On Dec 9, 2007 11:42 PM, Waskito Adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > pake dd juga bisa tuh... > silakan dicoba > man dd >
Disarikan dari manual 'dd', masih segar, malam ini juga, sambil ngetik imel... ;-) Jika kloning tdk via jaringan alias lokal, pasang aja 2 harddisk, 1 yg asli/sumber, 1 yg jadi target. Booting dr harddisk 1 (tentunya isi Linux, distro terserah; klo isinya Win$, ga da printah 'dd'). Boleh juga boot dr CD installer Linux, distro jg (hampir) boleh apa aja... Jika udah dapet prompt root (mungkin anda harus login dulu jika via harddisk 1, klo via CD installer, beberapa distro ga pake login-loginan) maka jalankan proses cloning: PERINTAHNYA ==> dd if=/dev/hda of=/dev/hdc Keterangan: 'if' itu singkatan dr 'input file' (CMIIW) dan 'of' itu adalah 'output file' (CMIIW). Makanya, nilainya adalah nama partisi; kalo ingin cloning keseluruhan harddisk 1 ke harddisk 2 agar mereka berdua menjadi kembar mbar (hehe) ya seperti itu tadi. Asumsinya, harddisk 1 adalah yang 'primary master' (hda) trus si harddisk 2 adalah yang 'secondary master' (hdc). Kalo ingin kloning partisi tertentu saja, ya tinggal sesuaikan perintahnya; tapi kebanyakan orang kalo cloning, maksudnya adalah kloning keseluruhan harddisk, AFAIK... Info tambahan, masih dari manual 'dd'... Jika ingin liat status sejauh mana prosesnya berlangsung, maka kirimkan sinyal USR1 kepada PIDnya si 'dd'... Perintah konkretnya, baca manual yach... :-)
