MENGENAL KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS
Bagian 1: Apa itu Karunia?
 
oleh:Denny Teguh Sutandio
 
 
 
K 
etika kita mendengar
kata “karunia-karunia Roh Kudus”, apa yang ada di benak Anda? Banyak dari kita
langsung mengaitkannya dengan karunia bahasa lidah. Apakah karunia Roh Kudus
pasti identik dengan karunia bahasa lidah? Bagi saya, itu adalah kesimpulan
yang terlalu gegabah, karena Alkitab TIDAK pernah mengidentikkannya. Supaya
kita lebih mengerti lebih akurat dan bertanggung jawab, adalah bijak jika kita
mempelajari apa kata Alkitab tentang karunia-karunia Roh Kudus. Di bab ini,
kita akan belajar prinsip-prinsip dasar tentang karunia-karunia Roh Kudus dan
diharapkan melalui pelajaran di bab ini, kita makin mengerti apa itu
karunia-karunia Roh Kudus dan menggunakannya sesuai dengan karunia yang Allah
berikan (bukan memaksa Tuhan untuk memberikan karunia kepada kita).
DEFINISI
KARUNIA
Sebelum
membahas tentang karunia-karunia Roh Kudus, kita akan belajar apakah karunia
itu.
Dalam
bahasa Yunani, kata dasar untuk karunia adalah kharisma yang berarti:
1.             Suatu
Pemberian (gift) yang Diberikan
Gratis Kepada Semua Orang Percaya
Kata kharisma yang berarti suatu pemberian
yang diberikan gratis ini dapat dijumpai di dalam Perjanjian Baru: Roma 1:11; 
5:15-16; 6:23; 11:29; 1 Korintus 1:7; 2
Korintus 1:11. Sebagian ayat-ayat di atas (Rm. 5:15-16; 6:23; 11:29) mengaitkan
kata kharisma dengan anugerah
penebusan di dalam Kristus yang diperoleh oleh semua orang percaya yang telah
ditentukan Allah untuk menjadi anak-anak-Nya. Sebagian lain mengaitkan kharisma 
dengan karunia-karunia umum
yang diperoleh oleh setiap orang percaya tanpa kecuali.
 
2.             Pemberian
Khusus Kepada Beberapa Orang Kristen 
Selain itu, kata kharisma juga berarti pemberian khusus
kepada beberapa orang Kristen. Pemberian khusus ini bisa termasuk
karunia-karunia khusus maupun karunia-karunia rohani di dalam pembangunan tubuh
Kristus.
Kata kharisma yang berarti karunia khusus[1] terdapat dalam 1 Korintus 7:7. 
Menurut konteks 1 Korintus 7, Paulus sedang
membahas tentang pernikahan. Nah, di ayat 7, Paulus sedang membahas tentang
karunia menikah atau tidak menikah. Dengan kata lain, karunia khusus yang
sedang dibahas Paulus adalah karunia untuk menikah atau tidak menikah dan
tentunya karunia ini saya sebut sebagai karunia yang kurang berkaitan erat
dengan pembangunan tubuh Kristus. Saya mengatakan “kurang berkaitan
erat”, bukan “tidak berkaitan erat”, karena saya menyadari bahwa karunia
ini tetap berkaitan dengan pembangunan tubuh Kristus, meskipun porsinya kurang
signifikan dibandingkan karunia-karunia rohani yang akan dibahas selanjutnya.
Mengapa? Karena orang-orang percaya di dalam tubuh Kristus melihat apakah kita
memiliki karunia single atau menikah,
tetapi mereka tidak akan mengkhususkan orang-orang yang memiliki karunia single 
ke dalam satu kelompok yang
berbeda dari orang-orang yang menikah. Sedangkan mereka yang memiliki
karunia-karunia rohani seperti mengajar akan dikumpulkan menjadi satu tim di
dalam pembangunan tubuh Kristus, begitu juga halnya orang-orang yang memiliki
karunia menggembalakan, dll. Tidak mungkin orang yang memiliki karunia mengajar
dikumpulkan dengan orang yang berkarunia menggembalakan.
Sedangkan kata kharisma yang berarti karunia-karunia
rohani yang berkaitan dengan pembangunan tubuh Kristus terdapat dalam: Roma
12:6; 1 Korintus 12:4, 9, 28, 30 dst; 1 Timotius 4:14; 2 Timotius 1:6; dan 1
Petrus 4:10. Hal ini akan dibahas pada poin selanjutnya.

________________________________
 
[1]Saya menafsirkan
karunia-karunia khusus ini sebagai karunia-karunia khusus yang bersifat pribadi 
yang kurang berkaitan erat
dengan pembangunan tubuh Kristus.
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke