MENGENAL KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS
Bagian 9: Karunia Pembedaan Roh (1Kor. 12:10)
 
oleh:Denny Teguh Sutandio
 
 
 
Setelah membicarakan karunia nubuat,
Paulus mendaftarkan karunia berikutnya yaitu membedakan bermacam-macam roh.
Kata “membedakan” dalam teks Yunaninya διακρίσεις(diakriseis) yang merupakan 
kata benda
yang berfungsi sebagai subjek kalimat (nominatif), berbentuk feminin dan jamak
dari kata διάκρισις(diakrisis) yang berarti
perbedaan. Kata Yunani ini juga dipakai di dalam Ibrani 5:14 di mana LAI
menerjemahkannya sebagai “membedakan.” Kemudian kata “bermacam-macam roh” dalam
teks Yunaninya πνευμάτων(pneumatōn) berbentuk kata benda,
berfungsi sebagai kepemilikan (genitif), netral dan jamak dari kata 
πνεῦμα(pneuma). Kata πνευμάτων(pneumatōn) ini berarti roh-roh.
Jadi, dari studi kata ini, terjemahan yang lebih tepat adalah pembedaan
roh-roh.[1]
Lalu, apa arti karunia pembedaan roh-roh? Prof. Gordon D. Fee, Ph.D., D.D.
menafsirkan karunia ini dengan mengaitkannya dengan karunia nubuat di poin 6 di
atas dengan referensi 1 Korintus 14:29.[2] Prof. Dr. David L. Baker 
mengungkapkan hal serupa dengan menyatakan kaitannya
secara langsung,
Setiap nabi harus diuji kebenarannya, baik dari segi teologi maupun
berdasarkan etika… Namun sebenarnya kedua asas tersebut bersifat agak umum dan
tidak selalu cukup untuk menentukan sumber suatu nubuat. Belum pasti setiap
nabi yang berteologi tepat dan berlaku baik adalah nabi benar. Oleh sebab itu
Tuhan memberi karunia “pembedaan roh-roh” (diakresis
pneumatōn), yang berfungsi membedakan antara ilham yang berasal dari Roh
Kudus dan ilham yang berasal dari roh-roh lain…[3]
Sedangkan Rev. Prof. D. A. Carson, Ph.D. menafsirkannya sebagai karunia
pembedaan antara kuasa dari roh setan dari Roh Kudus (1Yoh. 4:1-6).[4] 
Saya pribadi lebih memilih menggabungkan dua tafsiran di atas.
Pertama-tama, tentu saja karunia pembedaan roh-roh menunjuk pada pembedaan
antara roh setan vs Roh Kudus, karena kalau kita memperhatikan konteksnya
khususnya di 1 Korintus 12:3, Paulus menjelaskan bahwa kuasa Roh Kudus
berkaitan dengan pengakuan bahwa Kristus sebagai Tuhan. Dan kalau kita kembali
melihat pengajaran Kristus, maka kita belajar bahwa Roh Kudus datang untuk
bersaksi tentang dan memuliakan Kristus (Yoh. 15:26; 16:14), sehingga siapa pun
yang mengaku diilhamkan “Roh Kudus” tetapi tidak memuliakan Kristus, berarti
orang itu jelas tidak dipenuhi Roh. Pembedaan roh juga didasarkan pada sisi
kemanusiaan Kristus, di mana roh yang tidak mengakui Kristus juga datang dari
Allah dalam daging, maka itu adalah roh setan, sedangkan roh yang mengakui
kemanusiaan Kristus adalah Roh Kudus (1Yoh. 4:1-3).
Kedua, pembedaan roh-roh juga
berkaitan dengan nubuat. Sebagaimana telah saya paparkan panjang lebar tentang
konsep nubuat di poin 6 di atas di dalam Perjanjian Lama di mana ada nabi asli
vs nabi palsu, maka nubuat pun ada yang asli dan palsu, dan karunia pembedaan
roh-roh ini dimaksudkan untuk membedakan manakah nubuat yang asli vs palsu.
Paulus mengulang hal ini, seperti yang dipaparkan oleh Dr. Fee, di dalam 1
Korintus 14:29, “Tentang nabi-nabi
baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi
apa yang mereka katakan.” Kita mungkin bingung: di dalam ayat ini, kita
tidak menemukan kata “membedakan”, lalu bagaimana mungkin ayat ini berkaitan
dengan karunia pembedaan roh-roh? Jika kita membaca terjemahan Indonesia, kita
tidak akan mendapatkan kata “membedakan”, namun ketika mencoba melihat dari
teks Yunaninya, kita menemukan ada kata Yunani: διακρινέτωσαν(diakrinetōsan)
di mana kata ini berbentuk kata kerja dan berbentuk perintah (imperatif) dari
kata διακρίνω(diakrinō). Kata ini di dalam teks LAI diterjemahkan, “menanggapi”,
yang seharusnya diterjemahkan “membedakan.” Dengan kata lain, maksud ayat ini
adalah seseorang yang mendapat karunia nubuat, minimal 2 dan maksimal 3 orang
yang berkata-kata, lalu orang yang lain yang hadir membedakan apakah yang
dikatakan berasal dari Roh Kudus atau roh setan.

________________________________
 
[1]KJV dan YLT: “discernings of spirits.”
New American Standard Bible (NASB): “the distinguishing of spirits.”
New International Version (NIV): “distinguishing between spirits.”
Dalam hal ini, English Standard Version (ESV) dan Revised Standard Version
(RSV) salah menerjemahkannya, “the ability to distinguish between spirits”, 
karena kata Yunani
yang dipakai untuk “distinguish”
adalah kata benda, bukan kata kerja.
[2]Gordon D. Fee, God’s Empowering Presence, hlm. 171-172.
[3]David L. Baker, Roh dan Kerohanian Dalam Jemaat: Tafsiran
Surat 1Kor. 12-14 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009), hlm. 64.
[4]D. A. Carson, Showing the Spirit, hlm. 31.
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke