SLIPI, WARTA KOTA--Bayi berkepala dua yang lahir di RS Pelni Petamburan, Jakarta Barat, dalam keadaan sehat hingga Kamis (10/8) malam. Oleh orangtuanya, bayi perempuan itu diberi nama Syafitri. Artinya, terlahir suci.
Sejak dilahirkan ibunya tiga hari lalu, Syafitri dirawat dalam inkubator di Ruang Kenari. Kinerja seluruh tubuhnya mulai membaik, termasuk beberapa organ dalam yang penting. Namun tim dokter RS Pelni masih was-was akan kelangsungan hidup Syafitri. "Tergantung dari perkembangan kinerja organ dalam tubuhnya, khususnya jantung yang mengalami kelainan. Jantungnya hanya satu tetapi harus bekerja ganda," kata dr Ketut Lila Murti SpA dalam jumpa pers di RS Pelni, Kamis (11/8) pagi.
Ketut Lila Murti (spesialis anak) bersama dr Adi Sukrisno SpOG (spesialis kandungan) dan dr Irwan Amin SpAN (spesialis anestesi) adalah dokter yang menangani proses kelahiran Syafitri melalui sectio caesaria. Bayi itu lahir dari rahim Ny Nuryati (30) Senin (7/8) sekitar pukul 23.00, bukan pada Rabu (9/8) dini hari seperti diberitakan sebelumnya (Warta Kota, 10/9).
Syafitri memiliki berat badan 3,95 kilogram dan panjang 45 cm. Bayi itu memiliki dua kepala (lingkar kepala kanan 32 cm dan lingkar kepala kiri 34 cm), dua tangan, dua kaki, satu jantung, sepasang paru-paru, dan satu ginjal. "Saluran kencing normal, tetapi bayi itu tidak memiliki anus meski ada saluran pembuangannya," tambah Ketut.
Ketut Lila Murti menjelaskan, faktor varian kembar siam itu sebagian besar adalah abrasi kromosom atau terjadi kegagalan dalam mutasi gen. Dalam dunia kedokteran, kasus Syafitri boleh dibilang yang pertama kali terjadi. Kelainan pada tubuh Syafitri disebut sebagai varian kembar siam atau gagal kembar siam. Itu dilihat dari dua ekor dengan ukuran berbeda yang tumbuh pada pantat Syafitri. Menurut dr Ketut, bagian tubuh itu adalah kaki yang gagal tumbuh (rudimenter). Pada umumnya, kembar siam meski tubuh menyatu namun memiliki bentuk fisik dan organ tubuh ganda.
Kondisi fisik itulah yang membuat tim dokter khusus RS Pelni yang dibentuk sehari setelah kelahiran Syafitri memastikan tidak akan melakukan pemisahan dua kepala bayi tersebut. Namun Tim dokter akan terus melakukan observasi dan melakukan koordinasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam penanganan Syafitri. Kemungkinan besar, tim dokter memerlukan ahli jantung bayi dari luar negeri. Lamanya waktu observasi itu belum bisa ditentukan. Yang jelas pihak rumah sakit akan menangani sepenuhnya perawatan dan upaya penyelamatan Syafitri.
Sementara itu, dr Rien Yuniantarti dari manajemen RS Pelni Petamburan menyampaikan, seluruh biaya perawatan pascapersalinan akan ditanggung oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. "Pihak provinsi akan menanggung biaya perawatan asalkan orangtua bayi memenuhi persyaratan," jelas Rien. Misalnya, ber-Kartu Tanda Penduduk Jakarta disertai surat keterangan tidak mampu.
Orangtua pasrah
Kehadiran Syafitri jelas membuat bahagia pasangan Mulyadi-Ny Nuryati selaku orangtua. Sudah lama suami-istri itu mendambakan kehadiran seorang anak perempuan di rumahnya. Hanya saja kebahagiaan itu harus bercampur dengan kesedihan karena Syafitri terlahir dengan kelainan tubuh.
"Bagi saya, manusia itu hanya bisa meminta, tetapi Allah Maha Berkehendak. Syafitri adalah amanah sekaligus rezeki buat saya dan istri. Saya harus menjaga dan merawatnya sampai kapan pun," kata Mulyadi yang ditemui di rumah orangtuanya di Jalan G I RT 03/03 Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.
Mulyadi kembali menyampaikan kepasrahannya apabila Syafitri tak bisa hidup lama. Ia memasrahkan semua kepada kehendak-Nya dan tim dokter yang menangani putri ketiganya itu. Sebelumnya, pasangan Mulyadi-Nuryati sudah dikaruniai dua anak. Namun anak kedua meninggal dunia saat dalam kandungan.
Pada saat ini, yang dipikirkan Mulyadi adalah biaya perawatan dan pengobatan selama observasi Syafitri. Sebab, hingga kemarin, biaya persalinan Nuryati sudah mencapai Rp 4.806.000. Uang itu ditanggung oleh perusahaan tempatnya bekerja sebagai anggota satpam di PT Kekar Plastindo di Wisma Barito Pasific, Jalan S Parman.
Mulyadi mengaku mendapat bantuan uang Rp 8 juta. Sisa uang itu, katanya, akan dilaporkan ke perusahaan, meski dia masih membutuhkan banyak biaya untuk masa depan putrinya. "Saya sampai pinjam uang ke bank Rp 10 juta. Uang itu belum digunakan apa-apa. Buat simpanan. Tetapi uang itu tetap saja utang yang mesti saya tanggung. Saya sangat berterima kasih sekali apabila ada pihak lain yang mau meringankan beban saya," tutur Mulyadi yang bergaji Rp 1,3 juta per bulan.
Nuryati sendiri masih shock usai menjalani persalinan. Wanita itu baru dikabari tentang kondisi putrinya 12 jam setelah melahirkan. Nuryati sudah diperbolehkan pulang Kamis kemarin. Tetapi dia tidak bersedia diajak bicara oleh siapa pun. (Ito)
Sumber: Warta Kota __._,_.___
Mari Sukseskan Perayaan 17 Agustus ala KHCC dgn tema "Bersama Kita Merdeka" dalam bentuk pertandingan FUTSAL, hari Minggu, 27 Agustus 2006
==========================================================
<Available for sponsorship, contact : [EMAIL PROTECTED]>
==========================================================
Get to know more about your Honda Karisma at http://www.khcc.or.id
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "karisma_honda" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___

