Nambahin...
Sorry kelupaan nih....hanya satu kata untuk Mbah Suti....
CABUT PERDA Pelarangan Sepeda Motor di Jalan Sudirman - Thamrin....
karena dampaknya akan menyengsarakan rakyat....
gitu aja dech...
On 1/16/07, beni utomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum Wr. Wb...
Wah - wah udah makin asyik nih milis....xixixi...
Ikutan berpendapat ah siapa tahu semua tulisan ini bisa di baca oleh pihak
yang berwenang yang menangani masalah ini...
Menurut Pendapat saya adalah:
Persiapan Pensiun Mbah Suti....
Bro's inget gak tahun 2007 ini adalah tahunnya Pilkada untuk daerah DKI
Jakarta, yang berarti kepenguasaan Mbah Suti akan berakhir (walaupun nanti
terpilih kembali) dan sebenarnya kalo di liat dari pembangunan yang boleh di
bilang agak "dipaksakan" seperti pembuatan beberapa koridor untuk Busway
adalah untuk menambah pendapatan kantong Mbah Suti dan rekan-rekan. Karena
jika nanti pensiun mbah suti akan medapatkan dana pensiunan yang lumayan
gede serta profit dari para koleganya. Kenapa? karena untuk menembus sebuah
proyek ini si Mbah pasti diberikan hadiah ini dan itu...serta untuk
mengembalikan modal yang telah dikeluarkan maka Pemda DKI membuat aturan
untuk melarang motor masuk ke Jl. Protokol seperti Sudirman dan Thamrin...
yang berarti pengendaranya akan menggunakan Busway untuk mencapai tempat
usahanya... dan yang lebih gila lagi bahwa seiring perda tersebut tarif
busway akan di naikkan dari 3500IDR ke 5000IDR-6000IDR berarti masyarakat
akan lebih banyak lagi mengeluarkan tambahan biaya...
Bagaimana Menyikapinya
Sebenarnya alasan itu menurut ane mengada-ngada dech...
Coba kita lihat ke belakang tentang di berlakukannya 3 in 1 beberapa waktu
lalu dan hingga kini masih terasa akibatnya... ini tidak lain dan tidak
bukan karena Pemda DKI waktu itu menginginkan bus umum atau trem sebagai
penghubung beberapa tempat perkantoran di Jalan Sudirman-Thamrin, sedangkan
mobil pribadi di parkir di kawasan Monas. Tapi apa pendapat para penguasa
dan pejabat yang "enek" kalo naik bus kota, akhirnya timbullah 3 in 1 dan
sekarang malah jokinya pun di pukuli hingga meninggal... kan suatu kebijakan
yang perlu di benahi lebih dalam. Coba kalo waktu itu pemerintahnya tegas,
tentu kejadian yang berkepanjangan ini (joki 3 in 1) tidak akan pernah
terjadi. Sama seperti halnya sekarang yang melarang sepeda motor di Jalan
Sudirman-Thamrin ini akibat dari para penguasa yang "enek" dengan prilaku
pengendara tersebut...Untuk itu pemerintah dan instansi yang terkait dengan
sepeda motor hendaknya perlu pembenahan menyeluruh yang menurut saya adalah
sebagai berikut :
1. Pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi)
Jangan pernah meloloskan ijin untuk pengendara yang tidak memenuhi
kualitas dalam mengemudi.
Baik itu pengendara motor maupun pengendara angkutan umum...
2. Membuat /bahu/badan jalan untuk Sepeda Motor
Maksudnya adalah memberikan tempat bagi sepeda motor untuk tetap di
jalurnya tanpa mengganggu
kendaraan pribadi. Ini juga di perlukan penguasaan yang baik tentang
berkendara. Memang agak sedikit menyita
kesabaran yang lebih karena harus antri di jalur tersebut.
3. Memberi Batasan Kepemilikan Sepeda Motor
Ini tentunya ditujukan untuk produsen maupun distributornya dalam
memperketat peraturan kepemilikan sepeda
motor. sekarang jual motor seperti kacang goreng dech.. dengan DP yang
relatif kecil serta persyaratan yang
mudah orang udah bisa memiliki sepeda motor...
4. Memberikan Pelatihan Berkendara Yang aman dan nyaman
Ini saran untuk dealer yang mengeluarkan sepeda motor kepada
konsumennya. Seperti pengenalan dasar
berkendaraan yang aman dan nyaman tanpa mengganggu keadaan sekitarnya,
ataupun kepada semua klub /
komunitasnya harus sering memberikan masukan mengenai aman dan nyaman
berkendara kepada para
membernya. Seperti saya lihat di semua jalan, pengendara yang
berkomunitas / berklub biasanya lebih tidak
mengindahkan safety riding ketimbang yang tidak berkomunitas /
berklub. Mereka terlihat arogan di jalan....
Mestinya menjadi contoh yang baik di jalan sehingga pengendara yang
bukan klub / komunitas bisa lebih
menghormati bukan mengumpat....
5. Adanya Ketegasan Hukum...
Negara ini adalah Negara Hukum....begitu guru saya pernah
mengungkapkannya..
Tapi kenyataannya????? Negara tidak berhukum. Parah lagi Petugas hukum
memainkan peraturan hukum
seenaknya. Ini harus di perbaharui mental dan pribadi dari penegak
hukum tersebut...Bila hukum ini di jalankan
Insya Allah kesejahteraan di Negeri ini akan tercapai... misalnya
menyiapkan peti mati untuk para penguasa dan
pengusaha yang betul-betul merugikan Negara..seperti di negara panda
setiap penguasa dan pengusaha yang
benar-benar merugikan negara di tembak mati.....oh andaikan negeri ini
seperti negeri panda.....
Upsssss... maaf ya Pak Moderator udah terlalu panjang... Tapi intinya
semoga member KHCC menjadikan suri tauladan bagi para pengendara yang
lain..... Sabar di jalan ternyata lebih sulit bila harus sabar menunggu
antrian di loket....halahhh.....
Terima kasih atas kesempatannya. Akhir kata...
Wassalamu'alaikum.....
--
Salam,
beni
[F-2231-GH]
BEbek ngagele NDOTS
KHCC 089
===merindukannegarayangberkemanusiaanyangadildanberadab=====
--
Salam,
beni
[F-2231-GH]
BEbek ngageleNDOTS
KHCC 089