PERBEDAAN
PENDAPAT
 
oleh: G. I.
Jeffrey Siauw, S.T., M.Div.
 
 
Perbedaan pendapat di
dalam pelayanan adalah hal yang lumrah. Tidak mungkin kita selalu bisa sepakat
dalam segala hal. Tapi saya jadi berpikir lebih jauh ketika menemukan banyak
orang yang bahkan menyukai perbedaan pendapat! Alasannya perbedaan pendapat
akan mempertajam keputusan kita, menolong kita berpikir lebih baik, dst. 
 
Saya setuju! Kita
perlu perbedaan pendapat. Orang yang maunya semua orang sama dengan dia mungkin
bukanlah pemimpin yang baik. Tetapi saya merasa ada yang salah ketika orang
sengaja membiarkan orang-orang yang akan berbeda pendapat masuk dalam satu tim
tanpa berpikir apakah itu baik atau tidak. Biasanya alasannya: “Kita perlu
orang yang kritis”, “Kita perlu orang yang berani bicara”, “Kita perlu orang
yang bukan ‘Yes man’, “Justru bagus kalau ada orang-orang yang berani beda”.
 
Saya percaya
perbedaan pendapat BISA baik, tapi tidak boleh ‘diagung-agungkan’ karena
sebenarnya BELUM TENTU baik. 
 
Ada perbedaan
pendapat yang disebabkan oleh karakter yang buruk. Ada orang-orang tertentu,
yang entah kenapa, memang suka dengan polemik. Selalu ada saja yang dia
permasalahkan dan dia tidak ragu untuk mendamprat siapa saja. Ada orang yang
berpikir dengan ‘aneh’, dan cara berpikirnya itu membuat dia melihat masalah
dari sudut pandang yang salah. Celakanya biasanya orang seperti ini ngotot
dengan pandangannya! Ada orang yang tidak pernah mau belajar melihat sudut
pandang orang lain karena baginya selalu dirinya yang benar. Bagi saya perbedaan
pendapat yang disebabkan oleh karakter yang buruk ini sama sekali tidak baik. 
 
Ada perbedaan
pendapat yang disebabkan oleh value atau konsep yang berbeda. Misalnya: Kalau
yang satu berpikir “asal jemaat datang, ikut kegiatan, aktif pelayanan, that’s 
good,
itulah pertumbuhan”, sementara yang satu lagi berpikir “that’s not good
enough, pertumbuhan harus lebih dalam dari itu”. Maka keputusan
dalam pelayanan pasti beda. Kalau perbedaan value-nya berkaitan dengan
integritas, itu sangat.. sangat.. serius. Kalau perbedaannya dalam hal konsep,
maka tergantung konsep apa yang menjadi perbedaan dan seberapa serius
perbedaannya. Tapi percayalah, tidak gampang merubah value atau konsep
seseorang, apalagi jika usia sudah lebih tua. 
 
Ada perbedaan
pendapat yang disebabkan oleh informasi dan pengalaman yang berbeda. Misalnya:
Orang yang pernah mengalami kesulitan keuangan yang parah dengan orang yang
tidak pernah mengalami kesulitan keuangan pasti akan mengambil keputusan yang
berbeda ketika berhadapan dengan bagaimana melakukan pelayanan diakonia. Orang
yang banyak terjun ke ladang misi dengan orang yang tidak pernah tahu ladang
misi pasti akan mengambil keputusan yang berbeda dalam mendukung pelayanan
misi. 
 
Silakan berbeda
pendapat, tapi menurut saya syarat mutlak yang harus ada pada tiap anggota
tim/pengurus/panitia/apa saja, adalah mereka harus teachable, humble dan loving 
each other. 
 
Teachable– Betapa pentingnya
ini. Kita tidak tahu segala hal. Apa yang menurut kita baik belum tentu selalu
baik. Maka selalu mau belajar, mau mendengar, sangat penting. 
 
Humble– Bagaimana mungkin
kita bisa bekerja sama tanpa kerendahan hati? Kalau kita selalu punya agenda
sendiri dan semua orang yang berbeda kita anggap menghalangi jalan kita, maka
tidak ada kerja sama. 
 
Loving each other– Bagi saya ini
mungkin yang paling penting. Kita boleh berbeda pendapat tapi kalau kita tidak
mengasihi satu sama lain, tidak menghargai, tidak berusaha menghindari
pertengkaran, melihat orang lain sebagai ‘yang bisa dipakai’, maka semua bisa
hancur. Seringkali orang sebut ini ‘spirit menjaga kesatuan’, tapi saya kira
lebih dalam dari itu. 
 
Saya simpulkan:
Perbedaan pendapat BISA baik asalkan KARAKTER (teachable, humble, loving each 
other)
orang-orang yang berbeda pendapat itu baik. Di luar itu, mencari orang-orang
yang berbeda pendapat untuk dimasukkan dalam satu tim, akan menghancurkan tim
itu.
 
Sebelum kita berkata
perbedaan pendapat adalah hal yang baik, coba pikir dulu apa yang menyebabkan
perbedaan pendapat itu? Sungguh, perbedaan pendapat BELUM TENTU baik! Adanya
orang-orang yang ‘berani bicara’. ‘berani beda pendapat’, ‘kritis’, dalam tim
BELUM TENTU baik! Lihat dulu apa yang menyebabkan dia berbeda. 
 
 
 
Sumber:
http://jeffreysiauw.blogspot.com/2011/10/perbedaan-pendapat.html
 
 
 
Profil G. I. Jeffrey Siauw:
G.
I. (Guru Injil) Jeffrey Siauw, S.T., M.Div.adalah gembala sidang Gereja Kristus 
Yesus (GKY)
Singapore. Beliau menyelesaikan studi Sarjana
Teknik (S.T.) jurusan Teknik Industri di Universitas Trisakti, Jakarta dan 
Master of Divinity (M.Div.) di Institut
Reformed, Jakarta. Saat ini beliau sedang menyelesaikan studi Master of 
Theology (M.Th.) bidang
Perjanjian Baru di Trinity Theological College, Singapore. Beliau menikah
dengan Yudith.
 
 
“Alkitab harus menjadi tolok ukur dan sarana untuk menilai segala hal dalam 
hidup setiap orang percaya.”
(Rev. Prof. Donald S. Whitney, Th.D., Spiritual Check-Up, hlm. 40)

Kirim email ke