Kalau memang sudah "benar-benar" menguasai MS Office, pindah ke
OpenOffice (baik Linux maupun Windows) sepertinya tidak terlalu sulit.
Tiga komponen MS Office yaitu Word, Excel, Powerpoint cukup
"terwakili" oleh OpenOffice. Mungkin hanya "pengganti" Access yang
masih perlu dipelajari dari awal. Yang sering terjadi di lingkngan
saya, begitu melihat tampilan dan struktur menu yang berbeda,
kebanyakan orang sudah menyerah, bukannya berusaha sedikit
menyesuaikan diri.
Mengenai Drive C: D: dll, anggap saja di Linux cuma ada 1 Drive aja,
yaitu "/". Nah, folder "My Documents"-nya itu ya di "/home/user".
Mudah kan? Asal jangan diberi system mode text aja pasti kalau ada
kemauan cepat bisa.


--- In [email protected], habibillah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> openoffice kan hampir sama kayak ms office, tapi ya butuh
penyesuaian juga
> sih hehe...
> kalo masalah drive C, D, dll, biasanya aku bilang matemen yang belum
ngerti
> linux kalo nyimpen file smuanya di /home/nama_user, trus aku mount
partisi
> windows di /mnt/ (pake style mandriva ok tuch)
> 
> On 1/21/07, nur_agus_transfer <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   Kakak-kakak senior...
> >
> > Tolong dong kasih best-practice konfigurasi linux untuk pengguna
> > windows dummies. Misalnya gimana supaya orang nggak bingung dengan
C:, D:
> >
> > Soalnya kalo untuk kantor pemerintah masih akan sulit kalo Linux nya
> > nggak bener2 kita set buat dummies. Belum lagi masalah OpenOffice.
> > Kalo buat ngetik sih nggak papa, tapi kalo buat laporan keuangan
> > kayaknya tetep harus ngajarin....
> >
> > Thanks...
> >
> >  
> >
> 
> 
> 
> -- 
> Open Main with Open Source
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke