* Komponen *
* Trik Sip Pakai Barang KW *

[image: KLIK - 
Detail]<javascript:realview('detail_images.asp?act=1&id=9572&imageid=20146','detail_images','616','450');>Di
pasaran, banyak pedagang menawarkan komponen motor. "Mau pilih mana KW1 atau
KW2," begitu biasanya ucapan para *pedege* alias pedagang. Sebelum nanti
salah tangkap, dijelaskan dulu pengertian KW.

"Istilah ini merujuk pada kualitas barang. KW itu singkatan dari kualitas,"
jelas Koh Akiun, pebengkel dari Sun Motor di bilangan Pos Pengumben, Jakarta
Barat.

Ada beberapa pendapat menyebutkan soal KW ini. "KW1 biasanya untuk barang
orisinal pabrik. Istilah kerennya *original* *equipment* *manufacture *(OEM).
Di bawahnya KW2 masih bikinan pabrik tapi dengan kualitas di bawah. Misal di
Honda ada Value Line. Paling bawah KW3 untuk komponen *after* *market* baik
yang impor maupun bikinan sendiri," jelas Koh Akiun.

Juga  ada pendapat lain kalau OEM itu bukan KW. Jadi tidak ada istilah KW
untuk barang orisinal. Sudahlah, *nggak* usah berdebat soal istilah.

Pastinya, ada hal menarik pada istilah itu. Komponen KW cukup layak dipakai.
Namun, memang perlu trik tertentu. "Ini sebagai alternatif. Kalau kondisi
keuangan bagus sebaiknya pakai yang asli," jelas Deminter Sihotang,
pebengkel Meriah Motor di Perapatan Joglo, Jakarta Barat.
*
*Misalnya, untuk pemakaian gir dan rantai roda. "Bersihkan lebih sering
komponen itu. Pasir atau debu nempel bisa mempercepat keausan. Setelah itu
diolesi oli," jelas Eko Yulianto, mekanik dari Star Motor, Ciledug.

Deminter menambahkan untuk penggunaan kampas rem, agar lebih menggigit
biasanya saat pemasangan diberi alur menyilang. "Tak usah terlalu dalam.
Secukupnya," jelas pria asal Sumatera Utara ini.

Tunggul Nahampun salah seorang pengendara mengaku menggunakan komponen non *
original* di Suzuki Satria miliknya. "Memang ada perbedaan jangka pemakaian.
Lebih cepat aus. Tapi, lumayan untuk mengirit. Sebab, kalau dipaksa beli
yang asli, harga lebih dari 4 kali lipat," ungkapnya.

Yang nggak kalah penting yakni cara bawa alias berkendara. "Mestinya
pengendara sadar, komponen yang dipakai bukan barang kelas wahid.
Berkendaralah dengan normal dan wajar. Jangan seperti pembalap," jelas
Deminter.
KEMASAN MIRIP OEM
Merek yang tersedia berpuluh bahkan beratus. Ada JMK, Liyen, FBJ, NCN, TMK,
H&C dan banyak lagi. Umumnya menjual komponen *fast* *moving*. Kemasannya
juga menarik dengan warna dan model yang mirip komponen OEM pabrikan.

Lihat kemasan kampas kopling untuk Honda Karisma, warna kemasan biru, mirip
kemasan *value* *line* dari pabrikan Honda. Harga yang ditawarkan juga murah
Rp 25 ribu untuk satu set. Untuk gir dan kampas rem juga mirip komponen
kedua HGP, tapi mudah mendeteksi perbedaannya karena untuk motor selain non
Honda.

*PILIH KOMPONEN YANG JELAS *

Selain OEM, ada pilihan komponen di pasaran untuk kualitas berbeda. PT Astra
Otoparts mengeluarkan empat katagori produk untuk mutu tertentu.

"Paling tinggi Aspira, kemudian Rasio, Federal dan paling murah Flexa,"
jelas Hartanto, Chief Operation Officer, PT Astra Otoparts.

Pria berkantor di Jl. Raya Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara ini
menjelaskan pembagian katagori ini untuk memenuhi kebutuhan pasar. "Tidak
semua konsumen mampu membeli komponen dengan harga premium seperti Aspira.
Kami bikin dengan kualitas di bawahnya," jelas Hartanto.

Perbedaan kualitas ini karena komponen seperti Aspira lebih ketat soal
toleransi produk. "Dibanding dengan Flexa misalnya. Otomatis kualitas
menurun. Tapi masih dalam garansi pabrik," tutupnya.









 * Reporter : Achmad Suhendra *   * Fotografer : Gusti Bambang I.J. *

--
--- This Is The Age Of The Ride Safe ---
B 6537 KCL <> InBike 026 <> KHCC 011
http://safe-ride.blogspot.com/
http://ridesafe.multiply.com/

Kirim email ke