dear om momod, numpang benwith dikit yah...smoga bermanfaat. salam





sumber (http://edorusyanto.wordpress.com)






twt: @edorusia








artikel lain













jika foto atau ilustrasi tak terlihat silakan klik Sepeda Motor Sebagai 
Pengumpan













SEPEDA motor menjadi alternatif saat ini. Sebuah jalan keluar atas
kebutuhan mobilitas masyarakat karena sistem transportasi umum massal
yang ada belum memadai. Transportasi umum masih dinilai belum aman,
nyaman, dan tepat waktu. Aksesnya pun tidak maksimal.






Selain sepeda motor, kendaraan mobil pribadi juga menjadi alternatif.
Tak pelak, tipe mobil low multi purpose vehicle (LMPV) menjadi pilihan.
Jenis mobil ini rata-rata dibanderol di harga Rp 150 juta ke bawah.
Sebuah ranah yang lebih terjangkau masyarakat kelas menengah ke bawah.
Tentu, dengan dukungan lembaga pembiayaan.






Buntutnya, populasi sepeda motor dan mobil pribadi lebih dominan
ketimbang angkutan umum. Sepeda motor yang masih aktif ditaksir sekitar
45 juta unit dan mobil pribadi sekitar 7 juta unit. Kendaraan umum? Di
bawah satu juta unit.






Secara ekonomi, sepeda motor lebih terjangkau karena berkisar di Rp
10-15 juta per unit, untuk segmen motor bebek. Berkat dukungan lembaga
multifinance, konsumen bahkan bisa memboyong sepeda motor cukup dengan
uang muka Rp 1,5 juta dengan angsuran per bulan sekitar Rp 500 ribu
dalam jangka waktu 35 bulan.













Benahi Angkutan Umum






Darmaningtyas, penggiat di LSM Institut Studi Transportasi (Instran),
menyatakan, sepeda motor tepat untuk angkutan pengumpan (feeder), bukan
sebagai angkutan utama (trunk line). 






Feeder dari gang ke jalan utama, dari jalan utama ke terminal atau
halte bus. Oleh karena itu, seperti ditulis Darmaningtyas dalam
bukunya, Transporatasi di Jakarta Menjemput Maut, regulasi terhadap
sepeda motor semestinya didahului dengan perbaikan pelayanan angkutan
umum sehingga dapat mendorong para pengendara sepeda motor berpindah ke
angkutan umum.






Aha! Siapa pun tak akan rela berhadapan dengan tingginya risiko
bersepeda motor. Tengok saja risiko ini. Kepanasan akibat sengatan
matahari atau kehujanan, menghirup debu atau asap knalpot kendaraan,
dehidrasi karena pengapnya suhu tubuh berjaket dan sengatan matahari.
Serta, ini yang paling tinggi risikonya, terjebak dalam kecelakaan lalu
lintas jalan. Maklum, di Jakarta dan di seantero Nusantara, sepeda
motor termasuk kendaraan yang mendominasi kecelakaan lalu lintas jalan.
Sekitar 60% kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah dari kelompok
sepeda motor.






Para penggiat keselamatan jalan menilai, untuk mereduksi secara
signifikan kecelakaan lalu lintas jalan adalah dengan mewujudkan sistem
tranportasi angkutan umum massal yang aman, nyaman, dan selamat. Tentu
juga dengan pola yang tepat waktu.






Tanpa itu, sepeda motor sebagai alternatif masih menjadi favorit. Kalau
yang memiliki dana lebih bakal melirik LMPV. Nah kalau yang gak
menjangkau kedua jenis itu? Menikmati apa adanya layanan yang diberikan
para operator angkutan umum. Termasuk di antaranya, berimpit-impitan
dengan para tanga-tangan jahil. (edo rusyanto)















artikel lain














Kirim email ke