Alkitab
adalah satu-satunya dasar dan sumber kebenaran bagi iman dan praktik hidup
Kristen yang sehat dan bertanggung jawab. Namun faktanya adalah tidak sedikit
orang Kristen yang mau membaca Alkitab apalagi mengenal dan menafsirkannya
dengan bertanggung jawab. Lalu, bagaimana kita dapat mengenal Alkitab dengan
menafsirkannya dengan tepat?
 
 
 
Temukan jawabannya dalam:
BukuSeri Theologi Sistematika
MENGENAL ALKITAB
 
oleh:Rev. R. C. Sproul, Ph.D.
 
Penerbit:
Literatur Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT)
Malang, 2010 (edisi revisi)
 
Penerjemah: Literatur SAAT
 
 
 
Di
dalam buku Mengenal Alkitab, Rev. Dr. R. C. Sproul memaparkan banyak hal
praktis tentang pentingnya kita mengenal Alkitab dengan menafsirkannya dengan
bertanggung jawab. Di bab awal, beliau menguraikan pentingnya kita membaca dan
mempelajari Alkitab dengan memaparkan dasar Alkitab tentang signifikansi
belajar Alkitab dan problematika Kekristenan di abad ini. Kemudian, di bab
berikutnya, beliau beralih ke zaman Reformasi dari Dr. Martin Luther tentang
pentingnya pemahaman Alkitab pribadi dan penafsiran Alkitab pribadi sebagai
ganti terhadap penafsiran dari pihak Paus Katolik Roma. Konsep ini sering kali
disalahmengerti sebagai penafsiran Alkitab yang semaunya sendiri, padahal yang
dimaksud Luther dengan pemahaman dan penafsiran Alkitab pribadi adalah Alkitab
diperuntukkan untuk kaum awam dan tetap diperlukan penafsiran Alkitab yang
tepat melalui pendidikan tentang teks asli, konteks, dll yang memadai. Untuk
memperlengkapi kaum awam tentang cara menafsirkan Alkitab, maka di bab 3 dan 4,
Dr. Sproul mulai menguraikan banyak prinsip tentang ilmu penafsiran Alkitab
(hermeneutika). Di bab 3, beliau menguraikan perkembangan prinsip dan metode
penafsiran Alkitab mulai dari analogi iman, analisis genre, metode
gramatikal-historikal, metode penafsiran empat rangkap di Abad Pertengahan,
dll. Kemudian, di bab 4, beliau menjelaskan 10 aturan praktis dalam menafsirkan
Alkitab yang bertanggung jawab. Alkitab tidak bisa dipisahkan dari budaya di
mana Alkitab ditulis, maka di bab 5, beliau menguraikan kaitan Alkitab dengan
budaya dan bagaimana sikap kita mengaplikasikannya dalam kehidupan di zaman
sekarang. Dan di bab terakhir, beliau memberikan berbagai tools seperti 
tafsiran Alkitab, terjemahan Alkitab, konkordansi,
buku studi bahasa Ibrani dan Yunani, dll agar kita dapat memahami dan
menafsirkan Alkitab dengan lebih bertanggung jawab. Biarlah buku praktis namun
sarat dengan penyelidikan Alkitab yang cukup detail ini dapat membantu kita
lebih mencintai dan mengerti Alkitab untuk menggenapkan kehendak-Nya bagi kita
dan memuliakan-Nya.
 
 
 
Profil
Rev. Dr. R. C. Sproul:
Rev. Robert Charles (R. C.) Sproul, B.A., M.Div., Ph.D. adalah
Pendiri dan Ketua dari Ligonier Ministries sejak tahun 1971 dan kontributor 
bulanan pada majalah Ligonier’s TableTalk.Beliau juga menjadi Senior Minister 
of Preaching and Teaching di Saint Andrews Chapel in Sanford,
Florida, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di 
Westminster College, Pennsylvania; Master of Divinity (M.Div.) di 
Pittsburgh-Xenia Theological Seminary; Doktorandus (Drs.) di the Free 
University of Amsterdam; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dari Whitefield
Theological Seminary, U.S.A. Beliau
telah mengajar di Gordon-Conwell Theological Seminary, Reformed Theological
Seminary, dan Knox Theological Seminary. Beliau telah melatih kepemimpinan di 
International Council on Biblical Inerrancy dan the New Geneva Study Bible 
(editor umum). Beberapa buku yang ditulis
oleh beliau: Knowing Scripture, Classical Apologetics, The
Holiness of God, Chosen by God, Lifeviews, One Holy
Passion, Surprised by Suffering, The Hunger for Significance, Essential Truths 
of the Christian Faith, The Soul’s Quest for God, Faith Alone, The Invisible 
Hand, andGrace Unknown. Beliau
dan istri, Vesta tinggal di Florida, USA.
 
“Alkitab harus menjadi tolok ukur dan sarana untuk menilai segala hal dalam 
hidup setiap orang percaya.”
(Rev. Prof. Donald S. Whitney, Th.D., Spiritual Check-Up, hlm. 40)

Kirim email ke