TAICHI & YOGA 

 "Pada hari Senin & Selasa tanggal 28&29 Mei 2012 silam, pada seminar di
Surabaya, beberapa orang mengajukan pertanyaan "apakah kita boleh berlatih
Taichi / Yoga ?"  soalnya ada jemaat yang mengikutinya. Pertanyaan itu patut
diperhatikan karena bertepatan dengan peringatan 'Hari Pentakosta' pada hari
Minggu 27 Mei 2012 sehari sebelumnya dan sekaligus mengingatkan kita
"seberapa jauhkah kita mengenal dan mengerti Roh Kudus dan kuasanya dalam
hidup kita?"

Adanya pertanyaan semacam itu juga menunjukkan bahwa banyak jemaat curiga
terhadap latihan batin Taichi & Yoga sehingga mempersoalkannya. Mengapa
sebagian jemaat mengikutinya dan apakah sebenarnya Taichi & Yoga itu
sebenarnya sehingga menimbulkan kecurigaan di kalangan jemaat? 

Mengapa Mengikutinya ?

Tentu orang mempertanyakan mengapa ada orang kristen mengikuti Taichi & Yoga
bahkan ada pendeta yang menjadi pelatih Taichi / Yoga padahal secara
eksplisit diketahui bahwa Taichi adalah latihan kebatinan Taoisme dan Yoga
adalah latihan kebatinan Hinduisme?

Setidaknya kita bisa melihat adanya tiga alasan umum mengapa ada
pendeta/jemaat mengikuti latihan Taichi & Yoga, yaitu: 

Pertama, daya tarik promosi kesehatan. Banyak orang mengikuti karena tidak
tahu apa sebenarnya Taichi & Yoga tersebut, mereka umumnya tertarik karena
Taichi & Yoga dipromosikan sebagai obat untuk kesehatan jasmani dan
mengobati penyakit, dan dikalangan jemaat tidak ada penyuluhan dari pihak
gereja mengenai hal ini apalagi kalau kalangan gereja sendiri juga kurang
mengerti. Biasanya, kalangan 'kurang tahu' ini bila telah diberi tahu mereka
mengundurkan diri dari latihan tersebut.

Ada cerita menarik belasan tahun silam ketika Taichi ramai dilatih di taman
umum disebuah kota di Jawa Tengah. Sebuah gereja karena merasa bertanggung
jawab atas kesehatan iman jemaatnya yang banyak yang mengikuti olah batin
itu di taman umum bahkan berdampak meninggalkan persekutuan doa gereja di
pagi hari, mengundang YABINA untuk memberikan ceramah mengenainya. Ketika
ceramah diberikan pada hari pertama, sekalipun tidak ada larangan, ternyata
besok paginya, banyak jemaat sadar dan meninggalkan latihan olah batin di
taman umum itu dan kembali mengikuti doa pagi di gereja sehingga pelatihan
di taman umum itu menjadi sepi pengunjung. Situasi ini membuat marah
pengurus olah batin itu sehingga siang-harinya empat wakil mereka termasuk
tokoh taichi dan seorang dokter mengunjungi penulis dirumah pendeta dimana
penulis menginap dan mengajak bicara untuk mempersoalkan keadaan itu. Mereka
marah dan menuduh gereja melarang jemaatnya berlatih.

Dengan kuasa yang diberikan oleh Roh Kudus, YABINA bisa berbicara dengan
kasih kepada mereka sehingga nada suara mereka yang semula tinggi
lama-kelamaan menjadi merendah dan akhirnya mereka mengundurkan diri.
Malamnya pada ceramah kedua kuasa dari Roh Kudus menaungi ceramah tersebut
melebihi kekuatan olah batin manusia. Gejala ini menunjukkan bahwa mereka
yang terbuka hatinya akan Roh Kudus setelah mendapat penjelasan dalam
hatinya timbul kesadaran untuk menghindari pelatihan mistik yang daya tarik
promosi kesehatannya menarik itu.

Kedua, sinkretisme. Sinkretisme adalah pencampuran beberapa keyakinan dalam
hidup manusia tanpa seseorang menyadari bahwa itu tidak benar. Misalnya
seseorang yang menyembah Allah di surga, tapi di rumah mereka menyembah
nenek-moyang dengan memelihara abu mereka pada meja sembahyang. Seseorang
yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus tetapi masih percaya jimat-jimat dan
percaya tahyul. Tidak mudah menghadapi hal ini apalagi kalau menghadapi
praktek-praktek agama tradisi yang sudah turun menurun dilakukan oleh
keluarga.

Ketiga, inklusivisme. Lebih dari sinkretisme karena sikap yang mendua, dalam
inklusivisme dipercaya bahwa semua agama itu sama, semuanya menuju 'Yang
SATU itu' dan tokoh-tokoh agama seperti Sai Baba, Buddha, Yesus, Muhammad,
Maitreya, dan lainnya dianggap adalah juru-selamat yang sama yang menjadi
perantara (avatar) antara manusia dan 'Yang SATU Itu.' Ada pendeta pelatih
Taichi, ketika menginap dirumah seorang majelis disebuah kota, tidak
mengajak tuan rumah berdoa layaknya doa orang kristen tetapi bersemedi di
bawah pancuran di kolam taman yang diinapinya, itu dikeluhkan si majelis.
Biasanya pendeta yang menjadi pelatih Taichi/Yoga adalah pendeta yang sudah
terpengaruh faham liberal inklusif yang menganggap semua agama itu sama
karena itu jalan-jalan keselamatan agama-agama termasuk 'olah batin agama
mistik' dianggap sama sahihnya dengan jalan doa dan ibadah kristen.
Penebusan darah Kristus sebagai jalan keselamatan kristen tidak dianggap
unik sebab kita bisa juga menjalaninya melalui disiplin kebatinan misalnya
dengan meditasi Taichi atau Yoga.

Apakah Taichi & Yoga Itu ?

Taichi & Yoga adalah latihan kebatinan yang juga dianggap sebagai jalan
keselamatan dalam agama mistik seperti agama Tao dan Hindu. Dalam agama
mistik tidak dipercaya adanya Tuhan yang berpribadi. Tuhan hanyalah kekuatan
Tao atau Brahman dimana roh manusia adalah bagian dari kekuatan itu (Atman
bagian dari Brahman). Olah Batin Taichi & Yoga melatih seseorang
mengembalikan dirinya kepada sumbernya yaitu 'Yang SATU Itu' agar ia
memperolah kesehatan sempurna dan kelimpahan hidup terutama melalui meditasi
dan olah batin agar terjadi keseimbangan 'yin-yang.' 

Konsep 'kuasa besar semesta' yang tidak berpribadi itu bisa dilihat jelas
dalam film Star Wars dimana kalau umat Kristen memberi berkat dengan
mengucapkan 'May God be with You' (God disini berpribadi) maka dalam agama
mistik atau yang dikenal sebagai 'New Age' ucapan itu menjadi 'May The Force
be with You' (Force disini hanya kekuatan tak berpribadi).

Dalam agama mistik dipercayai bahwa manusia memiliki kekuatan Chi (dalam
Taichi) atau Kundalini (dalam Yoga) yang adalah bagian kecil (micro cosmos)
dari kekuatan besar atau chi semesta itu (macro cosmos), dan melalui
pelatihan kebatinan (gerakan, nafas, maupun semedi) untuk mencapai
keseimbangan "yin & yang," chi itu akan bersatu dengan sumbernya karena
keduanya sehakekat. Dalam beberapa buku Taichi, "chi" itu disamakan dengan
"ruach" ibrani atau dengan kata lain "Roh Allah" dianggap sekedar kekuatan
besar semesta dan direndahkan menjadi sekedar sehakekat dengan "roh manusia"
dan roh manusia ditinggikan menjadi sehakekat dengan Roh Allah. 

Ada yang secara sinkretis dan inklusif beranggapan apa salahnya kita
bermeditasi (sekalipun mengarah pada kekuatan mistik) asalkan kita mulai
dengan doa kepada Tuhan yang Mahaesa yang berpribadi? Keabsahan pandangan
ini bisa kita uji dalam meditasi salah satu bentuk olah batin mistik lainnya
yaitu 'Waitankung.' Dalam Waitankung pada awalnya, untuk membangkitkan
'energi dasar' (the force) dalam dirinya dilakukan gerakan-gerakan yang
menggetarkan badan sambil bermeditasi mengosongkan diri dengan maksud agar
'energi dasar' atau yang disebut 'sien tien chi' itu bisa dikembangkan
secara penuh dan mencapai keseimbangan agar dapat mencapai penyatuan dengan
sumbernya dan manusia menjadi sempurna sehat lahir dan batin. Pengosongan
diri dalam meditasi mistik dengan membangunkan kekuatan batin manusia
mempertanyakan diri kita: "Mau dikemanakan Roh Kudus Pentakosta yang telah
dikaruniakan kepada kita itu?" Apakah Olah Batin itu tidak mengabaikan dan
mendukakan Roh kudus yang dikaruniakan didalam diri umat percaya? Suatu
penolakan kepada Roh Kudus agar bisa bertumpu pada kekuatan besar yang ada
dalam diri manusia. Bukankah Yesus mengajarkan agar kita 'menyangkali diri'
dan mengikut Kristus?

Dari namanya saja kita bisa melihat falsafah dibalik nama Taichi. 'Tai'
artinya maha besar / sesuatu yang tak terbatas, ini menunjuk pada dasar
falsafah Taoisme yang beranggapan bahwa asal segala sesuatu adalah kekuatan
yang maha besar dan yang tak terbatas. 'Chi' berarti Inti atau Pusat
manusia, atau dengan kata lain melatih 'Taichi' berarti membangunkan
kekuatan maha besar yang tak terbatas dalam diri manusia agar menyatu dengan
kekuatan maha besar semesta.

Dalam Yoga, kekuatan batin / energi dasar itu dinamakan 'Kundalini' atau
'dewi ular.' Melalui latihan meditasi dan olah batin Yoga kundalini yang
sedang tidur di cakra satu / dasar (dibawah organ kelamin) dibangunkan agar
mencapai cakra ketujuh / mahkota (di ubun-ubun), maka manusia yang
mempraktekkannya akan menjadi mempunyai kekuatan sempurna dimana ia bisa
mati kapan ia suka dan untuk mencapai hidup kekal yang sebenarnya.

Akhir Kata . . . . . 

Kasus Taichi & Yoga mengajak kita untuk merenungkan sampai dimana kita
mengerti dan mengenal Roh Kudus, pribadi Allah yang ketiga itu?

Dari firman Tuhan kita mengerti bahwa orang yang telah percaya, maka Tuhan
Yesus Kristus melalui Roh Kudus akan melahirkan kita baru dan akan mendiami
kita sebagai 'Penolong Yang Lain' (Yoh.14-16). Roh Kudus akan memberi kita
kuasa dan kebenaran dan menolong kita dalam menjalani kehidupan kita.
Janganlah kita menganggap Roh Kudus atau Roh Allah (yang berpribadi) itu
sekedar sebagai kekuatan batin 'Chi' atau 'Kundalini' karena itu mendukakan
Allah. Kita harus memilih antara keduanya, dan kalau kita memilih 'Roh
Kudus' sebagai pembimbing kita sebaiknya kita mengikuti jalan doa dan
kebenaran dan bukan jalan meditasi mistik, sebab kalau tidak kita justru
lambat-laun akan terseret masuk ke agama-agama mistik itu.

Pernah seorang gadis di Jakarta ketika masih di SMA rindu menjadi pendeta
dan ingin masuk ke STT, sebelum cita-citanya kesampaian, kerusuhan SARA
menyebabkan sekeluarga pindah ke negeri Belanda. Di sana, ia bergabung
dengan gereja liberal yang tidak lagi membicarakan firman Tuhan dan terbiasa
melakukan 'dialog interfaith' dan melatih 'taichi & yoga.' Beberapa tahun
kemudian gadis itu tertarik Buddhisme dan sekarang menjadi biksuni. Kalau
kita memasukkan pelatihan kebatinan dan meditasi mistik 'taici & yoga' ke
dalam gereja dan bukan sebaliknya, maka kita sudah terpengaruh misi mistik
kebatinan termasuk agama Taoisme dan Hinduisme yang tanpa kita sadari telah
kita masukkan ke dalam gereja.

"Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang
kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi
tidak menurut Kristus." (Kol.2:8)

A m i n !

Salam kasih dari YABINA ministry ( <http://www.yabina.org> www.yabina.org)

 

Kirim email ke