Mengenai kejadian di puncak, Gw juga sempet kaget
karena terjadi didepan Gw bgt, seingat Gw si Mobil sempet nyundul motor hingga
oleng dan terjatuh (pengendara motor suami-istri terseret). Dengan reflex Gw
Ngerem sambil kasih kode buat mobil & motor di belakang untuk berhenti juga.
Walhasil Allhamdulillah tidak sempat terjadi akibat susulan dari belakang maupun
depan (lawan), selanjutnya gw buru2 uber mobilnya supaya nggak ngabur, Ozqy
& Gw buru2 pepet mobil tsb spy memarkir kendaraannya di bahu jalan untuk
skedar bertanggung jawab dan minimal ada itikad baik dihadapan para petugas di
pos polisi Rindu Alam. Selebihnya kita nggak ngikutin lg........lsg ke Masjid
Attaawun. Gitu aja reportnya selayang pandang.........Buat Raist kapan touring
ke Bandung lg.....???? glek.... :(
RUDI BGR
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 29, 2006 4:19 PM
Subject: Re: [KHCC] Karisma Bercinta (
Diary Turing Perdana )
kalo gak salah 14-an motor, fri. selama perjalanan aman-aman
aja dan gak menemui masalah. insiden di puncak tidak tersangkut paut ke kita,
cuma karena pas di samping kejadian, banyak orang sekitar menduga kita
terlibat. tapi karena kita juga langsung berhenti ( kita berhenti dua kali
gara-gara ada kecelakaan, sebelum pergi dan di puncak ) dan gak kabur, gpp.
soal insiden ini mungkin rudi, ozqy atau beffy yang lebih bisa cerita. tur
berikut katanya ke lampung tuh.
On 5/29/06, Afri Y
<[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Akhirnya yang berangkat berapa motor/orang? Gak ada masalah
selama perjalanan kan? Sorry kemarin gue gak bisa ikut, harus ke
kuningan silaturahmi dengan klub karisma di sana.
Touring
berikutnya kemana nih?
--- ayo --- B 5261 EZ
On 5/29/06, Tok <[EMAIL PROTECTED]>
wrote: > > > Dear Diary, > > Hari ini
perjalanan panjang akan dimulai. Jadi mari kita bangun pagi meski mata tak
menutup semalaman ! Bangun setengah enam, mandi, sarapan, cek terakhir
kondisi si gendut, ok ...... mari kita menuju SPBU Rawamangun, tempat kopi
daratnya wong Primus yang lagi ditinggal ketumnya, 'Mbah Aries', yang lagi
serpis *bip* ( sensor ) dan tak kunjung kembali. Sisa-sisa hujan semalam,
cuma bikin kotor aja. Lampu merah setelah Coca Cola, terlihat bayangan jaket
milis persis di belakang. Begitu nengok, dapat senyum manis Mas Igu .....
semanis sayur asem. Akhirnya kita iring-iringan menuju SPBU dan menunggu
kehadiran Pak Mas Bro TOP ( Teddy OP ). Melihat ke jam, pukul 07.00 WIB
kurang 20 menit, beliau tak kunjung datang, kita sepakat untuk tancap ke TMP
Kalibata agar tidak ketinggalan kereta dan membuat ngaret
acara. > > Tiba di TMP Kalibata, beberapa bro sudah terlihat di
lokasi. Kok sepi ya ? Katanya 30 motor-an yang siap ke Bandung. Tanya kanan,
tanya kiri .... terdengar beberapa kabar tak sedap soal ketidakhadiran
peserta lain. Ada yang alasannya jelas, ada yang kurang jelas, ada yang
ngasal, ada yang ketahuan boongnya, ada yang nyebelin, ada yang prihatin
...... Hmm ...... ya sutralah ..... mari kita berangkat dengan peserta
seadanya. Mas Bro Febil yang didatangkan khusus ke TMP untuk scruut, sudah
selesai mengecek semua kendaraan. Tersiar kabar duka yang menimpa
saudara-saudara kita di Yogyakarta yang tertimpa musibah bencana alam. Mas
Fajar Bumen memberitahu kita, siapa yang punya keluarga di Yogya, barangkali
perlu mengecek keadaan. Informasi soal bencana ini masih simpang siur. Kita
cuma mendengar, tak sedikit yang meninggal. Semoga Tuhan YME menerima mereka
di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan dan bangsa ini mampu melewati
cobaan ini. > > Pak Waketum membuka briefing singkat dan
diakhiri dengan doa bersama. Perjalanan panjang dimulai. > >
Diary sayang, > > Perjalanan menuju SPBU di daerah Cibubur
berjalan lancar. Lalin tampak masih malu-malu menampakkan keruwetan
sehari-hari. Sembari membeli perbekalan berupa rokok dan air mineral, kita
santai sejenak. Perjalanan dilanjutkan kembali. Menembus Jonggol, meraih
Cikalong. Jalan mulus membuat adrenalin terpacu. Jarum spidometer menunjuk
angka 80 - 90 kpj. Kalo begini terus, jam 1 - 2 siang sudah hinggap ke
Bandung nih. Tat tet tot .. tat tet tot .... ketemu rombongan bikers lain
berjaket biru. Entah dari mana. Di SPBU Cikalong, kita melakukan pitstop
kembali. Ini SPBU udah bagus, sepi, nyaman dan bersih lagi. Pak Mas Bro
Waketum sibuk kontek-kontek dengan Bro Theeo yang dikabarkan tengah menyusul
rombongan. Yang lain ngemil, selonjoran, ngecek kondisi motor, minum,
istirahat, ngobrol .... angin bertiup sepoi-sepoi menambah romantis suasana.
> > We lost Bro Theeo ... Waketum menyiapkan barisan untuk
melakukan pengejaran. Takut Bro Theeo kegaruk razia sebelum SPBU yang turun
dengan kekuatan 2 mobil kijang. Kali ini treknya agak bumpy dan memaksa
sedikit menari-nari. Pengejaran dilakukan hingga daerah Cimahi, namun belum
ketemu. Suasana mulai macet dan sedikit memaksa kita bekerja keras. Bis dan
truk besar menyesaki jalanan dan tak mau mengalah meski sudah diklakson.
Rombongan melaju perlahan dan merayap. Akhirnya Waketum yang mengejar Bro
Theeo tampak di sisi jalan. Rombongan diarahkan ke Wahana-nya Jawa Barat,
Daya Adira. Sempat dicurigai satpam karena nekat nyelonong masuk parkiran,
tapi akhirnya malah disambut ramah. Ngapain nih ? Kok berhenti ? Nunggu
jemputan, katanya. > > Tiga karisma dan satu Mio melesat masuk
parkiran. Bro Faried, Kang Rudi BHKC, Neng Novi dan Eka-KHAT datang
menjemput. Setelah salam-salaman, kita segera menuju Wisma Taruna, tempat
beristirahat. Eka memimpin jalan. Bau sampah beberapa kali menerpa. Bandung
tetap kusut lalu lintasnya. Pegal rasanya naik motor merayap-rayap
perlahan-lahan. Bokong mulai protes karena jok si gendut sudah mulai terasa
seperti papan yang tak berbusa. Sampai juga ke Wisma ! Barisan
diistirahatkan sambil menunggu makan. Makan siang bersama dilalui dengan
suasana keakraban. Bro Oniel yang sudah tiba sebelumnya di Bandung bersama
beberapa orang bro lainnya, selepas makan siang mulai berburu tempat
pencucian motor. Yang lain memilih ngobrol, mandi atau tidur. Waketum
menyampaikan bingkisan dari KHCC untuk Bro Faried, yang dianggap dari dulu
merupakan saudara di Bandung yang 'die harder' tulen, selalu ikut kegiatan
milis meski dilakukan cuma berdua bersama Bro Yudho. > > Sore
menjelang malam, rombongan bersiap menuju lokasi KHAT melakukan kopi darat.
Eka kembali datang untuk menjemput dan mengantarkan. Suasana gaduh, riuh
rendah, macet di mana-mana, seolah tidak menjadi penghalang kegembiraan
rakyat Bandung ( atau rakyat Jakarta ya sebenarnya ... ) menghabiskan malam
panjang. Puluhan karisma dengan pengendaranya berjaket orange tampak
berkumpul. Welcome to Bandung, brother. Inilah Karisma Honda Automotive Team
! Waketum tampak berbincang-bincang dengan Ketum KHAT. Di sana bendera KHCC
juga terpasang. Tanda persaudaraan antara KHAT dan KHCC. Rasanya mengharu
biru .... mengingat masa-masa awal milis ini hingga sekarang menjadi KHCC
dan akhirnya bisa bersanding di Bandung dengan KHAT, kenang saya.
> > KHAT menawarkan kita untuk ke Lembang bersama. Susana
gerimis sedikit membuat hati gundah, namun kita coba saja. KHCC menempati
barisan depan setelah Road Captain dan petugas lainnya, sedangkan bro dari
KHAT mengawal dari belakang. Perjalanan dilalui dengan riuh rendah. Petugas
berusaha keras membuka jalan agar konvoi tidak terganggu. Tiba di sebuah
SPBU untuk mengisi bensin, hujan betulan mulai turun meski tak deras-deras
amat. Saat asyik mengenakan jas hujan, saya mendengar salah seorang bro KHAT
menginformasikan ke barisan bahwa perjalanan terpaksa dibatalkan dan
diputuskan untuk mengawal kami ke penginapan. Yah, rasanya tidak
memungkinkan juga untuk ke Lembang. Sayang sekali, but there's always next
time. > > Tiba di penginapan, sebagian brother KHAT mengantar
masuk ke dalam sedangkan yang lain menunggu di luar. Salam perpisahan pun
dilakukan. KHAT meminta maaf jika penyambutan yang dilakukan terasa kurang
dan mengucapkan selamat beristirahat dan semoga perjalanan kembali besok
berlangsung dengan lancar. Jabat erat penuh persaudaraanpun dilakukan. Ah,
padahal kita baru berjumpa. Dibanding dengan mereka, mungkin kita masih
junior namun mereka tampak begitu hangat dan memperlakukan kami bak tamu
besar. Semoga kita bisa membalas mereka dan menjadi tuan rumah yang baik
bersama KaFC jika mereka berkunjung ke Jakarta. Setetes embun di kalbu ....
mengingat kini kita tidak lagi asing dan sendirian jika berada di Bandung.
All bikers are brother...... > > Karisma Jakarta dan Bandung,
di hari Sabtu ini bercinta. Begitu mesranya .... > >
Diary, > > Badan terasa letih, namun rasanya sayang menghabiskan
waktu semalam dengan tidur. Beberapa orang bro tampak sudah beristirahat,
sedangkan yang lain memilih ngobrol ngalor ngidul di depan. Bro Faried, Bro
Yudho, Sist Novi tampak setia menemani ngobrol hingga larut. Saat Sist Novi
pamit untuk pulang, tiba-tiba empat karisma masuk ke pelataran parkir. Bro
KaFC dan AKaR ( Sigit, Kiky, Boky, Tukul ) yang kebetulan datang ke Bandung
untuk membahas sesuatu dengan KHAT, berkunjung dan menjenguk kita karena
mengetahui KHCC pun berada di Bandung. Weleh, yang dateng kategori sepuh
semua :) Mereka turut menghabiskan malam bersama kita, ngobrol ngalor
ngidul, becanda, ketawa-ketiwi sampe subuh. Sekitar pukul 3- 4 pagi, mereka
pergi untuk bermalam di rumah Eka. > > Hari berganti
..... > > Meski tak cukup tidur, namun badan sudah lumayan. Hari
ini perjalanan kembali akan dimulai. Dari pagi, aktivitas sudah dimulai. Ada
yang cuci motor ( again ? hehehe .... cinta mati gitu loh ), ngopi,
jalan-jalan keliling Bandung, tidur lagi ........ Setelah sarapan dan
bersiap, sekitar pukul 10.30 WIB barisan berangkat untuk meninggalkan
Bandung menuju Jakarta lewat Puncak. Bro Faried dan Bro Mamat - KHAT
mengantar kami. Memasuki Cianjur, jalan mulus nan sepi kembali di hadapan
dan menanti untuk dilahap. Hmm ...... mantab kali. Yuk. Di daerah Puncak,
tiba-tiba terlihat sebuah kecelakaan. Sebuah motor terjatuh bersama
pengendaranya, sepasang suami istri. Orang banyak berkerumun. Agak panik
karena pada saat kecelakaan itu terjadi, barisan berada di sampingnya dan
tengah bergerak. Wah, kita terlibat ? Ternyata tidak. Motor terjatuh karena
diseruduk mobil dan bukan senggolan dengan kita. Lagi keadaan binun, sebuah
Panther bergerak dan memberi klakson. Bro Febil bersama keluarga tampak
nyengir, hehehe .... ketemu juga kita, bro ! > > Kita
berisitrahat tak lama sesudahnya. Masuk ke parkiran dengan sudut tanjakan
curam, buset. Untung karisma. Kuat nanjak gitu. Di sini parkirnya mahal
juga, dua ribu perak per motor. Beberapa bro membuka nasi kotak dan mulai
makan. Yang lain ngopi dan nyantai. Beberapa orang bro tampak pula sholat.
Kira-kira sejam-an, kita bersiap kembali untuk turun dan menembus kemacetan
panjang. Isi bensin terakhir di Cisarua, kembali menembus macet hingga
daerah Gadog, lelahnya ......... Memasuki propinsi Bogor, kali ini bro
Rudi melambaikan tangan dan berpisah. Menuju Depok, Waketum melambaikan
tangan dan berpisah. Barisan memasuki KSU dan pisah sebelum berakhir. Saya
bersama beberapa orang bro lain akhirnya ngumpul di sebuah jembatan. Di sini
kita berpisah dan saling salam-salaman untuk yang terakhir kalinya. Menuju
Jakarta, kondisi Depok sangat macet. Ada kemungkinan kita terpisah sehingga
kami memutuskan untuk berpisah di sini sebelumnya. Formasi turing
dihentikan, barisan hanya jalan beriringan. Lampu depan dan nyala flasher
mati. > > Menembus kemacetan menuju Jakarta, dari beberapa
karisma yang tersisa hanya tinggal saya dan Mas Igu. Kami berpisah di
pertigaan sebelum perempatan Coca Cola. Pukul setengah enam sore, saya sudah
berada di rumah. Perjalanan ini akhirnya usai. Begitu menjejakkan kaki di
halaman rumah, tak urung si gendut pun saya cium ala Valentino Rossi. Thanks
....... ente sudah tersiksa digeber kecepatan tinggi berjam-jam, melibas
tanjakan dan turunan curam, menghadapi trek keriting dan rusak, cuaca panas
dan hujan ..... saya tersadar, that's why we love our karisma so much.
Tadinya mau langsung istirahat, tapi melihat kondisi si BAS nan kotor,
terpengaruh juga akhirnya ... ambil ember, sabun, sikat ...... cuci
lageeeeeeeeeeeeeeeee ..................... > >
Buseeet. > > ----------------- > On behalf of KHCC, we
would like say thanks to : > > 1. Tuhan YME, yang telah
membiarkan segala sesuatunya berjalan dengan lancar dan perlindungan-Nya
yang senantiasa. > 2. KHCC Chapter Bandung : Bro Faried, Bro Yudho,
Sist Novi. Segelintir, tapi mengibarkan bendera KHCC di bumi
parahyangan. > 3. Barudak KHAT, yang tak bisa disebutkan satu per
satu, yang sudah menjadi tuan rumah yang baik dan menerima kami dengan penuh
kehangatan dan persaudaraan. > 4. Bro Sigit, Kiky, Boky, Tukul yang
menyempatkan diri datang dan menjenguk di penginapan. > 5. Bro dan
sist lain yang tidak bisa kami sebutkan namanya, yang telah memberikan
bantuan dan dukungan hingga acara ini berjalan dengan baik dan
lancar. > > Ketika karisma bercinta, yang ada hanya
persaudaraan..... > > -- > Tok - # bebek sableng
#
==================================================================== Mailing
List KHCC : [email protected] Website
KHCC : www.khcc.or.id
Hubungi
BOM : [EMAIL PROTECTED] Hubungi
Pengurus : [EMAIL PROTECTED]
Bacalah dan
patuhilah Tata Tertib milis ! "Terima kasih untuk bertutur kata layaknya
seorang yang
terpelajar" ====================================================================
SPONSORED
LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
-- # bebek
sableng #
KHCC TURUT BERDUKA CITA ATAS PERISTIWA GEMPA BUMI DI YOGYA
Salurkan Bantuan Anda melalui Dompet KHCC Peduli Yogya ke
BCA Tanjung Priok a/c: 0072759018 a/n : Ahmad Musyafak (bendum)
====================================================================
Mailing List KHCC : [email protected]
Website KHCC : www.khcc.or.id
Hubungi BOM : [EMAIL PROTECTED]
Hubungi Pengurus : [EMAIL PROTECTED]
Bacalah dan patuhilah Tata Tertib milis !
"Terima kasih untuk bertutur kata layaknya seorang yang terpelajar"
====================================================================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|