Yaps. gak semua hal harus dikonfigurasi. Klo misalnya bisa autoscan and autowire manfaatin itu aja. jangan sampe terjadi ledakan xml. maintainnya sulit.
dan bisa buat abstraksi dari dependency injection tersebut. Configure.configurer().registerComponent(SomeEntityHibernateRepository); Configure.configurer().registerComponent(SomeServiceImpl); dari situ bisa dikembangin jadi autoscan directory atau package. di spring sudah ada tinggal manfaatin itu aja gak ush buat yg baru. dan kita bisa get something like this : Configure.objectBuilder().get<ISomeService>(); intinya jangan terlalu banyak yg dikonfigurasi di xml. letakkan hal2 yg memang dapat dikonfigurasi sama administrator di xml file. klo gak. just hardcode it. http://andreasohlund.blogspot.com/2010/01/everything-shouldn-be-configurable.html Welly Tambunan http://weltam.wordpress.com/ ________________________________ Dari: Thomas Wiradikusuma <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jum, 12 Maret, 2010 23:42:51 Judul: Re: [JUG-Indonesia] Kesalahan umum yang sering dibuat pada DI menurut gw... (eh ini ngomongin kasus khusus spring ya) 1. gak membagi xml untuk yg prefer nulis di xml, sebaiknya dibagi-bagi misalnya jadi context-db.xml, context-service. xml, bahkan kalo perlu by functionality misalnya context-accounting. xml. kalo ditulis semua dalam 1 file ya pusing dong bacanya. 2. hmm.. gw belum nemu :D anyway, sekedar masukan. esensi DI adalah substitutability dan testability. jadi pendekatan kita bikin program berbasis DI harusnya mikir "program gw lebih gampang di bongkar pasang ga ntar?" "program gw gampang di (unit)test ga?". kalo dulu bikin program pasti gw selalu bikin interface +implementation. maksudnya supaya memenuhi 2 esensi itu. cuman dalam prakteknya gw sangat jarang meng-substitute kelas (misalnya HibernateDao jadi JdbcDao), dan framework testing yg gw pake (mockito) memungkinkan gw untuk nge-mock kelas, sehingga fungsi "interface" jadi useless. yg tadinya essential complexity malah jadi artificial complexity. akhirnya pendekatan gw sekarang adalah pragmatis. gw bikin relationshipnya kelas-ke-kelas (tetap pakai DI). kalo unit testing tinggal pake mock, dan kalo ntar muncul kebutuhan untuk substitusi baru gw refactor out kelas yg bersangkutan. On Mar 12, 2010, at 2:51 PM, dir dir wrote: > Numpang tanya rekan2 semua nya... boleh saya tahu apa kesalahan2 > umum yang sering dibuat oleh para pemula/beginner ketika membuat > dependency > Injection pada spring framework?? ---- salam hangat, Thomas Wiradikusuma Twitter: http://www.twitter. com/wiradikusuma Blog: http://www.jroller. com/wiradikusuma Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

