Makyus pak iman postnya Saya kasih cendol
Jadi pengen gathering basica atau gwbasic nih (m) -----Original Message----- From: "iman" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 13 Aug 2010 00:40:29 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [JUG-Indonesia] Re: Masa Depan Developer Java Pertanyaan seperti ini biasa saya dapet dari mahasiswa atau siswa saya yang sedang belajar suatu teknologi atau bahasa pemograman. Saya mau sedikit sharing pengalaman saya, pertama saya belajar coding adalah menggunakan basica (muncul saat IBM XT diboot tanpa disket), awal sembilan puluhan, kemudian sejalan dengan kebutuhan untuk mengwujudkan kenginan saya membuat game sendiri, saya belajar Assembly,Pascal. tapi belakangan saya merasa sulit cari liblary tuk pascal dan kebanyakan hasil porting dari C, akhirnya saya pindah menggunakan C, ketika mulai belajar mengorganisasi kode dengan baik saya mulai merasakan manfaat dari Object oriented, maka saya pun pake Objective-C, tapi karena kemudian saya lebih banyak dilingkungan DOS maka saya pindah pake C++, ini bertahan cukup lama bahkan saya merasa C++ sebagai bahasa ibu saya dalam pemograman computer, tapi akhir 90an waktu saya SMU Java mulai popular di Indonesia, dan banyak yang nawarin kerjaan pake java, saya selalu tolak, dan "bilang apa yang bisa dibuat pakai java, bisa saya buat pake C++ dengan performansi lebih baik", fitur multi-platformnya java tidak sama sekali menarik saya, karena saya berfikir dengan C++ saya bisa bikin code-base yang multi-platform, dan waktu itu java juga terkenal dengan slogan "code once debug everywhere", sampai suatu hari tahun 99 saya membantu telkom membuat aplikasi pengganti untuk sistem sentral yang akan rusak kena Y2K, saya waktu itu menawarkan juga mereka pake C++, waktu itu di telekomunikasi CORBA adalah standar komunikasi, dan saya hanya pernah pake CORBA di C++. tapi telkom ngotot harus pake java, dari pada saya egak bisa bayar iuran kuliah, ya saya akhirnya nurut pake java, waktu pake EJB 1.1 belum J2EE, sampai sekarang dech kebanyakan saya coding pake java. Saat saya pindah dari satu bahasa-ke bahasa lain, saya tidak merasa ada effort yang besar, bahkan ketika saya pindah dari procedural ke OOP, karena saya pindah bukan sekedar ngikutin trends, tapi saya pindah karena merasa OOP akan membuat kode saya lebih rapih dan mudah dikelola, saat belajar class, saya hanya menganggap itu adalah struct yang bisa mengurus dirinya sendiri (punya method), sehingga dia egak perlu share propertinya dengan yang lain(private), toh saya sudah terbiasa menggunakan struct. dengan begitu terasa sekali kode jadi rapih dan lebih mudah dipahami, karena mengorganisirannya lebih alami. Kemudian ketika saya pindah dari C++ ke java juga tidak terasa ada perubahan drastis, Design pattern yang biasa saya pake di C++ semuanya bisa dipake java, code idiom yang biasa saya pake di C++ juga sebagian besar bisa di pake di java, toh kalau kita Coding C++nya ngikutin best practices yang disarankan mayer dan coplen kode kita bakal mirip dengan kode java, walaupun kadang ada yang kode saya yang bikin programmer java lain bingung. contoh saya di C++ biasa bikin signature method seperti ini(saya mengagap final adalah pengganti const) string getName(const string& name); jadi pas dijava saya buat seperti ini String getName(final String name); bahkan ada yang egak yakin kode saya bisa dicompile di java Intinya dari cerita saya tersebut bahwa egak usah takut gak kepake atau belajarnya jadi mubadir, selama belajar dengan benar pasti bermanfaat. yang penting diingat adalah pelajari ilmu dasarnya bukan hanya sekedar pelajari produk, di jaman serba instant sekarang emang banyak yang cari jalan singkat belajar hanya produk dan mengandalkan fasilitas tools, akhirnya ilmunya gak tahan lama juga. Ilmu dasar seperti automata, computing theory, matdis, anum, computer achitecture, tidak akan mudah tergantikan dan bisa bermanfaat cukup lama. hal baru yang berubah secara besar bagi saya selama 15 terakhir ini cuman concurency/parallel dan distributed algoritms karena sekarang komputer pada multi-core. andaikan oracle tiba-tiba menutup java, java dimusnahkan kemudian semua perusahaan pindah ke GO atau F#, para programmer java yang ilmu dasarnya cukup gak akan nganggur. gile panjang aja, sorry gak kerasa ------------------------------------ ==== Buktikan Anda peduli pendidikan Indonesia. Dukung Kurikulum SMK berJava.. kirimkan surat resmi perusahaan dukungan ke moderator JUG. === Kalau mau keluar dari mailing list ini, caranya kirim sebuah email ke [email protected]. Jangan lupa, website JUG Indonesia adalah http://www.jug.or.id Yahoo! Groups Links

