|
wah kalo gw sih,...pas ada razia sebelumnya polisi
gw suruh liatin dulu kedua tangannya,....takut dia nyelipin narkoba...pas acara
geledahnya itu loh,..
sekedar antisipasi ajah...
you-die
B6113SAX
----- Original Message -----
Sent: Monday, July 11, 2005 1:47 PM
Subject: [Honda-Karisma] Waspadai Tujuan
Polisi Mengada-ada yang Menyimpang dari Tujuan
berita diambil dari : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/11/metro/1888247.htm
eniwe,
ada yg pernah kena 'polisi iseng' ngga ya ?? waspadalah .. waspadalah !!
(bang napi mode ON)
-- salam, yudhi
http://www.sarikata.biz/ - Internet
Marketing Online http://www.sarikata.com/ - Intisari Cerita
Indonesia http://www.sarikata.net/ -
Hosting & Domain Solutions
======
Razia Malam
Dikeluhkan Waspadai Tujuan Polisi Mengada-ada yang Menyimpang dari
Tujuan Oleh: HERMAS E PRABOWO
Jakarta, Kompas - Kerapnya polisi
merazia pengendara pada malam hari membuat banyak warga DKI dan sekitarnya
yang biasa pulang malam dengan mengendarai motor atau mobil merasa tidak
nyaman. Mereka khawatir polisi bisa menyalahgunakan wewenangnya dengan
mencari-cari perkara.
Salah satu yang dikhawatirkan pengendara,
khususnya wanita, adalah polisi bisa memasukkan narkoba terlarang ke kabin
mobil dan kemudian menuduh barang haram itu sebagai miliknya.
Untuk
itu, menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta
Raya Komisaris Besar Tjiptono, Minggu (10/7), pengendara boleh menanyakan
tujuan razia. Pengendara bahkan juga bisa ikut menyaksikan ketika polisi
menggeledah kendaraannya.
Dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada
Kompas belum lama ini, Pingky Slamet Sukardi, warga Jalan Fatmawati,
Jakarta Selatan, menuturkan pengalamannya dirazia. Pada hari Minggu, 27
April 2005, sekitar pukul 03.30, ia naik taksi untuk pulang ke rumahnya.
Di Kemang, taksi itu dihentikan polisi.
Dalam penggeledahan, polisi
menemukan satu linting rokok ganja. Ia tidak tahu dari mana asal ganja itu,
padahal ia sendiri mengaku tak pernah mengonsumsinya. Sarjana teknik mesin
dari sebuah universitas ternama di Jakarta Barat itu pun mulai menjalani
hari-hari buruk di tahanan Polsek Pasar Minggu tujuh minggu
lamanya.
Sebelumnya, dua hari setelah ditangkap, salah seorang keluarga
Pingky berkenalan dengan HF. Lelaki itu mengklaim dirinya kenal baik
dengan NY E, yang disebut sebagai kerabat pejabat tinggi di Polda Metro
Jaya. Oleh HF, keluarga Pingky diminta membayar Rp 300 juta agar Pingky
bisa dikeluarkan. Karena tawaran â€damai†ditolak, HF marah dan
akan membalas perlakuan yang dinilainya telah menyakiti hati Ny E dan
sang pejabat.
Lain lagi pengalaman Chotib, warga Duren Sawit,
Jakarta Timur. Pada 16 Januari, ia dan keluarganya hendak pulang ke Jakarta
dari Bandung. Mobil dihentikan polisi. â€Setelah SIM dan STNK diminta,
saya disuruh parkir mobil di dekat taman. Saya dituduh tidak memakai
sabuk pengaman. Padahal sampai berhenti saya massih memakainya,â€
kata Chotib.
Dengan piawai, polisi menakut-nakuti dan mengancam
denda Rp 1 juta. Polisi itu pura-pura menulis di buku tilang. Selanjutnya
tawar-menawar dilakukan, mulai dari Rp 500.000, lalu Rp 400.000. Mengingat
anaknya sakit, Chotib pun terpaksa memberi uang Rp 250.000.
Seorang
karyawan yang berkantor di Palmerah, Jakarta Pusat, juga punya pengalaman
menegangkan. Sabtu lalu sekitar pukul 01.15, ia pulang dari kantor. Lampu
lalu lintas di rel KA Jalan Gelora waktu itu berwarna hijau. Ia pun
berjalan cukup kencang.
Belasan meter dari lampu lalu lintas itu, ia
melihat ada mobil boks yang tengah dirazia. Ia pun jalan terus. Alangkah
terkejutnya dia ketika melihat ada polisi menyetop kendaraannya secara
mendadak. Polisi itu tidak mengenakan rompi warna hijau dan hampir
saja tertabrak.
Tanyakan tujuan razia
Menanggapi keluhan
warga tersebut, Tjiptono mengatakan, ada prosedur yang harus ditaati polisi
dalam melakukan razia. Misalnya, harus ada papan pemberitahuan yang berada
di lokasi razia.
Kalau razia dilakukan malam hari, polisi yang bertugas
harus mengenakan rompi polisi berwarna hijau muda, yang dalam kondisi
gelap akan memancarkan sinar terang. Petugas juga melengkapi diri
dengan lampu senter. Cara menghentikan kendaraan juga tidak bisa
sembarangan.
Masyarakat juga diimbau bisa bekerja sama karena polisi
berupaya mengamankan wilayah serta berhak merazia dan memeriksa orang
yang dianggap mencurigakan.
Langkah pertama polisi yang merazia
harus menyapa, lalu memberi salam. Petugas juga wajib memberitahukan untuk
tujuan apa razia itu dilakukan. Warga juga berhak dan wajib bertanya kepada
petugas dalam rangka apa razia dilakukan.
Kalau tujuan razia terkait
dengan pencurian kendaraan bermotor, tentu yang diperlukan adalah surat
kendaraan dan SIM. Kalau untuk mencegah teroris, berarti diperiksa bagasi
dan kabin karena terkait dengan bahan peledak.
--
salam, yudhi
http://www.sarikata.biz/ - Internet
Marketing Online http://www.sarikata.com/ - Intisari Cerita
Indonesia http://www.sarikata.net/ -
Hosting & Domain Solutions
Milis ini merupakan ajang
pertukaran informasi seputar masalah Sepeda Honda Karisma antar sesama
pengendara dan Pencinta sepeda motor Honda Karisma.
Kalau ingin
me-reply, mohon pesan yang tidak di perlukan dan sudah panjang di hapus agar
message tidak terlalu panjang
Jangan mem-posting message yang tidak ada
Hubungannnya dengan Milis ini, SPAM Mail, Junk Mail,
SARA.
---- LSpots keywords ?>---- HM ADS ?>
Milis ini merupakan ajang pertukaran informasi seputar masalah Sepeda Honda Karisma antar sesama pengendara dan Pencinta sepeda motor Honda Karisma.
Kalau ingin me-reply, mohon pesan yang tidak di perlukan dan sudah panjang di hapus agar message tidak terlalu panjang
Jangan mem-posting message yang tidak ada Hubungannnya dengan Milis ini, SPAM Mail, Junk Mail, SARA.
---- LSpots keywords ?>
---- HM ADS ?>
YAHOO! GROUPS LINKS
|