|
Ini Reportase dari temen yg baru jalan ke
Ciwidey...
cuma ndak naek montor yah... :(
lumayan sih buat bayangan WK nanti
===================================================
dear all,
berikut ini cerita perjalanan ke Ciwidey. Ciwidey
Merupakan obyek Wisata yg berada di Bandung Selatan. Daerah ini berjarak sekitar 60 km dari kota Bandung yang dapat ditempuh dengan waktu 1,5 jam sampai 2 jam. Beberapa obyek wisata yang dapat dikunjungi antara lain : - kawah putih - setu patenggang (danau) - ranca upas (perkemahan, air panas) - walini (air panas) Untuk menuju ke Ciwidey mudah kok, kalau anda dari
kota Bandung, anda
tinggal mengarah ke kopo terus menuju ke arah Soreang. Sedangkan kalau dari arah Jakarta melewati tol Cileunyi, pada penunjuk arah tol setelah padalarang, anda menuju arah jalan ke Cileunyi sampai ada penunjuk keluar tol Kopo. Keluar tol Kopo anda tinggal belok kanan. Setelah melewatri Soreang (ibu kota kabupaten Bandung, jangan salah lho kabupaten bukan kota Bandung) anda tinggal mengikuti penunjuk jalan ke arah ciwidey. Kami berangkat dari kota bandung jam 7.30, berharap jalanan belum terlalu padat, mengingat harus melewati pasar kopo yang suka macet. Sampai di kota Ciwidey akan terlihat toko oleh-oleh seperti dodol jeruk. Melewati kota ciwidey, ada penunjuk arah ke obyek
wisata Kawah
puith/patenggang. Secara keseluruhan kondisi jalan bagus dan mulus, tetapi mulai dari arah Ciiwidey jalan mulai menanjak. Nah, di kiri dan kanan jalan dapat terlihat kebun-kebun strawbery yg di kelola oleh penduduk, dan masing-masing menawarkan untuk beli petik sendiri atau menjual jus, selai dari strawberry. Tetapi kami jalan terus karena ingin tiba di obyek wisata sedini mungkin. Kawah Putih
Setibanya di pintu gerbang obyek Wisata ini, kita harus bayar tiket masuk yang cukup murah Rp 3000 untuk mobil dan Rp 3000 per orang. Pada jam 9 pagi itu belum banyak orang paling-paling hanay tukang jualan straberry. Maksud saya bener-bener2 sedikit orang, tetapi lingkungannya bersih. Dari pintu masuk kami harus berkendara lagi menuju puncak sekitar 5,6 km. Kecuali untuk bis-bis yang harus parkir di pintu gerbang dan orang-orang dapat melanjutkan perjalanan dengan angkot-angkot yg disediakan. Petualangan selanjutnya adalah menuju puncak
gunung, walaupun dapat
ditempuh dengan mobil, kondisi jalan tidak terlalu mulus dan agak menanjak serta agak sempit, disini ada petunjuk jalan GIGI SATU , yang artinya mobil manual harus oper ke gigi satu. Walaupun sudah jam 9 lewat tetapi jalanan masih
sepi sekali, tidak
ada kendaraan lain. Sehingga terus terang saya sempat agak deg-degan juga, bayangin saja sendirian di tengah hutan, karena jalanan ke atas bener-bener membelah hutan. 10 menit kemudian sampailah kami di lapangan parkir kedua. Nah disini mulai lah saya agak tenang karena terlihat ada 3 mobil lain yg diparkir. Mobil pun kami parkirkan dan kemudian kami berjalan kaki sepanjang 100 meter menuju kawah. Yang saya maksudkan menuju kawah benar-benar ke pinggir kawah. Kawah putih merupakan kawah mati yang sudah tergenang air sehingga membentuk danau berwarna hijau kebiruan.. Wah.. indah sekali dengan kesan seram karena bila melihat tebing yang membentengi kawah tersebut seolah-olah kita masuk ke dalam mulut gunung. Bau belerang tidak terlalu menyengat, ditepi-tepi kawah terdapat pasir putih serta lumpur hidup sehingga ada penunjuk larangan untuk dekat dengan kawah. Selain pengunjung yg datang untuk menikmati obyke wisata ini saya lihat sekelompok fotografer yang bukan amatir sepertinya sedang asik membidik keindahan alam. Udara cukup dingin, sehingga ada baiknya
menggunakan kaos lengan
panjang atau jaket. Bila lapar maka dapat makan dan minuman hangat yang tersedia di warung-warung sekitar. Selewat jam 10 pagi mulai berdatangan pengunjung-pengunjubng yang lain. Tetapi karena obyek ini mungkin belum sepopuler obyek wisata seperti tangkuban perahu, maka kita masih bisa menikmati pemandangan dengan santai. Cerita yang saya dapat dari www.bandungselatan.com bahwa dahulunya kawasan ini merupakan kawasan yg angker, banyak penduduk yg takut untuk mendekati daerah. Karena dilihat pula tidak ada hewan bahkan burung yg mau melewati daerah ini. tetapi kepercayaan dan takhayul yang dipercayai oleh penduduk setempat ini malah membuat seorang peneliti asal Belanda jadi penasaran, dan bertekad untuk membuktikan ada apa di balik gunung tersebut. Dan ternyata binatang enggan bermukim di kawasan ini karena adanya kawah. Setu patenggang Menuju ke setu patenggang juga mudah, keluar pintu obyek wisata kawah putih anda tinggal belok kiri, karena kalau belok kanan artinya berbalik arah pulang ke Ciwidey. Sepanjang jalan akan melewati obyek wisata kolam air panas seperti randa upas, ranca walini serta bumi perkemahan. Setelah ini akan terlihat pemandangan yang
wah, dimana terlihat
bukit-bukit yang berkarpet kan pohon teh dengan dihiasi pohon-pohon bunag berpucuk kemerahan. Padahal melihat bukit-bukit teh adalah pemandangan biasa dia puncak ataupun didaerah Subang, tetapi yang ini memang berbeda. Lebih terasa pemandangan yang murni laksana lukisan (ceileeee..) Tak heran saya melihat beberapa mobil yang meminggirkan kendaraan di tepi jalan untuk kemudian membidik pemandangan indah ini. Sekitar 7 km berkendara akan terlihat PTP walini dan pintu gerbang ke setu patenggang, disini akan dimintai tiket 3000 murah banget kan untuk pemandangan yang indah. Kami mulai berkendara ke arah setu (danau). Nah disini ada salah satu spot favorit saya, dimana diantara bukit mulai terlihat danau yang bening. Setibanya di tepi danau, terdapat parkir mobil dimana sudah terdapat beberapa mobil yang diparkir. Suasana yg tertangkap oleh saya adalah danau ini mirip dengan danu di bedugul, hanya dengan ukuran yang lebih kecil dan minus pura tetapi pemandangan yang lebih indah. Bayangkan danau bedugul dengan tepi danau rindang oleh pohon-pohon cemara dan sejauh mata memandang terdapat bukit-bukit berkarpet-kan perkebunan teh. Di tepi danau ada penyewaan perahu hanya 20 ribu saja. Dengan perahu tersebut orang dapat menyebarang ke pulau kecil di sebrangnya. Kemudian banyak tempat buat menggelar tikar alias pikinik di tepi danau dengan di naungi pohon-pohon rindang. Aduhh... saya jadi pengen banget piknik bareng keluarga. Karena kami hanya berdua, maka kami berdua duduk-duduk di tepi danau.. serasa kencannya siti nurbaya dan syamsul bahri ..hehe Sebenarnya kalau lapar, di tepi danau banyak terdapat warung penjual makanan, juga kedai teh hasil perkebunan. Oh ya untuk penginapan di sepanjang jalur obyek
wisata terdapat
beberapa cottage dan penginapan melati. Sepulangnya dari obyek wisata kami menuju kembali
ke kota bandung..
memakan waktu 2,5 jam karena muacet dimana-mana.. :)Dyah Milis ini merupakan ajang pertukaran informasi seputar masalah Sepeda Honda Karisma antar sesama pengendara dan Pencinta sepeda motor Honda Karisma. Kalau ingin me-reply, mohon pesan yang tidak di perlukan dan sudah panjang di hapus agar message tidak terlalu panjang Jangan mem-posting message yang tidak ada Hubungannnya dengan Milis ini, SPAM Mail, Junk Mail, SARA. Yahoo! Groups Links
|
- [Honda-Karisma] jalan-jalan : Ciwidey alfa.herbowo
- Re: [Honda-Karisma] jalan-jalan : Ciwidey Aries Malang
- Re: [Honda-Karisma] jalan-jalan : Ciwidey daku daku oge

