Memberi Alternatif, Menekan Pembajakan

*

Dengan lahirnya komunitas Open Source, perkembangan dan nasib perangkat
lunak (software) sepertinya tidak lagi berada di tangan vendor melainkan
bakal ditentukan oleh pengguna (user). Inilah manifesto yang kemudian
dikembangkan menjadi pergerakan software gratis oleh para komunitas di
seantero dunia. Seperti apa komunitas Open Source di Batam?

* *

*ARMAN, Batam*

Hingga awal tahun 2009 ini, di Batam sedikitnya tercatat dua komunitas
pecinta produk-produk software dari Linux. Mereka adalah Batam Linux User
Group (Blug). Komunitas ini merupakan kumpulan para muda pecinta teknologi
informatika komputer (TIK) yang kebanyakan dari kalangan mahasiswa Poltek
Batam, khususnya mahasiswa tekhnik informasi. Base Camp-nya pun nangkring di
lantai 7 gedung Politeknik Batam, tepatnya di Poss Centre Poltek Batam.

Komunitas ini sudah berdiri sejak tiga tahun yang lalu. Selain mengoprek
software, para IT gigs ini juga rajin ngumpul-ngumpul untuk sekedar sharing
soal perkembangan open source hingga ngomongin soal penemuan software baru
karya para tukang ‘ngoprek’ itu. Selebihnya, mereka rajin ‘merayu’
teman-teman mereka untuk ikut-ikutan menginstal produk open source di
komputernya.

“Kami senang kalau ada yang terpengaruh. Dan kami juga punya milis di
batam.linux.or.id,” ujar Misni Harjo, salah satu anggota Blug yang saat ini
masih tercatat sebagai mahasiswa semester IV jurusan Teknik Informatika,
Politeknik Batam.
Komunitas kedua dari pecinta open source di Batam menamakan dirinya sebagai
gerakan linux untuk rakyat atau disingkat Gelora. Komunitas ini mengklaim
dirinya sebagai kiblatnya para pecinta open source di Batam.

Bedanya dengan Blug, komunitas Gelora dipandegani oleh para eksekutif dan
profesional. Selain itu, meski tanpa kantor, komunitas ini memiliki struktur
komite yang lebih jelas. Tak sekedar komunitas saja.

“Secara komite kami ada tujuh orang, mereka memiliki bidang dan wilayah
kerja masing-masing,” ujar Donal Pangihutan yang ‘menjabat’ sebagai
infrastruktur di Gelora.

Namun, apapun latarbelakang dari anggota kedua komunitas tersebut, mereka
memiliki tujuan yang sama, yakni menyebarkan ‘virus’ cinta open source.
Dengan semangat open mind, komunitas-komunitas ini menyebarluaskan software
open source secara gratis kepada masyarakat. Mereka menyebutkan, sistem
Linux lebih stabil, aman dari virus, bebas cracker dan tentu saja gratis.
Meski, diakui atau tidak, kata terakhir itulah yang menjadi magnet bagi
tukang “ngoprek” software untuk membuat aplikasi-aplikasi baru itu.

“Apalagi, dari segi fitur dan tampilan, untuk ukuran barang yang gratisan,
produk open source sudah sangat canggih,” kata Abdi Bhakti, anggota Blug
yang lain.

Di balik gerakan penyebaran virus ini, para komunitas ternyata juga
menyelipkan misi yang terbilang cukup mulia. Yakni meminimalisir tindak
kejahatan berupa software piracy atau pembajakan software. Sebagai
informasi, saat ini Indonesia berada di urutan ke-12 di dunia dengan tingkat
pembajakan piranti lunak sebesar 84 persen. Angka ini setara dengan kerugian
USD411 juta atau sekira Rp5 trilun.

“Ini sebagai alternatif bagi para pengguna software. Kalau budget-nya tidak
cukup untuk membeli produk Microsoft, ya pilih saja open source,” tukas
Nusra Pardana, anggota Blug yang lain.

Senada dengan Nusra, Donal juga berpendapat, selain untuk alternatif gerakan
open source ini merupakan edukasi IT untuk masyarakat.

“Gerakan ini untuk memberikan warna baru. Bahwa dunia IT khususnya untuk
level operating system (OS) tidak hanya didominasi oleh Microsoft atau yang
kita kenal dengan Windows-nya,” kata Donal.

Soal wacana dominasi, kata Donal, gerakan open source sebenarnya berawal
dari negara Eropa yang benci akan monopoli pasar yang dilakukan oleh
perusahaan raksasa milik Bill Gates, Microsoft.

Namun demikian, dalam pergerakan ini para komunitas tidak melangkah secara
laten dan ekstrem untuk meruntuhkan pasar yang selama ini dikuasai oleh
Microsoft. Sekali lagi, mereka hanya ingin membantu pihak-pihak tertentu
untuk terus bisa beraktifitas dengan komputernya tanpa harus merogoh kocek
dalam-dalam. Makanya, mereka juga tak terlalu ‘maksa’ masyarakat untuk
berpaling dari Microsoft.

“Kalau mau aman dan nyaman, pakai yang ber-lisensi (produk asli Microsoft).
Tapi kalau tidak bisa mendapatkan itu, pakailah produk Linux,” kata Donal.

Meski baru berusia setahun, penetrasi untuk promosi penggunaan open source
yang dilakukan Gelora memang lebih menggelora dibandingkan dengan Blug.
Tidak hanya menggelar iven, Gelora juga rajin memberikan ‘les’ gratis untuk
instansi-instansi seperti sekolah bahkan pemerintahan.

Bahkan, kata Donal, seluruh komputer di Pemko Batam sedang menjajaki
penggunaan produk open source mulai dari server hingga klien.

Tak mudah bagi Donal dan anggota komunitas lainnya untuk menyebar ‘virus’
open source ini. Walau pada kenyataannya, ada setumpuk kemudahan dan
keuntungan dari penggunaan produk-produk Linux ini. Selain berkutat soal
minimnya pengetahuan masyarakat, kendala penyebaran virus open source adalah
soal paradigma kebanyakan orang yang memang sudah dicetak untuk
Microsoft-minded.

Namun Donal yakin, apapun kendala itu, semua hanyalah soal waktu. Cepat atau
lambat masyarakat akan segera melihat mana yang lebih menguntungkan.
Efisiensi, kata itulah yang menurut Donal akan menjadi alasan cerdas kenapa
orang memilih produk Linux untuk OS dan aplikasi komputernya. ***

-- 

...............deede32.tk.......

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

"This is my way being a linuxer..."
http://jogja.linux.or.id
http://jogja.linux.or.id/wiki/

Untuk berhenti langganan silahkan kirim email kosong ke:
[email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jogja-linux/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jogja-linux/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke