From: "KISAH" <[email protected]> 

Edisi 202/November 2010 -- Rumania: Richard Wurmbrand 

PENGANTAR

Shalom,
Menghadapi penentangan bukanlah hal yang mudah. Apalagi penentangan yang 
dialami adalah penentangan terhadap kekristenan yang kita imani. Yesus mengajar 
kita untuk menunjukkan kasih kepada siapa saja, termasuk saat kita menghadapi 
penentangan. Iman seseorang akan diketahui melalui kasih dari setiap apa yang 
dilakukannya, termasuk saat menghadapi penentangan. Bisakah kita melakukan 
kasih dengan keadaan semacam ini?

Redaksi Tamu KISAH
Santi Titik Lestari
http://kekal.sabda.org
http://fb.sabda.org/kisah
______________________________________________________________________
KESAKSIAN

RUMANIA: RICHARD WURMBRAND

"Saya mengagumi orang-orang Komunis." Kalimat itu kelihatannya aneh keluar dari 
seorang pendeta yang telah menghabiskan empat belas tahun di penjara Komunis. 
Namun Richard Wurmbrand tulus saat mengatakan kalimat itu.

"Banyak orang Komunis rela mati untuk membela Utopia [sistem sosial politik 
yang sempurna yang hanya ada di bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak 
mungkin diwujudkan dalam kenyataan, Red.] mereka. Dibanding beberapa orang yang 
saya jumpai di gereja, mereka lebih berkomitmen sampai usaha yang penghabisan."

Dalam setiap orang yang memusuhinya, Richard Wurmbrand melihat seorang yang 
berpotensi menjadi seorang Kristen dan temannya. Dengan mengasihi 
lawan-lawannya, ia tidak hanya melihat banyak orang datang untuk mengenal 
Kristus, namun juga meningkatkan peluang-peluangnya untuk bersaksi.

"Ketika mereka memanggil saya 'Yahudi kotor' dan memberitahu setiap orang untuk 
tidak membaca buku saya, orang-orang segera keluar untuk melihat apa yang akan 
dikatakan oleh 'Yahudi kotor' ini," katanya sambil tertawa kecil. "
Saya menyambut siapa pun yang telah melawan
saya. Orang lain tidak selalu tertarik pada apa yang Anda katakan. 
Anda perlu menantang mereka pada Kebenaran sebelum Anda membagikan iman Anda. 
Untuk melakukan hal ini Anda harus mengerti dari mana mereka datang dan bisa 
berbicara dengan pintar. Namun kita juga harus ingat untuk selalu berbicara 
dalam kasih."

Kalimat-kalimat Richard Wurmbrand bukanlah kalimat-kalimat idealis yang tidak 
ia jalankan. Ia dan istrinya, Sabina, pernah menyambut seorang prajurit Nazi 
dalam rumah mereka. Ia dulunya bekerja di kamp konsentrasi terkenal yang 
menjadi tempat semua anggota keluarga Sabina dibunuh. Ketika prajurit itu 
melihat pengampunan dan kasih mereka baginya, ia dimenangkan bagi Kerajaan 
Tuhan.
(Catatan: Pernyataan-pernyataan ini dibuat dalam salah satu wawancara dengan 
Richard Wurmbrand sesaat sebelum ia meninggal pada bulan Februari 2001 yang 
lalu.)

Yesus mengajar kita bahwa orang lain akan mengenali iman kita melalui kasih 
kita terutama saat kasih itu muncul menghadapi penentangan. Bagaimana kita 
memperlakukan musuh-musuh kita sama pentingnya dengan bagaimana kita 
memperlakukan mereka dalam keluarga Kristen kita sendiri. Pada kenyataannya, 
tanggapan kita pada kritik seringkali menimbulkan pernyataan yang lebih hebat 
bagi Kekristenan daripada contoh lainnya. 
Saat orang-orang percaya mempraktikkan prinsip iman Kristen yang penuh kuasa 
ini, mereka membedakan diri mereka sendiri dari dunia. Tanggapan yang wajar 
terhadap penentangan adalah menolaknya atau membalasnya. Namun sebaliknya, 
orang-orang percaya berupaya memahami mereka, bukan menentangnya. Penentangan, 
jika ditempatkan pada cara pandang yang benar, seharusnya diterima sebagai 
peluang untuk melatih iman dan meneladani perintah-perintah Kristus.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Devosi Total
Judul asli buku: Extreme Devotion
Penulis: The Voice of the Martyrs
Penerjemah: Fintawati Raharjo, Irwan Haryanto
Penerbit: Yayasan Kasih Dalam Perbuatan (KDP), Surabaya 2005
Halaman: 18
______________________________________________________________________

Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman 
dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab 
kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap 
sifatnya. (Ibrani 10:34)
< http://alkitab.sabda.org/?Ibrani+10:34 >
--------------------------------------------------
KS-ILT
Ibr 10:34 Sebab kamu juga telah bersimpati dalam belenggu-belengguku dan kamu 
telah menerima jarahan yang menjadi milikmu dengan sukacita, karena mengetahui 
bahwa dalam dirimu sendiri memiliki harta benda yang lebih baik dan yang 
tinggal tetap di surga.

KJV
Heb 10:34 For ye had compassion of me in my bonds, and took joyfully the 
spoiling of your goods, knowing in yourselves that ye have in heaven a better 
and an enduring substance. 
______________________________________________________________________
POKOK DOA

1. Doakan saudara seiman kita yang rela dipenjara dan mengalami
berbagai tekanan untuk membela Kekristenan dalam pelayanan mereka.

2. Doakan agar Tuhan memampukan setiap orang percaya untuk
mempraktikkan prinsip iman Kristen dengan menunjukkan kasih
kepada setiap orang, sekalipun mengalami penentangan.

3. Doakan setiap orang percaya agar mampu memandang segala sesuatu
dengan cara pandang yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

========================================== 
From: "KISAH" <[email protected]> 
Edisi 201/November 2010 -- Memasuki Terang-Nya 

PENGANTAR

Shalom,
"Semua rekan-rekan judi saya mengetahui bahwa dari sepuluh kali berjudi, tujuh 
hingga delapan kali saya akhiri dengan kemenangan yang fantastis. Tetapi saya 
tidak bisa mengerti mengapa uang hasil judi tersebut tidak pernah terkumpul 
dengan aman di dalam tabungan saya." Pengakuan seorang pria yang dulunya 
terbelenggu judi di atas menjadi afirmasi terhadap kebenaran firman Tuhan dalam 
Amsal 13:11, "Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpul 
kan sedikit demi sedikit, menjadi kaya." 
Kisah hidup FK yang dramatis dan menyentuh tersebut dapat Anda baca pada KISAH 
edisi kali ini. Selamat menikmati dan semoga menjadi berkat bagi Anda semua!

Redaksi tamu KISAH,
Wilfrid Johansen
http://kekal.sabda.org
http://fb.sabda.org/kisah
----------------------------------------------------
KS-ILT
Ams 13:11 Harta dari kesia-siaan akan berkurang, tetapi siapa yang mengumpulkan 
dengan tangannya akan bertambah.

KJV
Pro 13:11 Wealth gotten by vanity shall be diminished: but he that gathereth by 
labour shall increase. 
______________________________________________________________________
KESAKSIAN

MEMASUKI TERANG-NYA
Keluarga besar saya (FK) memiliki sebuah tradisi yang sudah bertahun-tahun 
lamanya dilakukan, yaitu seluruh anggota keluarga berkumpul untuk menyambut 
datangnya Tahun Baru Imlek. Nenek moyang saya selalu merayakannya dengan judi 
dan pesta pora lainnya, walaupun hanya sekadar "hiburan" saja. Apabila di 
antara sanak saudara ada yang tidak bisa bermain judi, para orang tua bersedia 
mengajari mereka berbagai bentuk judi hingga dapat bermain dengan baik.

Saat saya sekolah di SMP, judi semakin melekat dalam diri saya.
Ketika saya beranjak dewasa dan sudah berumah tangga di tahun 1984, judi tidak 
lagi menjadi sekadar "hiburan" di lingkungan keluarga saja. Pulang bekerja saya 
tidak langsung kembali ke rumah tetapi langsung pergi ke tempat judi hingga 
larut malam. Saya sudah malang melintang berjudi di tempat-tempat judi yang 
terkenal di Bandung, Jakarta hingga ke luar negeri.

Setiap kali istri saya memberikan nasihat supaya saya meninggalkan kegiatan 
judi dan supaya saya mencurahkan lebih banyak perhatian kepada keluarga, maksud 
baik itu selalu berujung dengan keributan; hal itu terjadi hampir setiap hari. 
Selain istri saya, orang tua dan saudara-saudara saya juga ikut menegur dan 
menasihati agar saya tidak terlibat terlalu jauh dalam dunia judi, namun dengan 
bebal saya selalu mengatakan bahwa judi adalah "hobi" saya.

Sekalipun pemerintah melarang kegiatan berjudi, namun saya tidak peduli. Saya 
seringkali digerebek oleh polisi dan tidak jarang saya digiring hingga ke 
kantor polisi, namun setelah saya dibebaskan, saya tidak pernah jera, sebab 
judilah satu-satunya hal yang saya senangi. Semua rekan-rekan judi saya 
mengetahui bahwa dari sepuluh kali berjudi, tujuh hingga delapan kali saya 
akhiri dengan kemenangan yang fantastis. Tetapi saya tidak bisa mengerti 
mengapa uang hasil judi tersebut tidak pernah terkumpul dengan aman di dalam 
tabungan saya.

Teman-teman saya pun mengatakan bahwa uang hasil judi tersebut datangnya dari 
"setan" dan yang menghabiskannya adalah "jin". Di dunia judi apabila seseorang 
kalah berjudi, ia bisa kehilangan harta benda dan segala kepunyaannya, dan 
walaupun ia menang, hasilnya juga akan dihabiskan oleh "setan".
Walaupun demikian, saya tetap tidak dapat melepaskan judi dari hidup saya apa 
pun yang terjadi, dan ke mana pun saya pergi, saya selalu mencari tempat-tempat 
judi untuk menyalurkan "hobi" saya tersebut.

Pada bulan Agustus 2001 yang lalu, saya bertemu dengan seorang kawan lama saya, 
Edi Suhardiman. Pada saat itu ia mengajak saya untuk menghadiri sebuah 
pertemuan FGBMFI (Full Gospel Business Ministry Fellowship International -- 
Persekutuan Usahawan Injili Sepenuhnya Internasional) di rumah salah satu 
anggotanya di Bandung, saya langsung menolaknya. Tetapi karena saya melihat 
kegigihan dan semangatnya mencari jiwa yang tersesat seperti diri saya, maka 
pada kesempatan berikutnya ketika ia mengundang saya, dengan disertai perasaan 
sungkan, saya tidak kuasa lagi untuk menolaknya.

Pada saat saya sedang mengikuti pertemuan tersebut, saya merasa seakan-akan ada 
seseorang yang sedang menarik tangan saya untuk keluar dari dunia judi dan 
menunjukkan kepada saya sebuah jalan yang sangat indah dan penuh pengharapan. 
Pada hari-hari berikutnya, saat iman saya mulai bertumbuh setelah mengikuti 
pertemuan-pertemuan tersebut, saya mulai menghadapi pergumulan yang sangat 
berat dalam batin saya. Saya merasa ada dua kubu yang sedang berperang dalam 
diri saya. Kubu yang satu adalah "sosok" yang sedang menarik tangan saya untuk 
meninggalkan dunia gelap itu, tetapi kubu yang lain menarik tangan saya untuk 
tetap tinggal di dunia judi. Itulah sebabnya, sekalipun tubuh saya berada di 
tempat pertemuan, namun pikiran saya sering melayang ke tempat-tempat judi.

Setelah sekitar lima sampai enam bulan, saya merasa kelelahan dengan segala 
usaha saya sendiri untuk bisa lepas dari kegiatan judi. 
Pada suatu hari, ketika saya sedang duduk di rumah dalam keadaan tidak berdaya 
lagi dan mencoba merenungkan apa yang telah terjadi dalam diri saya, tiba-tiba 
saya mendapat penglihatan diri saya sedang mengendarai sebuah kendaraan yang 
melaju dari jalan yang salah ke arah jalan yang curam, penuh dengan batu-batuan 
yang kasar. 
Ketika saya berusaha untuk menghadapi bahaya itu dengan kekuatan sendiri, 
kendaraan itu tetap melaju dengan kencang sekalipun saya sudah berusaha 
menginjak pedal rem. 
Kemudian pada saat saya menyadari bahwa sebentar lagi kendaraan itu akan 
terjungkal dan saya akan masuk ke dalam jurang yang ada di hadapan saya, maka 
dengan segenap kesungguhan hati saya berseru, "Tuhan, saya tidak ingin mati 
dalam jurang itu. Tolonglah agar kendaraan ini dapat dikendalikan. Saya 
berjanji bahwa saya sungguh-sungguh mau berhenti berjudi." 
Ajaib! Tuhan menggantikan rem kendaraan yang tadinya macet dengan rem yang 
baru, sehingga kendaraan itu dapat dikendalikan dan saya tidak mati konyol di 
dasar jurang yang dalam itu.

Sejak saat itu saya menyadari bahwa ternyata saya tidak dapat berubah hanya 
dengan kekuatan saya sendiri. Saya memerlukan pertolongan Tuhan untuk mengubah 
hidup saya. Setelah saya mendapat penglihatan itu, Tuhan membalikkan arah 
"kendaraan" saya 180 derajat. 
Ketika sudah berbalik arah, saya dihadapkan dengan jalan mendaki yang penuh 
dengan bebatuan. Jalan tersebut adalah gambaran pergumulan panjang saya untuk 
meninggalkan dunia judi dengan total.
Sekalipun teman-teman akrab saya di dunia gelap itu mengejek dan memperolok 
saya, namun saya menerimanya dan saya berpisah dengan mereka untuk masuk ke 
dalam terang-Nya ajaib.

Terus terang saya mengatakan bahwa saya sedih berpisah dengan mereka, tetapi 
Tuhan telah menggantikan "kesedihan" itu dengan memberikan lebih banyak lagi 
kawan-kawan yang baik di FGBMFI Bandung. 
Biasanya jika musim liburan tiba, saya selalu melewatkan liburan itu dengan 
berjudi di luar negeri dengan kawan-kawan. Tetapi pada musim liburan tahun 
2003, saat saya mengalami kebimbangan dan kebosanan dalam diri saya, Tuhan 
menghibur saya dengan memberikan nyanyian dalam mulut saya. Bersama dengan 
kawan-kawan di FGBMFI, kami bermain gitar dan bernyanyi untuk mengagungkan nama 
Yesus.

Berbagai peristiwa telah terjadi dalam hidup saya, tetapi saat ini saya dapat 
menyatakan bahwa ketika saya berbalik kepada Yesus dan meninggalkan seluruh 
kejahatan saya, serta kembali menjadi ayah yang mencurahkan perhatian pada 
istri dan anak-anak saya, maka saya dapat melihat bahwa sukacita yang saya 
dapatkan di dunia ini tidak ada artinya jika dibanding dengan sukacita besar 
yang saya terima dari Kristus.

Diambil dan disunting dari:
Judul buletin: SUARA, Edisi 73, Tahun 2004
Penulis: KM
Penerbit: Yayasan Persekutuan Usahawan Injili Sepenuhnya Internasional (PUISI), 
Jakarta
Halaman: 13 -- 15
______________________________________________________________________
Sebab di dalam Dia Elohim telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya 
kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. (Efesus 1:4) < 
http://alkitab.sabda.org/?Efesus+1:4 >
----------------------------------------------------
KS-ILT
Ef 1:4 sebagaimana Dia telah memilih kita di dalam diri-Nya sebelum permulaan 
dunia, untuk menjadikan kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya di dalam 
kasih;

KJV
Eph 1:4 According as he hath chosen us in him before the foundation of the 
world, that we should be holy and without blame before him in love: 
______________________________________________________________________
POKOK DOA

1. Bersyukur pada Tuhan Yesus yang telah menjamah kehidupan FK sehingga 
terlepas dari ikatan judi. Doakan FK dan keluarganya agar semakin dekat dengan 
Tuhan dan semakin mengasihi-Nya.

2. Doakan orang-orang yang masih terikat dengan judi dan dunia gelap agar 
mereka segera bertobat dan kembali ke kehidupan yang benar, sesuai dengan 
Firman Tuhan.

3. Berdoa untuk keluarga-keluarga yang belum mengalami pemulihan dalam 
kehidupan mereka. Kiranya mereka tetap mengandalkan Tuhan Yesus dan apa yang 
menjadi pergumulan mereka dapat segera terjawab.
______________________________________________________________________
Pimpinan redaksi: Novita Yuniarti
Kontributor: Wilfrid Johansen
Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Berlangganan via email: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti berlangganan < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip KISAH: http://www.sabda.org/publikasi/kisah
Situs KEKAL: http://kekal.sabda.org
Facebook KISAH: http://fb.sabda.org/kisah
Twitter KISAH: http://twitter.com/sabdakisah
Kunjungi Blog SABDA di http://blog.sabda.org
Anda terdaftar dengan alamat email: [email protected]
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright (c) 2010 Kisah / YLSA -- http://www.ylsa.org
Katalog SABDA: http://katalog.sabda.org
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati

Kirim email ke