Kalau dah punya framework mah smk aja dah

Yg bisa gini suruh presales aja


(m)

-----Original Message-----
From: "CanA" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 11 Aug 2010 11:28:14 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [JUG-Indonesia]  Re: Masa Depan Developer Java

Ikutan nimbrung ah,
Klo saya fresh grad dan dah punya pengalaman kerja hampir 2 tahun menggunakan 
framework Eclipse RCP ,EMF dan CDO, dan ada fresh grad juga dan pernah buat 
tugas kuliah pake framework yang populer seperti spring, hibernate,struts dan 
lain2, kira2 perusahaan yang ada di Indonesia milih yang mana yah ?

Thanks

--- In [email protected], "benny_rio" <benny_...@...> wrote:
>
> --- In [email protected], Samuel Franklyn <sfranklyn@> wrote:
> >
> >   On 8/11/2010 2:03 AM, benny_rio wrote:
> > >> Masalahnya menjadi superman adalah role yang kadang-kadang tidak bisa
> > >> dihindari.
> > >> Contohnya anda mau bikin start-up company maka anda harus bisa jadi
> > >> superman.
> > >> Kalau nggak bisa jadi superman jangan bikin startup company.
> > >> Kalau mau fokus disatu bidang maka masuklah sebuah perusahaan yang
> > >> sudah punya team development yang matang. Kamu akan menjadi
> > >> "another cog in the wheel".
> > > sepaham, para superman sebaiknya buka usaha aja, ato jadi inventor ato 
> > > jadi dosen.
> > >
> > >> Kamu sudah paham belum kenapa seorang business analyst gajinya berbeda
> > >> besar?
> > >> Karena dia menguasai apa yang namanya business domain. Yang namanya
> > >> business domain
> > >> itu biasanya nggak ada kuliahnya. Hal ini cuma bisa diserap 
> > >> perlahan-lahan
> > >> dalam dunia kerja. Juga si business analyst harus fokus di satu domain 
> > >> saja
> > >> misalnya perbankan atau travel dalam jangka waktu panjang.
> > >> Dia juga harus paham apa yang bisa diimplementasikan dengan teknologi
> > >> saat ini dan apa yang harus diimplementasikan lewat prosedur.
> > >> Memahami batasan ini bukan perkara gampang.
> > >> Dengan kata lain big investment big reward dan ini adalah hal yang wajar.
> > >>
> > > See, pada akhirnya hanya perbedaan lama kerja toh... gak cuman di IT di 
> > > bidang lain juga emang musti ada punish and reward berdasarkan lama 
> > > kerja, ada bonus tambahan untuk loyalitasnya.
> > >
> > > Gini aja misalnya saat ini ada seorang business analis handal, di awal 
> > > karier nya dia seorang programmer java yg handal juga (jaman java 2), 
> > > tapi seiring waktu, pekerjaan dia semakin terfokus untuk jadi seorang 
> > > business analis, akibatnya kehandalan dia  sebagai programmer java 
> > > keteteran, dia cukup paham spring sekilas aja, paham hibernate sekilas 
> > > aja. hanya cukup tau saja kalo hasil design dia bisa diimplementasikan 
> > > pake spring+hibernate.
> > >
> > > sekarang ada seorang fresh graduated java programmer, dia pake java 6, 
> > > dia paham betul spring itu apa, hibernate itu apa. tau cara make yg bener 
> > > kaya gimana, dia paham betul gimana mengimplementasikan design/UML 
> > > dokumen dari si business analis jadi sebuah kode yg efektif.
> > > Apa yg kaya gini wajar dihargain 'jauh' lebih murah dari si business 
> > > analis? (sekali lagi diluar itung2an masa kerja)
> > *
> > *
> > 
> > *(sekali lagi diluar itung2an masa kerja)*  Ini asumsi yang nggak mungkin.
> > Karena untuk menjadi business analyst butuh investasi waktu yang jelas 
> > nggak mungkin
> > itu nggak dihitung. Lagipula seorang business analyst selain menguasai 
> > domain knowledge
> > yang nggak mungkin didapat tanpa investasi waktu punya keahlian lain yang 
> > umumnya tidak
> > dimiliki oleh developer yaitu keahlian komunikasi. Ini dihargai mahal oleh 
> > user.
> > Seseorang yang bisa mengerti user dan dimengerti oleh user jelas akan
> > di nilai lebih berguna sama si user. Ini masalah persepsi memang akan
> > tetapi dalam banyak hal persepsi menang atas fakta.
> > 
> > 
> > > Analogi simple-nya gini:
> > >
> > > Business analyst = martin fowler;
> > > Efektif programmer = bruce eckels;
> > > martin fowler>  bruce eckels ?
> > >
> > > hmmm....mungkin karena paradigma inilah lulusan sekolah IT di indonesia, 
> > > lebih banyak ke-martin2an dan sedikit sekali yg ke-bruce2an...karena 
> > > disini si martin lebih dihargai (secara nominal) daripada si bruce....
> > 
> > Ini analogi yang salah deh. Martin Fowler penghasilannya memang lebih besar
> > dari Bruce Eckel tapi itu bukan karena perbedaan role dalam software 
> > development
> > melainkan karena si Martin Fowler adalah salah satu pemilik perusahaan 
> > (Thoughtworks)
> > yang jauh lebih besar dari perusahaan si Bruce Eckel.
> > 
> > Business analyst lebih dihargai user karena user mengerti bahasanya si 
> > business analyst dan
> > si business analyst mengerti kebutuhan mereka. Tapi seorang business 
> > analyst yang
> > baik biasanya paham bahwa dia butuh developer sakti untuk bisa 
> > menjalankan idenya
> > karena itu biasanya dia memperjuangkan juga kesejahteraan developer 
> > sakti yang
> > jadi anak buahnya. Kalau dia nggak melakukan hal itu dia adalah manusia 
> > goblok.
> > Jenderal yang baik paham bahwa dia butuh prajurit hebat.
> >
> 
> @ifnu & samuel
> 
> Gini aja, daripada ngobrol doang mending kita maen data2an
> ini data saya kutip dari beberapa sumber luar.
> 
> salary berdasarkan tanggung-jawab pekerjaan / tahun
> sumber 1:
> http://www.computerworld.com/spring/salary-survey/2010/job_level/3
> Senior systems analyst $85,520 
> Software developer     $81,672  
> 
> sumber 2
> http://www.trainingplanet.com/html/netg.html
> System Design                       $85,800
> Application development/Programming $72,460
> 
> sumber 3, 
> http://www.eri-salary-survey.com/index.cfm?FuseAction=Home.ITSalary
> Systems Analyst Salary     $52,401
> Software Programmer Salary $52,496
> 
> Bisa kita liat rasio perbedaan salary seorang analyst dengan programmer 
> berdasarkan tanggung-jawab nya, tipis2 aja kan.
> (dan gak bakalan bosen2 saya bilang, bukan bedasarkan lama kerja nya tapi 
> dari tanggungjawabnya)
> 
> dan silahkan jawab pertanyaan ini:
> Apakah saat ini programmer di Indonesia sudah dihargai sebagaimana mestinya ?
> 
> Karena kalo yg saya liat di Indonesia ada paradigma kalo business analyst, 
> system analyst ato apapun istilahnya pokoknya tukang analisa, levelnya lebih 
> tinggi dari programmer, dan yang lebih parah lagi kadang bagian networking 
> dinilai lebih rendah lagi dari programmer.
> padahal tanggungjawab mereka sama2 besar...sama2 rumit.... 
> 
> itu aja sih, mudah2an hasil 'analisa' saya ini salah. haha
>




------------------------------------

====
Buktikan Anda peduli pendidikan Indonesia.
Dukung Kurikulum SMK berJava.. kirimkan surat resmi perusahaan dukungan ke 
moderator JUG. 
===

Kalau mau keluar dari mailing list ini, caranya kirim sebuah email ke 
[email protected].

Jangan lupa, website JUG Indonesia adalah http://www.jug.or.id

Yahoo! Groups Links



Kirim email ke