Doktrin
akhir zaman adalah salah satu doktrin Kristen yang paling digemari oleh banyak
orang Kristen dan pemimpin gereja saat ini. Berbagai pandangan akhir zaman
ditawarkan oleh beberapa theolog bagi orang Kristen mengakibatkan banyak orang
Kristen bingung dengan akhir zaman. Apa saja pandangan-pandangan tentang akhir
zaman yang ditawarkan mereka? Siapa pencetus dan penganutnya? Apa kelebihan dan
kekurangan masing-masing pandangan?
 
Temukan jawabannya dalam:
Buku
PANDANGAN KONTEMPORER DALAM
ESKATOLOGI:
Sebuah Studi tentang
Milenium
 
oleh:Prof.
Millard J. Erickson, Ph.D.
 
Penerbit: 
Literatur Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT)
Malang. 2009 (cetakan ketiga)
 
Penerjemah: Fenny Veronica
 
 
 
Sebelum
membahas doktrin akhir zaman, di Bagian 1, Dr. Millard J. Erickson membahas
pandangan-pandangan mengenai latar belakang perspektif terhadap akhir zaman,
yaitu dari Albert Schweitzer dan Charles Dodd, kemudian disusul di bab 2:
Rudolf Bultmann dan Jurgen Moltmann. Kemudian, di Bagian 2, di buku ini, Dr.
Erickson memaparkan 3 pandangan utama tentang akhir zaman, yaitu:
postmillenialisme, amillenialisme, dan premillenialisme. Kemudian, di Bagian 3,
beliau khusus menjelaskan turunan dari Premillenialisme yaitu Tribulasional:
Dispensasionalisme, Pretribulasionisme, Posttribulasionisme, dan
Midtribulasionisme (posisi tengah). Ketujuh pandangan di atas dianalisa dengan
cermat: tinjauan terhadap masing-masing pandangan, sejarah munculnya pandangan
tersebut, ajaran-ajarannya, dan sisi positif dan negatif dari masing-masing 
pandangan
dengan perspektif penelitian penafsiran Alkitab yang akurat. Di bagian
Kesimpulan, meskipun Dr. Erickson sendiri mengambil pandangan
Posttribulasionisme, beliau mengingatkan para pembaca akan berbagai perbedaan
pendapat tentang akhir zaman dan biarlah perbedaan itu mengakibatkan kita
saling menghormati bukan berdebat, karena kedatangan Kristus itu sendiri
menurut Paulus seharusnya menjadi penghiburan bagi orang percaya (1Tes.
4:13-18), bukan perdebatan. Biarlah melalui buku ini dapat menjadi studi banding
dalam mengenal doktrin akhir zaman yang berdasarkan eksegese teks Alkitab yang
dapat dipertanggung jawabkan sambil tetap menghargai pandangan akhir zaman
lainnya.
 
 
 
Profil
Penulis:
Prof. Millard
J. Erickson, B.A., B.D., M.A., Ph.D.yang lahir tahun 1932 adalah Distinguished 
Professor of
Theology di Western Seminary, Portland, Oregon. Beliau menyelesaikan studi 
Bachelor of Arts (B.A.) di University of
Minnesota; Bachelor of Divinity (B.D.) di Northern Baptist Theological 
Seminary; Master of Arts (M.A.) di The University of Chicago; dan Doctor of 
Philosophy (Ph.D.) di North
Western University. Beliau telah menulis beberapa buku, antara lain: The Living 
God, Man’s Need and God’s Gift, The
New Life, Christian Theology, God in Three Persons, dan The Word Became Flesh.
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke