INJIL YANG MENGUBAH KEHIDUPAN oleh:Pdt. Mariani Febriana Lere Dawa, Th.M.
Nats: Roma 1:16-17; Ibrani 4:11-13 Injil memiliki kuasa untuk mengubahkan. Adapun karakter Injil yang mengubahkan yang diungkapkan dalam Kitab Suci: 1. Firman Allah adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Rm.1:16; Ibr.4:12) Firman Allah memiliki kekuatan yang radikal untuk melahirkan barukan seseorang secara rohani. Firman Allah berkuasa untuk menyelamatkan, membebaskan, mempertahankan, dan memulihkan. Kitab Ibrani menyatakan bahwa Injil itu hidup dan kuat. Kedua kata ini menunjukkan bahwa Firman Allah tetap relevan dalam setiap zaman untuk membawa vitalitas dan penuh daya dalam mengubah kehidupan. 2. Firman Allah adalah kritikus sejati yang dapat membangun kehidupan orang percaya (Ibr. 4:12-13) Firman Allah berkuasa untuk menghakimi, membongkar dan mengevaluasi pembacanya. Firman Allah dapat menembus kedalam bagian terdalam dari hidup manusia. Tidak ada yang terlalu keras dan terlalu gelap untuk dapat ditembusi oleh Firman Allah. Ketika Allah berkehendak maka Firman-Nya dapat menembusi kehidupan seseorang untuk mengubahnya. Dalam hal ini tidak satupun yang dapat tersembunyi dan terlewati dari kuasanya yang membedah kehidupan manusia. Dalam ayat 13 dikatakan bahwa Firman Allah sanggup mengevaluasi pertimbangan dan pikiran hati kita (Ibr.4:12,13). Karakter firman disini menunjukkan bahwa Firman Allah dapat menghakimi kita secara tepat laksana kita diperhadapkan dalam dunia pengadilan. Firman Allah mengekspose pikiran dan sikap batin kita dan tidak ada gunanya menyembunyikan diri disana. Firman Allah membongkar pikiran yang akhirnya akan membentuk sikap dan mengarahkan tindakan kita dan akibat dari pekerjaan firman ini adalah permanen dalam diri seseorang. Bagaimana mengalami kuasa Injil yang mengubahkan itu? 1. Jujur terhadap diri sendiri dan dihadapan Allah serta tidak bersandiwara dihadapan Allah dan sesama (Ibr.4:13) 2. Rajin membaca kitab Suci dan melakukannya, sehingga Kitab Suci dapat menjadi bagian dari karakter hidup sehari-hari dan membentuk kebiasaan hidup sehari-hari (bdk. 2Tim. 1:13-14). 3. Menerima Firman Allah dengan senang hati (1Tes.2:13) Biarkan firman Allah menembusi hidup kita. Jangan pergi sebelum kita tahu dan sadar bahwa pisau bedah itu harus membedah hidup kita dan menantang apa yang harus kita lakukan. Berdoalah memohon rahmat Tuhan untuk melakukan kebenaran-Nya. Dalam hidup sehari-hari pertahankan sikap kita terhadap firman tersebut, yaitu hormatilah firman Allah; kala kita merasa kering rohani dan sulit berdoa, dekatkan diri kepda firman Allah itu karena firman itu hidup; Kala kita merasa lemah dalam melakukan tugas, datanglah kepada firman itu untuk menimba kuasa darinya; Jikalau kita ingin membedah hidup kita, datanglah kepada firman itu dengan jujur bagi diri sendiri; Jikalau kita ingin mendapat kritikan yang dapat mengubah hidup kita secara tepat dan benar datanglah kepada firman itu; Belajalar firman Allah dengan serius dan aplikasikan itu dalam hidup. Sumber: Ringkasan Khotbah di Gereja Kristus Tuhan (GKT) Hosana, Surabaya tanggal 20 Nopember 2011 (http://www.gkthosana.org/index.php?option=com_content&view=article&id=364:injil-yang-mengubah-kehidupan&catid=43:ringkasan-khotbah&Itemid=97) Profil: Pdt. Mariani Febriana Lere Dawa, M.T.S., Th.M.adalah staf dosen di Sekolah Tinggi Theologi Aletheia (dulu bernama: Institut Theologi Aletheia—ITA) Lawang. Beliau menamatkan studi Bachelor of Theology (B.Th.) dan Sarjana Theologi (S.Th.) di ITA Lawang pada tahun 1993 dan 1994; Dr. Theol. di Leuven Belgia (1995); Master of Theological Studies (M.T.S.) dan Master of Theology (Th.M.) di Calvin Theological Seminary, U.S.A. pada tahun 2001 dan 2003. “Alkitab harus menjadi tolok ukur dan sarana untuk menilai segala hal dalam hidup setiap orang percaya.” (Rev. Prof. Donald S. Whitney, Th.D., Spiritual Check-Up, hlm. 40)

