jadi inget dulu polda dki pernah diterapin buat pejalan kaki untuk mentaati
peraturan lalin, klo melanggar akan diberi sanksi push up or ...(yg jongkok
terus loncat2 apa namanya?).

eh sekarang2 ini orang dah mulai lupa semuanya. nyeberang ga pernah liat
kiri-kanan dulu, merasa jalan punya nenek moyangnya, wah pokoknya kadang
suka ga displin. walopun gw tetep menghormati pejalan kaki.


On 5/8/07, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Dear Febil,

Entah mulai dari mana ya komen dari ane.
Kalo soal penyeberang ceroboh, hmm..menurut ane, semuanya dibalikin lagi
ke "disiplin".
Masalahnya, pembentukan disiplin ini harusnya dibentuk sejak manusia
lahir.. kemudian dipupuk rasa itu hingga dewasa..
Kalo udah gitu, ane yakin dalam hal apa pun orang yang udah dididik
disiplin dari dini patuh dalam segala hal, termasuk nyeberang jalan.

Kalo soal nyeberang di sela-sela jalan. Penyeberang itu berbeda-beda
tipenya, ada yang celingak celinguk, ada yang selonong boy semelehoy...
Nah, menurut ane, keduanya harus diantisipasi.. caranya?
Selama ini yang ane pake mah begini. Ane selalu pegang anjuran dari
seseorang, "Jika sedang berkendara, selain kemampuan, mawas (feelling, eh l
nya satu apa dua yak?) adalah faktor utama".
Nah, dalam kondisi yang bro Febil paparkan itu, mungkin feelling lebih
berperan. Ambil jalan buruknya aja...di sela-sela mobil itu pasti ada
sesuatu, entarh orang nyeberang, motor nongol, kambing lewat (kaya ane waktu
di Jonggol), atau malah mobil yang tiba-tiba berbelok.. Jadi, senantiasa
lebih hati-hati dan kurangi kecepatan motor..

Yang dilakukan bro Febil, dengan mengurangi kecepatan udah benar koq...
tapi ngga usah pake caci maki lah..heuehueheuh...


Salam Sobat!

Ary Kurniawan




  *"Febil D mamayo" <[EMAIL PROTECTED]>*

05/08/2007 09:42 AM   Please respond to
[email protected]

   To
<[email protected]>  cc
  Subject
[karisma_honda] Bagaimana Menyikapinya??




Dear Bro,


Berhubung Pembahasan mengenai Trotoar udah sepi, walaupun ada yg
menanggapi positif dan ada yg menanggapi sinis,
sekarang gw ingin minta pendapat temen2 semua mengenai bagaimana caranya
menyikapi para penyebrang jalan yg ceroboh.

Di Jakarta ini sering kali kita dihadapkan pada kemacetan lalu lintas yang
memaksa kita harus berkendara di sela2 kendaraan
roda empat. Problemanya adalah sering kali juga kita menemui penyebrang
jalan yg ceroboh yang besikap seolah2 tidak ada
kendaraan roda dua yg melaju di sela2 kemacetan kendaraan roda empat, main
nyelonong ajah tanpa menyempatkan diri
untuk menengok ke sela2 mobil. Yang bikin tambah linu kalo gw perhatikan
kebanyakan dari mereka para orang tua dan kaum Wanita,
yang mana refleks untuk menghindarnya kurang responsif di banding laki2.

Disisi lain, demi menghindari benturan dengan pejalan kaki yg ceroboh tsb,
sering kali gw di caci maki pengendara motor lain yg berada di
belakang gw, karena kecepatan berkendara gw yg sangat pelan. itu gw
lakukan karena gw masih trauma akibat kecelakaan yg gw alami sekitar thn
1999 dimana gw menabrak seorang Bapak2 yg menyebrang di tengah2 kemacetan
tanpa melihat ke sela2 mobil terlebih dahulu. padahal
kecepatan gw pada waktu itu rendah sekali, tapi namanya orang tua yg sudah
rentan tetap ajah dia jatuh dan gegar otak, Alhasil pengendara
motor juga yg di salahkan.

Dari cerita di atas, mohon masukan dari teman2 semua, bagaimana cara
berkendara di tengah2 kemacetan.

Terima Kasih.


Febil
B 5058 PM
.






--
best regards
B 6583 NER
#020 ~kx silverhawk~
http://danimangundap.multiply.com

Kirim email ke