan 
bersikap bak selebritis, pejabat atau menteri. Punya asisten yang selalu 
membawakan Alkitab dan catatan khotbahnya, punya pengawal atau bodyguard yang 
senantiasa menjaga mengelilinginya dan mengosongkan lift jika ia mau memasuki 
lift. Jemaat mengultuskannya; menganggapnya orang kudus. Dan ia senang, sebab 
ia merasa berjasa. Ini benar-benar terjadi, padahal ini suatu kesalahan besar. 

Seharusnya sebagai seorang pelayan Tuhan, ia merasa risih diperlakukan demikian.
Sebagai seorang hamba Tuhan, kita harus mewajibkan diri sendiri untuk 
memancarkan kemuliaan Elohim: kemuliaan dalam moral, dalam kerendahan hati, 
dalam kesederhanaan, dalam ketulusan, dalam kesucian hidup kita. Bukan 
kemuliaan duniawi yang hanya menggetarkan orang sekitar kita. Maka tidak 
perlulah kita mengultuskan para hamba Tuhan; perlakukanlah mereka sepantasnya 
dengan hormat yang proporsional. Dan kalau kita hamba Tuhan sepenuh waktu, 
tidak perlulah kita ingin dimuliakan. Pandanglah Yohanes Pembaptis sebagai 
contoh bagi kita. 
Sekalipun anak seorang imam, namun ia hanya memakai baju kulit, tinggal di 
padang gurun, makan belalang dan madu hutan, dan memberitakan injil di 
padang-padang. Dia tidak tinggal di tengah semaraknya hidup anak-anak imam. 
Tapi di tengah padanglah ia berfungsi secara maksimal dan efektif.
Keagungan dan kemuliaan kita bukanlah terletak pada hal-hal duniawi, tetapi 
pada sikap hidup kita yang harus memancarkan kemuliaan HaMashiakh. Di sanalah 
kita dapat menjadi terang dan garam dunia.

Sebagai seorang hamba Tuhan, kita harus memancarkan kemuliaan Elohim, bukan 
kemuliaan duniawi.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.
=============================================== 
From: FRS Sowong 

Proses

Bacaan: Roma 12 : 2
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh 
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Elohim: apa 
yang baik, yang berkenan kepada Elohim dan yang sempurna.
----------------------------------------------------
KS-ILT
Rom 12:2 Dan janganlah menjadi serupa dengan zaman ini, tetapi biarlah kamu 
diubah oleh pembaruan pikiranmu, agar kamu membuktikan apa itu kehendak Elohim, 
yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.

KJV
Rom 12:2 And be not conformed to this world: but be ye transformed by the 
renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and 
perfect, will of God. 

Dalam pertumbuhannya, seorang anak harus melalui proses tumbuh kembang sesuai 
dengan usianya. Kita tidak bisa mengharapkan seorang bayi yang baru dilahirkan 
langsung bisa berbicara dan berjalan sendiri. Makanannya pun harus disesuaikan 
dengan usianya. Itu merupakan serangkaian proses yang harus kita lalui untuk 
melihatnya bertumbuh menjadi seorang manusia dewasa. Seiring dengan perjalanan 
hidup untuk mengenal Tuhan Yesus dan melakukan perintah-Nya, maka proses 
diperanakkan oleh Elohim juga berlangsung dalam hidup kita. 

Proses diperanakkan oleh Elohim adalah proses untuk menjadi serupa seperti 
Yesus, dan semua ini tertulis dalam Alkitab. Masalahnya, seberapa banyak orang 
Kristen yang membaca dan mengerti Injil? Kalau tidak pernah tahu, bagaimana ia 
mengerti dan menerima Yesus? Kalaupun menerima Yesus, sebagai apa ia 
menerima-Nya? Tetapi kalau ia tidak menerima Yesus, bagaimana mungkin proses 
diperanakkan oleh Elohim terselenggara dalam hidupnya? 

Untuk itu, gereja harus tidak hanya menyelenggarakan ibadah atau liturgi, 
tetapi harus benar-benar mengajarkan firman yang murni yang memperkenalkan 
Yesus secara lengkap. Jemaat harus bisa dirangsang, didorong dan dimotivasi 
untuk mempelajari Firman dan melakukannya. 

Dalam bahasa modern, proses diperanakkan oleh Elohim disebut proses pengklonan 
(cloning). Sebab setelah zaman Perjanjian Baru, manusia diperhadapkan pada dua 
pilihan, diklon oleh Tuhan untuk menjadi serupa dan segambar dengan Yesus, atau 
diklon oleh iblis. Untuk menjadi serupa dan segambar dengan Yesus, kita harus 
mengalami pembaruan. Dan hanya Firman Tuhan yang dapat memperbarui kehidupan 
anak Tuhan dan yang bisa membuat orang mengerti kehendak Tuhan, yaitu apa yang 
baik, yang berkenan dan yang sempurna. 

Tugas gereja dan hamba Tuhan adalah menjadikan gereja sebagai pusat pusaran 
kebenaran untuk membawa jemaat bertumbuh dalam pengenalan yang sejati akan 
Yesus Kristus dan menjadi sempurna seperti diri-NYA, karena itulah proses 
diperanakkan oleh Elohim yang sebenarnya. Umur 70 tahun hidup kita di dunia 
adalah proses kita diperanakkan oleh Elohim. Kita tidak hanya dikandung dalam 
rahim ibu selama sembilan bulan lalu dilahirkan, tetapi selama di dunia ini 
kita dikandung oleh Roh Kudus agar kita memiliki pikiran dan perasaan sama 
seperti Yesus Kristus, sehingga Bapa bisa berkata, "Inilah anak yang Kukasihi, 
kepadanyalah Aku berkenan". Maka, pikirkanlah perkara yang di atas dan carilah 
dahulu kerajaan Elohim!

Jalani kehidupan kita sebagai proses diperanakkan oleh Elohim yang sebenarnya.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
================================================ 
From: FRS Sowong 

Pertanggungjawaban Iman

Bacaan: 1 Korintus 9:26-27
9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang 
sembarangan saja memukul. 
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah 
memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
-----------------------------------------------------
KS-ILT
1Kor 9:26 Jadi, aku berlari sedemikian rupa bukan seperti tanpa tujuan, aku 
meninju sedemikian rupa bukan seperti memukul angin.
9:27 Namun, aku menghajar tubuhku dan memperhambanya, supaya jangan setelah 
berkhotbah kepada yang lain, aku sendiri dapat menjadi tertolak.

KJV
1Co 9:26 I therefore so run, not as uncertainly; so fight I, not as one that 
beateth the air: 
1Co 9:27 But I keep under my body, and bring it into subjection: lest that by 
any means, when I have preached to others, I myself should be a castaway. 

Ada suatu penyakit yang menjangkiti jiwa manusia, yaitu tidak bertanggung 
jawab—khususnya untuk kehidupan iman. Seseorang bisa bertanggung jawab dalam 
banyak hal, tetapi ironisnya untuk kehidupan imannya, ia tidak merasa perlu 
memiliki pertanggungjawaban. Banyak orang yang berhasil dalam berbagai aspek 
kehidupannya, tetapi kehidupan imannya gagal. Orang seperti inilah yang 
dimaksud Tuhan Yesus dalam pernyataan-Nya: "Apa gunanya seseorang memperoleh 
seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?" (Mat.16:26). 
--------------------------------------------------
KS-ILT
Mat 16:26 Sebab seseorang diuntungkan apa, jika dia memperoleh seisi dunia 
tetapi jiwanya dibinasakan? Atau, apa yang akan seseorang berikan sebagai 
pengganti jiwanya?

KJV
Mat 16:26 For what is a man profited, if he shall gain the whole world, and 
lose his own soul? or what shall a man give in exchange for his soul?

Paulus bersaksi bahwa ia tidak berlari tanpa tujuan dan bukan petinju yang 
sembarangan saja memukul, supaya jangan sampai terjadi sesudah berkhotbah 
mengajar orang, dia sendiri ditolak. Kata "ditolak" dalam teks aslinya adalah 
ἀδόκιμος (adókimos) yang juga berarti "menjadi terbuang" , "tidak berharga 
secara moral", "tidak lulus". Untuk itu ia mengibaratkan dirinya seperti 
seorang atlet yang berjuang sekeras mungkin dalam pertandingan. Inilah yang 
dimaksud 
dengan pertanggungjawaban iman. 

Orang yang bisa memperoleh segenap dunia adalah orang-orang yang bertanggung 
jawab dalam hidup. Ia pasti rajin belajar di sekolah, bekerja keras, berkarier 
dengan segenap hati dan memaksimalkan semua potensi demi sebuah kesuksesan. 
Tetapi orang yang bertanggung jawab dalam kehidupan umum belum tentu 
bertanggung jawab dalam kehidupan imannya. Sebaliknya, orang yang bertanggung 
jawab dalam kehidupan imannya pasti bertanggung jawab dalam kehidupan umumnya; 
jika tidak, berarti pertanggungjawaban imannya belum benar. 

Pertanggungjawaban iman artinya menyaksikan kepada dunia sekitarnya bahwa 
dirinya adalah anak Elohim. Tentu bukan untuk pamer, tetapi kehidupan iman yang 
benar akan menjadi kesaksian di dunia yang gelap ini. 
Banyak orang Kristen merasa telah memenuhi pertanggungjawaban imannya dengan 
pergi ke gereja seminggu sekali, membayar persepuluhan dengan setia. Lebih 
lagi, kalau seseorang sudah menjadi aktivis jemaat, bahkan menjadi pendeta, 
pasti ia merasa telah memiliki pertanggung jawaban iman yang baik. 
Tetapi pertanggungjawaban iman yang benar adalah menjadi tidak serupa dengan 
dunia ini. Ini sangat penting, sebab dari sinilah tampak apakah seseorang 
melangkah menuju kerajaan terang, atau kerajaan kegelapan. Itu sudah terlihat 
jelas sejak masih hidup di dunia ini. Seorang yang beriman harus memiliki cara 
hidup yang berbeda dengan mereka yang tidak beriman kepada Yesus Kristus.

Pertanggungjawaban iman yang benar adalah menjadi tidak serupa dengan dunia ini.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Kirim email ke