belum tentu makanan dari sayuran tersebut menyehatkan,
tergantung cara olah (penyajian),
 
mungkin artikel berikut bisa membantu:
 
Karedok Mengandung Residu Pestisida Metasiklor

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa "karedok", salah satu makanan khas di Jawa Barat (seperti gado-gado), ternyata terindikasi mengandung residu pestisida metasiklor tertinggi yaitu sebesar 96,8 persen.

Menurut Kepala Humas Institut Pertanian Bogor (IPB), dr Agus Lelana kepada Antara di Bogor, Rabu (16/6), hal itu diungkapkan pakar makanan iradiasi BATAN, Dr Zubaidah Irawati pada sebuah seminar bertajuk "Mutu dan Keamanan Pangan" di Kampus IPB Darmaga Bogor

"Hal ini bisa jadi karena sayur-sayuran mentah yang terdapat pada karedok tidak tercuci atau sukar larut dalam air," kata Zubaidah Irawati. Menurut dia, residu pestisida yang menempel pada makanan dapat bersifat neurotoksik, terutama yang berasal dari golongan siklonida terklorasi.

Gejalanya adalah bisa membuat kepala pusing, perut mual dan muntah. "Kurangnya pengetahuan kita akan bahaya dari bahan-bahan aditif tersebut menyebabkan kita harus menerima beberapa konsekuensi apabila mengonsumsinya," katanya.

Karena, kata dia, bahan-bahan tersebut dapat bersifat mutagenik ataupun karsinogenik alias menyebabkan kanker, dan organ-organ yang menjadi sasarannya antara lain adalah hati dan ginjal. Dalam seminar juga mengemuka bahwa persoalan keamanan pangan masih perlu diperhatikan lebih lanjut.

Menurut salah seorang pembicara lainnya Prof Dr Ir Betty Sri Laksmi Jenie MS, persoalan keamanan pangan di Indonesia masih berkutat pada persoalan sanitasi dan menyebabkan diare.

Ia menjelaskan bahwa angka kematian pada anak akibat diare di Indonesia menurut WHO (badan kesehatan dunia) pada tahun 2001 sebesar 2,2 juta anak. Ditambahkannya bahwa persentase penyebab diare melalui perantara pangan adalah sebesar 70 persen.

Ia menyebut "angka yang luar biasa besar", dan hal itu sumbernya ada pada jajanan anak-anak sekolahan seperti bakso, gado-gado, mie ayam, nasi rames, siomay dan soto ayam. Berdasarkan penelitian WHO tersebut, jajanan dimaksud banyak mengandung beberapa pathogen (bibit penyakit).

Dari makanan jajanan tersebut, gado-gado mengandung pathogen terbanyak yaitu mengandung E Coli (diare) 6,03 persen, S Aureus 3,72 persen dan diketahui juga mengandung Vibrio cholerae (kolera) dan E coli (diare).

Letusan penyakit asal pangan (Foodborne Disease) rupanya tidak hanya menimpa negara-negara berkembang, karena di negara majupun juga terjadi, demikian Prof Dr Betty Sri Laksmi Jenie.

Republika, 16/06/2004
diambil dari: http://www.jaga-jaga.com

Abu Fajri

Vampire Lestat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Nggak usah gaya deh sekarang mah, padahal makanan asli Indonesia tuh yang paling sehat, terbuat dari aneka macam sayuran (Ketoprak, Gado2, Karedok, Pecel) dan masih banyak makanan yang mengandung gizi, orang sekarang tuh gak jauh dari yang namanya Gengsi.
 
Apalagi sekarang harga BBM naek, semua bakalan serba mahal, daripada beli makanan kayak gitu, imbasnya bakalan banyak (merugikan para tukang sayur yang mayoritas adalah Pribumi, porsinya sedikit, mahalnya doank  :D ). Kan mendingan makan makanan tradisional, murah,menyehatkan karena mengandung banyak protein dan vitamin buat tubuh kita trus sisanya bisa buat beli bensin ama keperluan yang laen.  he3x....
 
Betul gak....
 
 

Darmo Susilo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

McDonald's Indonesia Belum Tahu Soal Bumbu Penyebab Kanker
Reporter: Shinta Shinaga

      detikcom - Jakarta, Pihak McDonald's Indonesia mengaku belum tahu tentang daftar yang dikeluarkan Agen Standarisasi Pangan (FSA) Inggris yang menyebut bumbu pada beberapa produk McDonald's mengandung bahan berbahaya sebagai salah satu penyebab kanker.

      "Wah saya benar-benar belum tahu soal daftar itu. Saya baru tahu dan baru dengar dari Anda," kata Cheppy selaku Humas McDonald's Indonesia saat dikonfirmasi
      detikcom melalui telepon pukul 15.00 WIB, Rabu (23/2/2005).

      Meski demikian dia membenarkan kalau McDonald's memiliki standar resep yang sama pada seluruh restorannya di seluruh dunia. Menurut dia, ada 108 restoran McDonald's di Indonesia.

      Namun mengenai apakah bahan-bahannya ataupun bumbu yang terkandung di dalamnya berasal dari satu sumber, Cheppy menolak berkomentar.

      "Kami belum mendapat daftarnya dan belum tahu. Jadi kami tidak bisa langsung mengomentarinya," kata Cheppy meski telah dibacakan daftar bumbu makanan yang dimaksud FSA.

      Daftar yang dikeluarkan FSA mengenai bumbu makanan McDonald's yang ditemukan mengandung bahan berbahaya penyebab kanker adalah saus Western BBQ, saus Dijon Mustard Mayo, saus Caesar Dressing Regular Fat, dan saus Caesar Dressings Lo Fat.

      Para pengawas makanan Inggris FSA menemukan pewarna Red Sudan 1 atau disebut Sudanred di sejumlah saus,
      dressing alias bumbu-bumbu isian atau kuah, dan mostar dari sejumlah restoran waralaba.

      Lebih dari 400 makanan ditemukan FSA mengandung bahan berbahaya yang menyebabkan kanker. Bahan yang dimaksud adalah bahan celup Red Sudan 1 yang mengandung karsinogenik.

      Red Sudan 1 biasanya digunakan untuk mewarnai bahan pelarut, oli, lilin, minyak tanah, sepatu, dan pengkilap lantai. Jadi bisa dibayangkan betapa horornya ketika bahan ini masuk ke dalam pencernaan manusia.
      (sss)

      Bumbu McDonald's Penyebab Kanker
      Reporter: Shinta Shinaga

      detikcom - Jakarta, Suka bersantap ria di McDonald's? Kalau ya, harap cermati informasi berikut ini. Beberapa bumbu makanannya ditemukan Agen Standardisasi Pangan (FSA) Inggris sebagai salah satu penyebab kanker.

      Apakah McDonald's di Indonesia juga demikian? Belum jelas juga, meskipun seperti yang kita ketahui, sebagai restoran waralaba, McDonald's dikenal memiliki standar resep yang sama pada semua restorannya di seluruh dunia.

      Daftar yang dikeluarkan FSA mengenai bumbu makanan McDonald's yang ditemukan mengandung bahan berbahaya itu antara lain saus Western BBQ, saus Dijon Mustard Mayo, saus Caesar Dressing Regular Fat, dan saus Caesar Dressings Lo Fat.

      Para pengawas makanan Inggris FSA menemukan pewarna Sudanred di sejumlah saus,
      dressing alias bumbu-bumbu isian atau kuah, dan mostar dari sejumlah restoran waralaba, termasuk McDonald's. Demikian dilaporkan scotsman.com, Rabu (23/2/2005).

      Menanggapi dikeluarkannya laporan FSA tersebut, McDonald's Norwegia yang memiliki 65 cabang itu langsung menarik bumbu makanan tersebut. McDonald's menjamin tidak ada satupun restorannya yang menjual bumbu-bumbu itu lagi.

      "Kami sudah mengganti semua produk yang mengandung pewarna tersebut," kata Margaret Brusletto selaku manajer komunikasi McDonald's Norwegia di Dagbladet seperti diberitakan televisi milik pemerintah Norway,
      NRK1.

      Daftar FSA


      Lebih dari 400 makanan ditemukan FSA mengandung bahan berbahaya yang menyebabkan kanker. Bahan yang dimaksud adalah bahan celup Red Sudan 1 atau disebut Sudanred yang mengandung karsinogenik.

      Red Sudan 1 biasanya digunakan untuk mewarnai bahan pelarut, oli, lilin, minyak tanah, sepatu, dan pengkilap lantai. Jadi bisa dibayangkan betapa horornya ketika bahan ini masuk ke dalam pencernaan manusia.

      Kepala Eksekutif FSA Dr Jon Bell memperingatkan kalau daftar makanan yang mengandung bahan berbahaya itu bisa saja bertambah dalam beberapa hari mendatang. FSA pertama kali mengeluarkan daftar sebanyak 359 produk makanan. Hanya dalam waktu sekitar seminggu, daftar itu bertambah 60 produk lagi.

      "Ada kemungkinan kuat kita akan kembali memberikan pengumuman lanjutan. Informasi terus bertambah. Lebih dari 300 pengusaha pabrik dan pengecer terlibat dalam masalah ini. Jadi sudah pasti penyebaran produk ini sangat meluas," tukasnya.

      Namun pengumuman daftar produk makanan yang mengandung bahan berbahaya dari FSA itu juga menuai kritik. Sebab tidak disertai dengan kesigapan untuk menarik semua produk itu dari penjualan. Sehingga dikhawatirkan banyak konsumen yang belum mengetahui hal tersebut masih terus membeli produk berbahaya itu.

      Selain McDonald's, yang termasuk dalam daftar FSA seperti dilansir situs www.mirror.co.uk adalah beberapa produk makanan dari Aldi, Asda, Birds Eye, Booker, Brakes, Bramwell, Canterbury Foods, Colman's, Crosse & Blackwell, CWS, GW Padley Ltd, Happy Shopper, Heinz, Iceland, Kwik Save, Makro, Marks and Spencer, McCormick, Morrisons, Netto, Northern Foods, Oak Farm Foods, Padley, Pot Noodle, Premier Foods, Pret a Manger, Princes, Sandwich Factory, Sainsbury's, Somerfield, Spar, Schweppes/Coca Cola Enterprises, Tesco, Thresher, Tryton Foods, Unilever, Waitrose, Walkers Snack Foods, dan Weight Watchers.
      (sss)

 



untuk ikutan milis ini tinggal kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk unsubscribe dari group ini, silahkan kirim email kosong :
[EMAIL PROTECTED]

Milis ini merupakan ajang pertukaran informasi seputar masalah Honda Karisma antar sesama pengendara sepeda motor Honda Karisma.

Kalau ingin me-reply, mohon pesan yang tidak di perlukan dan sudah panjang di hapus agar message tidak terlalu panjang

Jangan mem-posting message yang tidak ada Hubungannnya dengan Milis ini, SPAM Mail, Junk Mail, SARA.





Celebrate Yahoo!'s 10th Birthday!
Yahoo! Netrospective: 100 Moments of the Web

untuk ikutan milis ini tinggal kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk unsubscribe dari group ini, silahkan kirim email kosong :
[EMAIL PROTECTED]

Milis ini merupakan ajang pertukaran informasi seputar masalah Honda Karisma antar sesama pengendara sepeda motor Honda Karisma.

Kalau ingin me-reply, mohon pesan yang tidak di perlukan dan sudah panjang di hapus agar message tidak terlalu panjang

Jangan mem-posting message yang tidak ada Hubungannnya dengan Milis ini, SPAM Mail, Junk Mail, SARA.





Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now

untuk ikutan milis ini tinggal kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk unsubscribe dari group ini, silahkan kirim email kosong :
[EMAIL PROTECTED]

Milis ini merupakan ajang pertukaran informasi seputar masalah Honda Karisma antar sesama pengendara sepeda motor Honda Karisma.

Kalau ingin me-reply, mohon pesan yang tidak di perlukan dan sudah panjang di hapus agar message tidak terlalu panjang

Jangan mem-posting message yang tidak ada Hubungannnya dengan Milis ini, SPAM Mail, Junk Mail, SARA.




Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke