From: FRS Sowong 

Orang Kaya Dan Orang Miskin

Bacaan: Matius 11: 29-30
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah 
lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
-----------------------------------------------
KS-ILT
Mat 11:29 Pikullah kuk-Ku atasmu dan belajarlah dari-Ku, sebab Aku lemah lembut 
dan rendah hati dan kamu akan mendapatkan kelegaan bagi jiwamu,
11:30 karena kuk-Ku itu halus dan beban-Ku itu ringan."

KJV
Mat 11:29 Take my yoke upon you, and learn of me; for I am meek and lowly in 
heart: and ye shall find rest unto your souls. 
Mat 11:30 For my yoke is easy, and my burden is light. 

Tidak otomatis kita bisa menerima kelegaan atau perhentian yang disediakan oleh 
Tuhan, tetapi ada mekanisme atau prosedurnya. 
Dalam ay. 29, Tuhan mengatakan, setelah kita memikul kuk yang dipasang-Nya dan 
belajar pada-Nya, jiwa kita akan menerima ketenangan (kelegaan). Berarti 
prosedurnya adalah, menerima beban terlebih dahulu, kemudian belajar dari 
Tuhan, baru diberi kelegaan.

Kuk atau gandar (ζυγός, zygós) mengacu pada sesuatu yang menekan, membelenggu 
atau mengikat. 
Biasanya kuk dikenakan pada lembu agar tidak liar tetapi bisa dikendalikan 
untuk membajak sawah, seperti kekang bagi kuda. 
Dalam tekanan tertentu –dengan masalah dan persoalan-, kita bisa mengerti apa 
yang Tuhan ajarkan. 
Tekanan itu bisa berupa suasana yang kondusif untuk mengenal kebenaran, yaitu 
saat kita dengan rendah hati dan berpikir sederhana mau menerima apa pun yang 
Tuhan ajarkan tanpa sikap penolakan. Yang menolak adalah mereka yang memiliki 
banyak keinginan atau hasrat.

Joseph Brotherton (1783–1857) adalah seorang pendeta dan politikus Inggris yang 
mempunyai batu nisan yang luar biasa di makamnya. Luar biasa bukan karena 
terbuat dari marmer Italia atau porselen Cina, melainkan karena di nisannya 
tertulis kalimatnya sendiri, "My riches consist not in the extent of my 
possessions but in the fewness of my wants." (Kekayaanku bukan karena banyaknya 
harta bendaku, melainkan karena sedikitnya keinginanku.) 
Brotherton benar, sebab pada dasarnya orang-orang yang letih lesu dan berbeban 
berat adalah orang miskin, sebab mereka kaya dengan keinginan; tetapi orang 
kaya adalah yang miskin dengan keinginan.

Kita harus mau mengerti bahwa kelegaan atau perhentian yang disediakan Tuhan 
adalah tatkala kita mengenal keindahan Tuhan, yaitu damai sejahtera dan 
kemuliaan kerajaan-Nya. Dengan itu kita berhenti mengingini dunia ini, sebab 
keinginan daging dan keinginan mata bukan berasal dari Bapa, tetapi dari dunia 
(1Yoh. 2:15–17). Orang yang masih mengingini dunia ini akan binasa.
-----------------------------------------------------
KS-ILT
1 Yoh 2:15 Janganlah mengasihi dunia ataupun hal-hal yang di dalam dunia. Jika 
seseorang mengasihi dunia, kasih Bapa tidak ada padanya.
2:16 Sebab segala sesuatu yang di dalam dunia: keinginan daging dan keinginan 
mata dan keangkuhan hidup, tidaklah berasal dari Bapa, melainkan berasal dari 
dunia.
2:17 Dan dunia sedang berlalu, juga keinginannya, tetapi siapa yang melakukan 
kehendak Elohim ia tinggal sampai selamanya.

KJV
1Jn 2:15 Love not the world, neither the things that are in the world. If any 
man love the world, the love of the Father is not in him. 
1Jn 2:16 For all that is in the world, the lust of the flesh, and the lust of 
the eyes, and the pride of life, is not of the Father, but is of the world. 
1Jn 2:17 And the world passeth away, and the lust thereof: but he that doeth 
the will of God abideth for ever. 

Kelegaan atau perhentian pada dasarnya adalah keselamatan yang diberikan Tuhan 
kepada manusia yang telah dilepaskan dari belenggu Iblis dengan segala 
keinginannya. Keinginan-keinginan itu membuat manusia tidak mengingini Tuhan. 
Oleh sebab itu jangan artikan belenggu kuasa gelap sebagai sesuatu yang 
bersifat mistis dan pelepasannya pun mistis, tetapi segala hasrat yang memenuhi 
pikiran seseorang, itulah belenggu. Semua pikiran yang bukan dari Tuhan adalah 
dari Iblis yang membinasakan; pelepasannya adalah menggantikannya dengan 
pikiran Tuhan, yaitu pengenalan akan Elohim Bapa dan Anak.

Orang miskin adalah orang yang kaya dengan keinginan; orang kaya adalah orang 
yang miskin dengan keinginan.

Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
=============================================== 
From: FRS Sowong

Elohim Itu Ada

Bacaan: Mazmur 14: 1-7
14:1. Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: 
"Tidak ada Elohim." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat 
baik.
14:2 TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk 
melihat, 
apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Elohim.
14:3 Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang 
berbuat baik, seorangpun tidak.
14:4. Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan, yang memakan habis 
umat-Ku seperti memakan roti, dan yang tidak berseru kepada TUHAN?
14:5 Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Elohim menyertai 
angkatan yang benar.
14:6 Kamu dapat mengolok-olok maksud orang yang tertindas, tetapi TUHAN adalah 
tempat perlindungannya.
14:7 Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel! Apabila TUHAN 
memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan 
bersukacita.
-----------------------------------------------
KS-ILT
Maz 14:1 Untuk pemimpin musik. Oleh Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya, 
"Tidak ada Elohim!" mereka berbuat jahat; mereka berbuat kekejian; tak seorang 
pun yang berbuat baik.
14:2 YAHWEH memandang ke bawah dari surga kepada anak-anak manusia untuk 
melihat, apakah ada orang bijaksana yang mencari Elohim.
14:3 Mereka semua telah menyimpang; dan mereka bersama-sama telah menjadi keji; 
tidak ada seorang pun yang berbuat baik, bahkan tidak seorang pun!
14:4 Apakah semua yang melakukan kejahatan tidak menyadari, ketika mereka 
menelan umat-Ku bagaikan makan roti? Mereka tidak berseru kepada YAHWEH.
14:5 Di sana mereka ketakutan terhadap ancaman, karena Elohim berada di antara 
generasi yang benar.
14:6 Kamu mencemooh nasihat orang miskin, tetapi YAHWEH tempat perlindungannya.
14:7 Siapakah yang akan membawa keselamatan Israel dari Sion? Ketika YAHWEH 
membawa kembali umat-Nya dari pembuangan, biarlah Yakub bersukacita, Israel 
bergembira.

KJV
Psa 14:1 <To the chief Musician, A Psalm of David.> The fool hath said in his 
heart, There is no God. They are corrupt, they have done abominable works, 
there is none that doeth good. 
Psa 14:2 The LORD looked down from heaven upon the children of men, to see if 
there were any that did understand, and seek God. 
Psa 14:3 They are all gone aside, they are all together become filthy: there is 
none that doeth good, no, not one. 
Psa 14:4 Have all the workers of iniquity no knowledge? who eat up my people as 
they eat bread, and call not upon the LORD. 
Psa 14:5 There were they in great fear: for God is in the generation of the 
righteous. 
Psa 14:6 Ye have shamed the counsel of the poor, because the LORD is his 
refuge. 
Psa 14:7 Oh that the salvation of Israel were come out of Zion! when the LORD 
bringeth back the captivity of his people, Jacob shall rejoice, and Israel 
shall be glad. 

Mazmur ini merupakan mazmur yang sangat penting, dan karenanya Daud 
mengulanginya dua kali dengan kata-kata yang hampir sama dalam Mzm. 53. Banyak 
orang yang tidak percaya bahwa Elohim itu ada, sebab mata dunia tidak melihat 
Elohim yang memang tidak kelihatan itu.

Sebagai orang yang ingin belajar mengalami Tuhan dengan nyata, pertama-tama 
kita harus percaya bahwa Elohim itu ada. Tetapi parahnya, banyak orang yang 
mengaku Kristen tetapi berkelakuan sama dengan orang-orang bebal yang berkata 
dalam hatinya, "Tidak ada Elohim."

Dalam ay. 1, perhatikan bahwa dikatakan "dalam hatinya". Ini berarti mereka 
bisa saja mengaku dengan mulut bahwa mereka percaya kepada Elohim, tetapi dalam 
hatinya mereka berharap bahwa Elohim itu tidak ada. 
Di sini digunakan kata אֱלוֹהִים (Ĕlohim), bukan יהוה (YHWH). YHWH adalah nama 
TUHAN yang menyatakan keberadaan-Nya, sebab berarti "AKU ADALAH AKU"; tetapi 
Ĕlohim berarti juga "hakim" atau "pemerintah", sehingga ayat ini menyatakan 
bahwa orang bebal berharap bahwa tidak ada Elohim yang menjadi Hakim atau 
Pemerintah alam semesta ini.

Maka apabila orang mengaku Kristen tetapi tetap berkelakuan bejat dan jahat, 
atau munafik—meski baik di permukaan tetapi di dalamnya mempunyai motif 
terselubung untuk kepentingan dan keagungan dirinya sendiri, itu sejatinya sama 
saja dengan menganggap Elohim itu tidak ada, sebab ia tidak mengakui ada Hakim 
dan Penguasa alam semesta yang harus disembah olehnya.

Apabila kita ingin mengalami Tuhan dengan nyata, kita harus percaya dengan 
sungguh-sungguh bahwa Tuhan kita adalah Elohim yang hidup dan nyata. Apa yang 
ditulis dalam Alkitab bukan omong kosong atau bualan semata, melainkan 
kebenaran yang dapat dipercayai. Jika Tuhan menyatakan diri-Nya kepada 
tokoh-tokoh Alkitab, itu adalah fakta kehidupan dan pengalaman konkret yang 
mereka alami. 
Peristiwa-peristiwa dalam Alkitab itu harus terus dibaca berulang-ulang, 
sehingga kisah-kisah tersebut menjadi nyata dan dekat dengan hidup kita.

Membaca Alkitab bukan seperti memasuki museum, melainkan memasuki realitas 
hidup, seperti hidup kita hari ini. Kita harus mempercakapkan Firman Tuhan 
setiap hari dan merenungkannya siang dan malam. Kita harus menjunjung tinggi 
pengalaman tokoh-tokoh iman sebagai petunjuk kita bergaul dengan Tuhan. Dengan 
demikian kita tidak akan terpengaruh dengan pola tindak manusia yang tidak 
menganggap Elohim itu ada, tetapi mata rohani kita melihat Elohim dengan jelas.

Dengan memercayai Alkitab, mata rohani kita akan melihat Elohim dengan jelas.
Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit. 
============================================= 
From: FRS Sowong 

Visi Dari Tuhan

Bacaan: Kejadian 41: 38-45
41:38 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat 
orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Elohim?"
41:39 Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Elohim telah memberitahukan 
semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan 
bijaksana seperti engkau.
41:40 Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh 
rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."
41:41 Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau 
menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."
41:42 Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan 
mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada 
kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya.
41:43 Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan 
berserulah orang di hadapan Yusuf: "Hormat!" Demikianlah Yusuf dilantik oleh 
Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.
41:44 Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Akulah Firaun, tetapi dengan tidak 
setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir."
41:45 Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak 
Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul 
sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.
------------------------------------------------------
KS-ILT
Kej 41:38 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya, "Dapatkah kita 
menemukan yang seperti ini, seseorang yang padanya ada Roh Elohim?"
41:39 Dan Firaun berkata kepada Yusuf, "Oleh karena Elohim membuat kamu 
mengetahui semua hal ini, maka tidak seorang pun yang berakal budi dan 
bijaksana seperti engkau.
41:40 Engkaulah yang berkuasa atas istanaku dan kepada perkataan mulutmu 
segenap rakyatku akan menaatinya; hanya pada takhta inilah aku lebih besar 
daripadamu."
41:41 Dan berkatalah Firaun kepada Yusuf, "Lihatlah, aku telah mengangkat 
engkau menguasai seluruh negeri Mesir."
41:42 Maka Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya 
ke jari Yusuf, dan dia memakaikan pakaian dari lenan halus kepadanya dan 
menggantungkan kalung emas pada lehernya.
41:43 Dan dia membuatnya berkendaraan kereta miliknya yang kedua -dan orang 
berseru di hadapannya, "Hormat!"- dan memberikan kepadanya kuasa atas seluruh 
tanah Mesir.
41:44 Dan berkatalah Firaun kepada Yusuf, "Akulah Firaun, tetapi tanpa engkau 
seorang pun tidak akan mengangkat tangannya ataupun kakinya di seluruh tanah 
Mesir"
41:45 Lalu Firaun menyebut nama Yusuf: Zafnat-Paaneah, dan dia memberikan 
kepadanya Asnat anak Potifera, imam di On, sebagai istrinya. Dan Yusuf pergi 
menjelajah seluruh tanah Mesir.

KJV
Gen 41:38 And Pharaoh said unto his servants, Can we find such a one as this 
is, a man in whom the Spirit of God is? 
Gen 41:39 And Pharaoh said unto Joseph, Forasmuch as God hath shewed thee all 
this, there is none so discreet and wise as thou art: 
Gen 41:40 Thou shalt be over my house, and according unto thy word shall all my 
people be ruled: only in the throne will I be greater than thou. 
Gen 41:41 And Pharaoh said unto Joseph, See, I have set thee over all the land 
of Egypt. 
Gen 41:42 And Pharaoh took off his ring from his hand, and put it upon Joseph's 
hand, and arrayed him in vestures of fine linen, and put a gold chain about his 
neck; 
Gen 41:43 And he made him to ride in the second chariot which he had; and they 
cried before him, Bow the knee: and he made him ruler over all the land of 
Egypt. 
Gen 41:44 And Pharaoh said unto Joseph, I am Pharaoh, and without thee shall no 
man lift up his hand or foot in all the land of Egypt. 
Gen 41:45 And Pharaoh called Joseph's name Zaphnathpaaneah; and he gave him to 
wife Asenath the daughter of Potipherah priest of On. And Joseph went out over 
all the land of Egypt. 

Dalam Ams. 29:18 dikatakan, "Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat." 
Kata "wahyu" di sini dalam teks bahasa aslinya (Ibrani) adalah חָזוֹן(khâzôn) 
yang selain wahyu, bisa pula diterjemahkan "visi", "impian", "penglihatan", 
"penyingkapan". 
Itulah sebabnya dalam Alkitab bahasa Inggris versi King James, ayat ini 
diterjemahkan, "Where there is no vision, the people perish." ("Apabila tidak 
ada visi, binasalah umat.")
-------------------------------------------------
KS-ILT
Ams 29:18 Bila tidak ada visi, rakyat dibiarkan tak terkendali, tetapi orang 
yang memelihara torat, berbahagialah dia!

KJV
Pro 29:18 Where there is no vision, the people perish: but he that keepeth the 
law, happy is he. 

Hari ini banyak orang yang hidup tanpa visi untuk hari esok, tanpa impian yang 
sehat. Tentu impian di sini bukan aktivitas jiwa pada waktu tidur, tetapi 
mengacu suatu kerinduan yang hendak dicapai. Visi atau impian ini sangat 
penting, sebab hidup adalah perjalanan, dan berakhir di manakah perjalanan 
tanpa arah tujuan?

Dalam pernyataannya, Rasul Paulus berkata, "Aku tidak berlari tanpa tujuan dan 
aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul." (1Kor. 9:26). 
--------------------------------------------------
KS-ILT
1Kor 9:26 Jadi, aku berlari sedemikian rupa bukan seperti tanpa tujuan, aku 
meninju sedemikian rupa bukan seperti memukul angin.

KJV
1Co 9:26 I therefore so run, not as uncertainly; so fight I, not as one that 
beateth the air: 

Ia memiliki arah yang jelas dalam perjalanan hidupnya. Seperti Paulus, kita 
harus memiliki arah atau tujuan perjalanan hidup ini. Tetapi bedanya dengan 
orang dunia, arah atau tujuan perjalanan hidup ini bukan kita yang menentukan, 
melainkan Tuhan. Jadi visi yang dimaksud di sini bukanlah impian kita, bukanlah 
cita-cita kita, bukanlah tujuan kita; tetapi visi Tuhan yang diberikan-Nya 
untuk hari esok kita.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Tuhan mau melibatkan banyak orang. Ia mencari 
orang yang dapat dan mau dilibatkan-Nya. Kisah-kisah dalam Alkitab membuktikan 
bahwa untuk mewujudkan rencana-Nya, Tuhan melibatkan orangorang pilihan-Nya, 
yaitu mereka yang mau menjadi kawan sekerjaNya. 
Tuhan memilih Abraham untuk meletakkan fondasi bangsa yang akan menurunkan 
Mesias; Ia memilih Yusuf untuk menyelamatkan keturunan Abraham; Ia memilih Musa 
untuk menyelamatkan bangsa Israel dari Mesir.

Sungguh suatu kehormatan bagi kita untuk ikut serta dalam rencana-Nya. Jadi 
mari kita kenakan visi yang ditempatkan Tuhan dalam diri kita dengan penuh 
kerelaan hati, dan berjuang untuk mencapainya sekalipun kita harus membayar 
harga dalam bentuk proses pendewasaan yang sangat berat. 
Paulus menggambarkannya seperti atlet yang melatih tubuhnya dengan sangat 
serius. Jika atlet duniawi yang memperebutkan hadiah yang fana saja mau 
berlatih dengan serius, tentu kita juga mau serius mewujudkan visi dari Tuhan, 
agar kita memperoleh mahkota abadi di 
kekekalan nanti.

Mari mengenakan visi dari Tuhan dan berjuang untuk mewujudkannya.
Dimodifikasi dari Truth Daily Enlightenment, dengan ijin penerbit.

Kirim email ke