sebelumnya turut berduka yak bro, atas musibah yg menimpa sibohay... :-( semoga kelak sibohay dapat ditangani oleh bengkel & mekanik yg tepat! :-)
berikut, salah satu arsip milis yg mengupas soal mesin kelelep! ada yg nyuruh pake ini, ada yg nyuruh pake itu... ada yg nyuruh gak boleh pake ini, ada yg nyuruh gak boleh pake itu... anyway, buat referensi aza. yg baik ambil, yg jelek buang aza! kalo mo buang, jangan sampe ketauan yg empunya yak...!?. :-) bebex-the-kill ps. soal kelistrikan dan lainnya, mungkin yg lain ada yg bisa nambahin... <copast> On 01/11/06, --- Andry --- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wow ... thx berat atas respon2 temen semua :-) Berikut saya rangkum sedikit dari 3 milis yang berbeda, jika ada masukan lagi silahkan posting atuh : (maaf jika email sender tidak disertakan) -------------------------------------------------------- kalo saya sih kalo kuras oli biasanya pake oli pertamina sae 40 gasoline..beli 2-3 botol, .. masukan oli sae 40 ke mesin dengan takaran normal...nyalakan mesin selama 2-5 menit..buang oli nya, ganti lagi,,sampe 2-3 kali.. biasanya oli buangan yang pertama masih kotor banget, tp setelah yang ke 2-3 udah agak bening ,, Baru masukan olie sesuai keinginan kita.... -------------------------------------------------------- AFAIK, kuras oli tidak boleh pakai pelarut semacam solar, bensin, engine flush dsb, karena mesin motor karisma itu menggunakan sistem basah (kopling terendam oli) dan bukan kopling kering. Sehingga jika oli tersebut dikuras dengan pelarut, akan menyebabkan kampas kopling rontok menjadi serpihan-serpihan kecil yang justru akan menyumpat pompa oli. Saran lain untuk menguras oli bisa dilihat di artikel di forum sebelah: Gonta-Ganti Oli, Bilas Seperti Habis Berenang http://www.honda-tiger.or.id/forum/showthread.php?t=10557&highlight=kuras Moga-moga membantu. -------------------------------------------------------- Kebetulan saya pernah melakukannya, tapi bukan di motor melainkan di mobil. Tekniknya disebut flushing. Hal ini dilakukan bila saya coba gonta-ganti merk oli. Jadi sebelum pake oli yg baru, oli yg lama kita flush dulu dengan cara memasukan cairan engine flush ke dalam mesin, lalu nyalakan mesin sekitar 10 menit dlm keadaan idle, setelah itu buang olinya & ganti filter oli, terakhir masukkan oli yg baru & pakai filter oli baru. Selesai. -------------------------------------------------------- Bro Andry Kalo cara ku dari dulu begini,.. Sampe dirumah, (kondisi mesin masih panas) langsung buka baut oli dan di diamkan semalaman. trus besok paginya, sebelum diisi engkol dulu beberapa kali pake kick starter. buat mastikan oli di mesin sudah benar benar kosong,..dan selanjutnya baru masukin olie yang baru. beberapa mekanik ahass pernah memberikan saran, 1. jangan terlampau sering menggunakan kompressor, udara yang dimasukkan kedalam mesin mengandung uap air yang bisa merusak mesin. 2. jangan sekali kali menutup baut oli dalam kondisi mesin masih panas, ini untuk menghindari baut oli slek. 3. jangan sekali kali menggunakan SOLAR untuk menguras sisa oli. sisa solar yang masih ada dalam mesin dapat merusak kandungan oli baru. 4. Gunakan Engine Flush untuk menguras oli. (aku belum pernah menggunakan cara ini, dengan alasan tidak ekonomis) Mudah mudahan bermanfaat -------------------------------------------------------- nimbrung nambahin saran sedikit tentang masalah kuras oli ini, mungkin berguna. kalo lihat pengalaman dari rekan-rekan yang pernah mengganti tipe oli di engine-engine yang besar, ada satu kebiasaan untuk mengorbankan satu lot tipe oli baru di awal pemakaian. artinya setelah dikuras dan dibersihkan kemudian kita isi dengan oli tipe baru. tapi hanya dipakai untuk waktu yang sangat pendek. setelah itu dibuang dan diisi lagi olinya. dan kemudian mesin dijalankan normal seperti biasa. ini gunanya untuk memastikan bahwa penggantian ke tipe oli yang baru benar-benar sampe ke celah bagian yang hanya bisa dicapai oleh oli itu sendiri. jadi diharapkan oli tipe lama benar-benar bisa terkuras. termasuk cairan engine flush-nya kalo kita pake prosedur ini. -------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------- THX BRO :-)
AUP, AUP, AUP... SETELAH MESIN KELELEP Bicara banjir, pasti sudah terjadi! Kuda besi keburu kelelep aup, aup, aup... Perutnya kembung terisi air. "Saat mesin mati mendadak, jangan dihidupkan dulu. Termasuk motor di rumah yang terendam," sergah Andry S. Winata, bos AHASS Dunia Motor di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kelelep istilah terbatas. Bahasa luasnya, terendam. Pemandangan begini akhir-akhir ini banyak. Setelah tenggelam dan mesin mati, langsung ditarik. Setelah lolos dari banjir, roda depan diangkat rame-rame tinggi-tinggi. Alasannya, supaya air di ruang bakar tumpah. "Itu nggak bisa. Tetap biarkan mesin kering dan jangan dinyalakan. Tapi langsung buang oli mesin atau girboks," terang Andry yang tiap hari kedatangan motor habis terendam banjir. Sebab oli terkontaminasi lumpur. Tanda-tandanya oli cokelat. Macam susu cokelat (gbr. 1). Jangan diminum! Buat terendam sebentar dan mati mendadak lebih gampang. Sembari menunggu oli kering dikuras, tangki bensin ikut dikuras. Lalu buka filter dan karburator. Tanpa ampun, akibat kelelep, peranti itu dijarah air. Bongkar filter dan peras busanya (gbr. 2). Bersihkan pakai bensin. Lebih afdal dikeringkan dan disemprot pakai kompresor. Sekalian karburator dibongkar dan air yang menumpuk di mangkuk dan lubang spuyer dibersihkan. Buat mesin 4-tak, buka dulu lubang busi. Lalu pakai kain, lubang ditutup dan mesin diselah beberapa kali. Otomatis air yang menumpuk di ruang bakar bisa ditendang. Eh, cek juga lubang di knalpot. Jangan-jangan mampet. Lubang pembuangan ditusuk jarum, crot. Mesin 4-tak seperti Honda tipe GL dan Suzuki Shogun, kalau ruang sepul magnet terendam oli, otomatis air ikut ngendon di situ. "Bisa korsleting tuh sepul," gertak Akam dari Kam-Speed yang baru saja menangani Sanex Sierra korsleting dan sepulnya mati akibat banjir. Buka tutup girboks kiri, lalu bersihkan sepul dan magnetnya. Gunakan kuas dan bensin (gbr. 3). Keringkan dulu di terik matahari. Kalau terburu-buru, boleh disemprot kompresor dan hair-dryer, itu lho pengering rambut. Mesin pakai platina, dibersihkan dengan bensin dan dikeringkan kompresor. Jangan lupa kepala busi dikeringkan. Kabel-kabel kelistrikan bodi di batok lampu yang tertutup ikut dibersihkan. Sebab, dari sinilah biang kerok karat. Tinggal pasang karburator, filter dan tutup girboks kiri. Pekerjaan selanjutnya mengisi oli, keringkan dulu ruang girboks. "Tuang oli melebihi kapasitas standar," anjur Andry. Buat bebek 800 ml, boleh diisi 1 liter. Lebih bagus dicampur engine-plus (gbr. 4). Pada mobil engine-plus ini digunakan ketika mau ganti oli. Atau boleh juga pakai oli bekas yang dicampur solar. "Perbandingannya 50% solar dan 50% oli," anjur Suryadi dari AHASS Karisma Motor di Cibubur, Jakarta Timur. Lalu nyalakan mesin kira-kira 5 menit. Matikan lagi mesinnya. Berikutnya buang campuran oli dan solar. Cek, apakah masih terlihat seperti kopi susu? Lakukan beberapa kali hingga bersih. Selesai itu tuang oli baru sesuai kapasitas. Itu kalau mesin yang terendam hanya sebentar. Untuk motor yang kelelep berhari-hari, mesti turun mesin. Apalagi sempat dihidupkan. Partikel lumpurnya keburu nyelinap di laher dan celah-celah metal. Ini harus dibersihkan pakai bensin. Aong/Foto : David & Boyo On 05/02/07, Bayu Aji <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Iya nih sama, bebek gw juga kelelep di penggilingan sampai spion dan box nyaris tak terlihat, akibatnya speedometer dan indikator bensin gak nyala dan lampu sein juga ngaco. tapi berhubung masih harus dipakai menemani daku untuk mencari segenggam emas dan sekarung berlian terpaksa pagi ini harus tetap dipaksakan. Berapa yah harga speedometer + indikator bensin ? kemarin hari Minggu coba ke bengkel Pak Amin yang ada assistenya [ PAk Amin masih dikampung ] dan nanya harga speedometer satu set sekitar 400k, klo di AHASS katanya bisa lebih mahal lagi..., benar gak sih...? terus apakah masih ada harapan dengan speedometerku ??? Salam, On 2/4/07, Ossa Nih <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > waduuuhhhh, lama aja berenangnya.... > bro kalau soal kelistrikan kayanya kena deh [aki, lampu], tp kalau soal > turun mesin belum tentu, slny mesin tertutup rapat tp ada kemungkinan air > bisa masuk, coba dibawa ke AHASS aja bro > > *budi cahyono <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > bros n sist yang baik.. > Mohon saran untuk si bohay... > akibat hujan yg terus menerus dari hari jumat s/d saptu kemaren bebek > karismaku benar2 berenang bahkan nyilem sampai2 hanya kaca spionnya yang > kelihatan... > berhubung sibohay itu yg nemenin kemana ane pergi..Khawatir dgn > kondisinya so.. > apa yg harus dilakukan,apakah harus turun mesin? > klo "ya" dimana bengkelnya? > bagaimana dgn aki dan kelistrikannya? > dll.. > > Terimakasih banyak atas masukan dan sarannya. > > > keep rollin' > Bubu > B6766SBN > >

