Istilah “Kristen” berarti pengikut Kristus. Seharusnya setiap orang yang berani menyebut diri sebagai orang Kristen adalah mereka yang berani mengikut Yesus. Apa arti mengikut Kristus? Mengapa kita harus mengikut Kristus? Siapakah Kristus yang harus kita ikuti tersebut? Temukan jawabannya dalam: Buku MENGIKUT YESUS: Perenungan Alkitabiah tentang Kemuridan oleh: Bishop Dr. Nicholas Thomas (N. T.) Wright, D.Phil., D.D. Penerbit: Waskita Publishing, Jakarta, 2010 Penerjemah: Ev. Paul Santoso Hidayat, M.Th. Di bagian awal bukunya, salah satu pakar Biblika khususnya dalam bidang Perjanjian Baru (surat-surat Paulus), Dr. N. T. Wright menjelaskan siapakah Kristus di dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, mulai dari Yesus sebagai Korban Akhir yang menggenapi nubuat PL (Surat Ibrani), Kristus yang lebih tinggi dari kuasa-kuasa baik kuasa dunia, kuasa roh, dll (Surat Kolose), Kristus adalah Raja (Injil Matius), Kristus yang menampilkan kemuliaan Allah (Injil Yohanes), Kristus yang adalah Raja sekaligus Hamba Tuhan (Injil Markus), dan pemulihan segala sesuatu akibat dari Kristus yang mati dan bangkit (Kitab Wahyu). Keenam bab di bagian pertama ini dijelaskan satu per satu dengan menjelaskan latar belakang masing-masing kitab disertai aplikasi praktisnya untuk orang Kristen di zaman sekarang. Keenam prinsip tentang siapa dan signifikansi karya Kristus ini mempengaruhi cara kita mengikut Kristus baik di dalam iman, pola pikir, dan perilaku kita. Hal ini dipaparkannya di bagian kedua dari buku ini yang terdiri dari 6 bab pula, yang membahas kebangkitan tubuh, pembaharuan akal budi, pengertian akan pencobaan dan jalan keluarnya melalui salib dan kebangkitan Kristus, definisi neraka, apa itu sorga dan kuasa Allah di dalamnya, dan langit dan bumi yang baru kelak ketika Kristus datang kedua kalinya. Biarlah melalui buku ringkas dan sederhana kita, kita dimampukan untuk terus-menerus mengikut Kristus dengan terus memandang Kristus dan menjadi kurban hidup yang mempersembahkan keseluruhan diri kita kepada Dia yang disalib, bangkit, naik ke Sorga, dan akan kembali kedua kalinya kelak. Rekomendasi: “Ini adalah keilmuan dalam bentuk praktis terbaiknya. Khotbah-khotbah Wright selalu informatif, tak pernah berbelit, dan sangat mencerahkan. Juga sangat menantang.” Methodist Recorder Profil Dr. N. T. Wright: Bishop Dr. Nicholas Thomas (N. T.) Wright, D.Phil., D.D.yang lahir pada tanggal 1 Desember 1948 di Morpeth, Northumberland, Inggris adalah Bishop di Durham, Inggris, anggota dari International Anglican Theological and Doctrinal Commission, dan Fellow di Institute for Christian Studies, Toronto. Beliau menyelesaikan semua studinya di Exeter College (dari 1975, Merton College), University of Oxford, U.K. dan meraih gelar: B.A. dalam bidang Literae Humaniores, B.A. dalam bidang Theologi, M.A., Doctor of Philosophy (D.Phil.), dan Doctor of Divinity (D.D.). Beliau dianugerahi gelar D.D. dari: Aberdeen University (2001), Nashotah House (2006), Wycliffe College di Toronto (2006), Durham University (2007), John Leland Center for Theological Studies, Washington DC (2008), dan St. Andrews University (2009). Beliau juga mendapat Honorary Fellow dari Downing College, Cambridge (2003) dan Merton College, Oxford (2004). Selain itu, beliau juga dianugerahi gelar Doctor of Humane Letters (L.H.D.) dari Gordon College, Massachusetts, U.S.A. pada tahun 2003. Website beliau: www.ntwrightpage.com "Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata." (Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

