Rutinitas menjadi sesuatu yang membosankan. Bagaimana jika sesuatu yang
rohani menjadi rutinitas? Bagaimana kita mengembalikan rutinitas rohani menjadi
pembaruan rohani?
 
Temukan jawabannya dalam:
Buku
DISIPLIN ANUGERAH:
Dari Rutinitas Rohani ke Pembaruan Rohani
 
oleh:Rev. T. M. Moore, M.Div., M.C.E.
 
Penerbit: Literatur SAAT Malang, 2004
 
Penerjemah: Satya Hedipuspita
 
 
 
Rev. T. M. Moore membagi bukunya menjadi 2 bagian. Bagian pertama berisi
pendahuluan terhadap disiplin rohani dan tujuannya. Apa bedanya disiplin rohani
dengan rutinitas rohani? Apa akibat rutinitas rohani? Bagaimana membedakan
kedua hal tersebut? Di bagian ini, beliau mengarahkan kita untuk melihat bahwa
disiplin rohani bertujuan selain meningkatkan hubungan kita dengan Allah
sekaligus mengubah pribadi kita agar serupa dengan Kristus. Kemudian di bagian
2, Rev. T. M. Moore memimpin kita untuk meninggalkan rutinitas rohani menuju
kepada disiplin anugerah yang Allah inginkan. Di bagian ini, beliau mulai
menjabarkan tentang pentingnya kita menempatkan prioritas dalam menjalankan
disiplin rohani kita, kemudian mengatur waktu kita untuk membangun relasi
dengan Allah baik melalui pembacaan dan perenungan Alkitab, doa, berpuasa,
mengasihi sesama, dll. Kemudian, kita juga perlu menemukan rekan sejiwa kita di
dalam pertumbuhan rohani kita agar kita sama-sama bertumbuh. Setelah itu,
disiplin rohani ini mengarahkan kita untuk memulihkan rutinitas yang biasa kita
hadapi bersama dengan berfokus kepada Allah, misalnya bagaimana kita mengaitkan
antara makan dan Tuhan, berkendaraan dengan Tuhan, dll. Dan terakhir, beliau
mengarahkan kita untuk berlomba dalam disiplin anugerah dengan sabar dengan
cara melatih disiplin pertobatan, iman dan kepatuhan, dan mengucap syukur.
 
 
 
Testimoni:
“Ini adalah buku
yang mengagumkan tentang hikmat rohani. T. M. Moore menarik kita ke dalam suatu
kehidupan yang mengabdi pada Kristus dengan menggunakan sumber-sumber dari
semua tradisi Kristen, mulai dari Tertullian kepada Jonathan Edwards, dari
Kristen Celtic sampai kepada pemikir Injili terkini. Tetapi dia selalu tetap
menjaga fokus kita pada tempat yang seharusnya, pada Tuhan Yesus Kristus yang
hidup dan wahyu sempurna Allah dalam Kitab Suci.”
Rev.
Prof. Timothy George, Th.D.
(Dekan di Beeson
Divinity School, Samford University; Bachelor
of Arts—B.A./A.B. dari University
of Tennessee at Chattanooga; Master of
Divinity—M.Div. dari Harvard Divinity School; dan Doctor of Theology—Th.D. dari 
Harvard University)
 
“Di sini Anda akan
diarahkan kepada praktik-praktik disiplin yang telah mengubah para pengikut
Kristus sepanjang abad-abad yang lalu. Sebuah buku praktikal, bijaksana, dan
berguna, khususnya bagi kelompok dan kelas pemuridan.”
John
H. Armstrong, D.Min.
(Adjunct Professor of Evangelismdi Wheaton College Graduate School; B.A. dalam
bidang Sejarah dan Master of Arts—M.A.
dalam bidang Theologi dan Misi dari Wheaton College dan Doctor of 
Ministry—D.Min. dari Luther Rice Seminary, Atlanta,
Georgia.)
 
“Jika Anda ingin
bertumbuh secara rohani, buku ini bagaikan penuntun yang akan menolong Anda.
Ikuti petunjuk-petunjuknya dan tuailah berkatnya. Buatlah buku Disiplin 
Anugerah sebagai dasar dari
pembaruan rohani pribadi Anda.”
Luder
G. Whitlock, Jr., Ph.D.
(Senior
Fellowdari the Trinity Forum dan Presiden Excelsis; alumni: University of 
Florida,
Westminster Theological Seminary, dan Vanderbilt University)
 
“Setiap pengikut
Kristus mengalami saat kekeringan rohani. Itulah sebabnya mengapa buku T. M.
Moore sangat menolong; dia menunjukkan pada kita bagaimana cara untuk menemukan
sukacita dalam bertemu Tuhan tiap hati. Ini adalah buku penuntun praktikal
untuk menemukan suatu angin sejuk dalam perjalanan Anda bersama Tuhan.”
Whitney
T. Kuniholm
(Presiden Scripture Union, U.S.A.;
alumni Houghton College dalam
bidang Alkitab dan Bisnis)
 
 
 
Profil Rev. T. M.
Moore:
Rev. T. M. Moore,
M.Div., M.C.E.adalah Ketua The
Fellowship of Ailbe,
persekutuan rohani di dalam tradisi Kristen Celtic dan dekan dari the Centurions
Program. Beliau juga melayani sebagai Content Manager bagi The Chuck Colson 
Center for Christian
Worldview dan Editor Umum bagi The Worldview
Church. Beliau menyelesaikan
studi Bachelor of Arts (B.A.) di the
University of Missouri dan Master of
Divinity (M.Div.) dan Master of
Christian Education (M.C.E.) di Reformed Theological Seminary, U.S.A. Beliau
mengambil studi tambahan di the University of Pretoria, the University of
Miami, dan the University of Wales. Beliau dan istrinya, Susie, memiliki 4
orang anak dan 11 cucu dan mereka semua tinggal di Hamilton, Virginia.
 
"Kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang 
Kristen tentang betapa miskin dan menjijikkannya dirinya, yang memimpinnya 
untuk merendahkan dirinya dan meninggikan Allah semata."
(Rev. Jonathan Edwards, A.M., Pengalaman Rohani Sejati, hlm. 100)

Kirim email ke