Bismillah,

Salam Linux.

Seiring berjalannya tahun 2009 banyak perubahan yang terjadi di dunia Linux.


Linus Torvald sendiri telah mengumumkan kernel terbaru 2.6.29 yang mendukung
file system Btrfs. Btrfs yang dibuat oleh Chirs Mason ini direncanakan akan
menggantikan filesystem Ext.

Logo Tuz akan menggantikan Tux Penguin yang merupakan kontribusi dari pihak
Linuz terhadap penyelamatan spesies Tasmanian Devil. Bravo Linuz.
Logo Tuz bisa dilihat disini. <http://en.wikipedia.org/wiki/Tuz#Tuz>

Cerita2 tentang alam, Tuz sendiri merupakan tetangga dekat Tux, karena Tux
tinggal di kutub selatan sedang Tuz tinggal di selatan Australia yaitu di
pulau tasman yang secara geographic berdekatan dan masih bersuhu dingin.

Tasmanian Devil sendiri bisa kita lihat di
sini.<http://en.wikipedia.org/wiki/Tasmanian_devil>
yang merupakan hewan carnivora dan marsupial yang hanya bisa ditemukan di
pulau tasman. Spesies langka ini mengalami kepunahan dan salah satu penyebab
kematian yang menyerang hewan ini adalah Facial tumor atau tumor wajah.
Lewat gerakan opensource ini para pakar Linux telah mengenalkan alam kepada
komunitas Linux di seluruh dunia salah satunya dengan mengambil penamaan
dari alam. Tentu msh segar dalam ingatan kita release terbaru ubuntu yang
diberi code Jaunty jackalope. Jackalope sendiri hewan langka yang baru saya
kenal justru karena mengikuti release2 terbaru dari ubuntu.

Kembali ke master logo Linux, Tux penguin. Dari sebuah film dokumenter
tentang kehidupan penguin dapat saya generalisasikan antara kehidupan
penguin dengan kehidupan komunitas pengguna Linux. Apa itu?

Penguin hidup di iklim yang sangat. extreme yaitu di kutub selatan yang
sangat dingin. Suhu tertinggi tdk lebih dari 0 derajat dan suhu terendah
minus 50 derajat. Untuk mencari makan penguin harus menyelam ke air yang
sangat dingin itu untuk kelangsungan hidup mereka.

Komunitas pengguna Linux pun demikian adanya. Hidup di dalam keterbatasan,
ketidakcompatibelan, tidak didukung driver dan lain2. Tapi pengguna linux
tetap berjuang mencari cara agar sistem operasi linux mereka tetap bisa
eksis digunakan sepanjang hari. Bahkan semangat opensource yang menyebabkan
pengguna tidak perlu membayar lisensi pun tidak menjadikan Linux booming
melebihi pengguna Microsoft. Padahal Linux didukung oleh Vendor yang murah
hati seperti Canonical, Sun microsystem, dll. Toh bajakan tetap lebih
menarik daripada opensource. Ini homework untuk semua pencinta Linux.

Penguin hidup dalam komunitas yang sangat besar. Dihamparan padang es
penguin hidup rukun sesamanya.

Nah, pengguna Linux pun hidup dalam komunitas yang sangat besar dan saling
bahu membahu sesamanya untuk menciptakan suatu karya dalam hal ini distro
Linux. Linuz pun bahu membahu dengan programmer kernel di seluruh di dunia
untuk meng-update kernel Linux. Kita juga bisa lihat distro besar yang
berbasis komunitas seperti Debian dan Gentoo. Kita juga bisa melihat Distro
yang berbasis vendor seperti Opensuse, Fedora, Ubuntu. Semua saling
bekerjasama berkarya mengembangkan distro Linux.

Nah melalui tulisan ini saya mengajak kepada seluruh pengguna linux untuk
meneladani semangat hidup para penguin untuk selalu bersemangat dalam iklim
yang keras dan penuh tantangan dan untuk selalu rukun dan bekerjasama di
dalam komunitas. Kemudian untuk selalu mengenal dan mencintai alam ini
sebagai bentuk kepedulian komunitas ini terhadap alam. Back to nature. Green
computing Tux and Tuz.

Salam Linux.

-- 
aspansyahbudin
YM : trhkuberau


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke