>
>
From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of
> Agustinus
> Sent: 13 Juli 2005 10:20
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [panther-mania] Fw: Ayoo.. bunyikan Klakson
> di depan Kedubes
> Australia
> Importance: High
>
>
>
>
>
>
>
=================================================
>
> Ayo bunyikan Klakson tanda tidak setuju !!
>
> Setahun lebih sudah pemboman terjadi Didepan
> Kedubes Australia dan sejak itu jalur lambat
> didepan kedutaan tersebut ditutup dalam
rangka
> renovasi pagar halaman dan gedung kedutaan
> Australia, namun kini pekerjaan
pagar sudah
> beberapa bulan lalu selesai dan tidak
terlihat lagi
> para pekerja yang mengerjakan tembok tinggi
yang
> seperti benteng itu, namun anehnya jalur
untuk
> umum didepan kedubes sampai hari ini masih
saja
> ditutup dan mengakibatkan kemacetan setiap
> melintasi jalan itu, dan saya mendengar dari
> seorang teman yg bekerja di Deplu RI, bahwa
> kedutaan Australi telah meminta kepada
> pemerintah RI juga tembusan surat pada gurbernur
> DKI agar jalur lambat didepan kedubes ditutup
> selamanya.kita sudah merasakan setengah jalur
> jalan didepan Kedubes Amerika dipasangi Pagar
> Beton, lalu jalan tembus ke Bundaran HI yg
> melewati Kedubes Inggeris sudah sekian tahun
> ditutup utk umum, dan kali ini kedutaan
Australi
> juga meminta hal yg sama, namun letak
kedutaan
> Australia ini berada dijalur yg
sangat padat dan
> berada di segi tiga emas yang tentunya sangat
> mengganggu kelancaran lalu lintas.
>
> Anehnya sampai hari ini pemerintah Kota tetap
> saja mendiamkan penutupan jalan tersebut,
> padahal untuk mengatasi kemacetan pemkot
> sedang berupaya membangun jalur Busway dan
> Monorel, anehnya satu gedung dikuningan ini
> didiamkan saja membuat kemacetan
> berkepanjangan, sebagai bangsa kita tidak
hanya
> dilanda banyak masalah tapi yg lebih parah
lagi
> kita kehilangan harga diri bila berhadapan
dengan
> para bule cunguk itu. Saya menyarankan pada
> anggota milis ini atau para aktifis LSM
mulailah
> membunyikan klakson setiap melewati kedubes
> tsb sbg tanda rakyat menolak penutupan jalan
tsb,
> atau para aktifis LSM buatlah stiker yg
berisi
> ajakan membunyikan klakson mobil pada para
> pengendara yg akan melintasi jalur didepan
> Kedubes Australia, kalau pemerintah sudah tak
> punya Harga diri lagi, rakyat tentunya masih
punya
> karena selama ini rakyat memang tidak diurus
oleh
> pemerintah segalanya kita urus sendiri.
Kemana
> Anggota DPD asal Jakarta yang katanya mau
> memperjuangkan kepentingan publik ???????
>
> Tanggapan:
> Setuju Pak, apa yang dirasakan sampeyan saya
> juga selalu merasa terhina saat lewat di
jalan
> tersebut. Rasanya seperti kaki dikepala,
kepala
> dikaki. Sampai2 ketika kemarahan tak tertahan
> lagi, lupa diri saat nyumpahin satpam depan
> gedung kedubes australia itu. Sadar seketika
yang
> disumpahin ternyata saudara sendiri, sebangsa
> setanah-air. Tapi sudah minta maaf kok. Hanya
> saja kita mungkin takkan pernah merasakan
> pernyataan maaf dari bosnya si satpam
(austaralia)
> kepada kita..........atau kedubes lain yang
> seenaknya memakai badan jalan atas nama
> keamanan....iya kan pak? saya kira ini
masalah
> besar yang tak kalah penting dari masalah
lain
> yang dihadapi bangsa ini...Oneng pernah
bilang
> sama Bajuri " kau yang memulai kau yang
> mengakhiri....." Ya belum tentu teroris
yang
> ngebom...kan? Ooo? Saya baru sadar
kalau hanya
> untuk menutup/memblokir jalan umum depan
> kedubes harus di BOM dulu...siapa yg memulai?
> SUBHANALLAH. Mau tau korbannya? sampai2
> kepala lepas dari badan, kaki2 tertebar
dimana-
> mana, apalagi? jawab aja sendiri. Sayangnya
Bajaj
> gak boleh lagi lewat situ. Kalau boleh biar
> Bang 'Juri yang mengakhirinya.
> Klakson.....klakson.....
>
> Ayoo.. bunyikan Klakson di depan Kedubes Australia
> kalo emang ga bisa... sebarin aja email ini
atw
> nyalain lampu kendaraan anda pas lewat Depan
> Kedutaan
> Besat Australi..
>
>
>
> Wassalam,
>
> Hamka "Trey' Oesman