|
Kasus 1. Gw pilih ngerem tapi
gak mendadak, melainkan berangsur-angsur. Sangat bahaya kalau rem mendadak
[meskipun jika motor mampu]. Kalau kondisi seperti
ini, pasti motor jadi kelewat garis putih, tapi /me pikir ini masih pilihan
yang terbaik. Gak mungkin kan kasih rem mendadak kalau yakin ada kendaraan di
belakang [inget budaya bikers yang masih suka nyelonong]. Setelah itu lihat ke
belakang. Kalau ada sela, masih bisa mundur ke belakang garis putih. Kalau dah
telanjur belakang rapat, ya gimana lagi? Kasus 2. Yang wajib, nyalakan
lampu utama [sukur-sukur dah bikin lampu yang by-pass] model motor sport, kalau
bisa flasher juga. Dan KLAKSON!!! Intinya beritahu posisi
sampean, dan ambil jarak aman: [1] bisa ambil lebih ke kiri atau [2] berhenti. Jika
kesemuanya masih lom aman, [berarti posisi deket banget yah?] kenapa malu naik
trotoar? Cari aman gitu loh! Isnanto W. Dahrojatun B 6410 KCA HP: 08551136111 Esia: 93798312 From: pertama: kedua: KHCC TURUT BERDUKA CITA ATAS PERISTIWA GEMPA BUMI DI YOGYA Salurkan Bantuan Anda melalui Dompet KHCC Peduli Yogya ke BCA Tanjung Priok a/c: 0072759018 a/n : Ahmad Musyafak (bendum) ==================================================================== Mailing List KHCC : [email protected] Website KHCC : www.khcc.or.id Hubungi BOM : [EMAIL PROTECTED] Hubungi Pengurus : [EMAIL PROTECTED] Bacalah dan patuhilah Tata Tertib milis ! "Terima kasih untuk bertutur kata layaknya seorang yang terpelajar" ====================================================================
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
-- -- |
- [KHCC] sharing SR KHCC060
- RE: [KHCC] sharing SR Isnanto Dahrojatun
- Re: [KHCC] sharing SR Hendra Agusta
- RE: [KHCC] sharing SR Isnanto Dahrojatun

