tadi pagi, ngindarin tabrakan beruntun, gw juga ngerem mendadak dengan komposisi +/- 90(D) : 10(B)... eh tau-tau, ciettt.. pess..wes...ewes...ewes...gedebruk..!! setelah periksa sana-sini, ban depan luar sobek sekitar 1cm 2biji.. :(
yg bikin gw bingung, kira2 sobeknya ma apaan yak..?!! kata tukang tambal ban seh, bisa semacam pecahan botol kr********g..!! alhamdulillah gak ada yg luka or lecet... :) kecuali harus ganti ban luar dalam! bebex-the-kill On 26/03/07, Fandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Woiiiiiiiiiii Sepi amat Nich tumben nich ada info dari FSRJ, dibaca yach.......... Pade bertapa yech???????? *Sruntal-Sruntul <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: From: "Sruntal-Sruntul" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Forum Safety Riding Jakarta" <[EMAIL PROTECTED]> Subject: FSRJ info- cara ngerem yg aman Date: Mon, 26 Mar 2007 07:06:52 -0000 From: bottem dkavallera Subject: [honda-megapro] FYI, semoga bermanfaat buat kita semua. sorry yg udah pernah dapet... FYI, semoga bermanfaat buat kita semua. Menggunakan rem pada motor jauh lebih "menantang" dibanding pada mobil. Pengendara motor kadang-kadang harus menggunakan kedua tangan secara bersamaan untuk menghentikan laju motornya. Rem depan lebih penting jika dibandingkan dengan rem belakang. Rata- rata sepeda motor mengandalkan rem depan 70-80 persen dari kemampuan perhentian (stopping power) kendaraan. Jenis motor dengan jarak sumbu roda (wheelbase) yang panjang (misalnya cruisers) lebih mengandalkan rem belakang dari kebayakan motor lainnya, namun tetap saja rem depan bekerja lebih keras daripada rem belakang. Bertentangan dengan mitos yang beredar selama ini, sepeda motor tidak akan terjungkir balik ke depan jika pengendara mempergunakan rem depan dengan kuat. Pada sepeda motor modern, kita bisa saja "mengangkat" roda belakang saat ngerem roda depan (stunts/free style menyebutnya sebagai "stoppie"), tapi untuk itu perlu skill tersendiri. Jadi bukan hal yang gampang dan lazim, bukan? Perlu upaya sungguh-sungguh dan akan menghabiskan waktumu mencobanya. FYI...semoga Bermanfaat.. .

