dear om momod, numpang benwith yah. smoga berkenan. trims




sumber (http://edorusyanto.wordpress.com)


twitter: @edorusia




artikel lain







Bebek Honda Dirongrong Kompetitor?

 

FENOMENA melesatnya
sepeda motor scooter automatic alias skutik Honda harus dibayar mahal di segmen
underbone alias bebek. Yuk tengok data Asosiasi Industri Sepeda Motor (Aisi)
berikut ini. Pada Januari-Juni 2010, market share atau pangsa pasar bebek Honda
sebesar 49,92%, padahal pada periode sama 52,43%.

Siapa yang merongrong
bebek Honda yang di Indonesia
diageni PT Astra Honda Motor (AHM)?

Jawabannya bisa ditebak,
bebek Yamaha. Tapi, tunggu dulu, ternyata bebek Kawasaki dan Suzuki juga 
ikut-ikutan. Sedangkan
bebek TVS yang baru bergabung tahun ini, ternyata menyabet market share 
domestik,
walau jumlahnya masih di bawah 1%. 

Sekadar ilustrasi, pangsa
pasar Yamaha di segmen bebek dalam tiga tahun terakhir terus meningkat, 
sedangkan
kebalikannya di segmen skutik, terus merosot. Di segmen skutik, justeru Honda
yang terus berkibar. (lihat tabel market share)

Kenapa Honda lengah
sehingga penguasaannya di pasar bebek diserobot para kompetitor? Atau Honda
asyik membesarkan skutik? 

Hanya para manajemen agen
tunggal pemegang merek (ATPM) tersebut yang tahu. Tulisan ini sekadar
meraba-raba dan mencatat fakta pertumbuhan berdasarkan data wholesales semata.
Silakan Anda simpulkan sendiri.

 

Revo Perkasa

Di tengah gempuran bebek kompetitor,
produk AHM yakni Honda Absolute Revo, masih tak tergoyahkan memimpin pasar. 
Bebek
bermesin 110 cc yang diluncurkan 30 Januari 2009 itu, ditempel ketat Yamaha
Jupiter Z. Pada Januari-Juni 2010, AHM berhasil melego 515.026 Revo, sedangkan
PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) ATPM motor Yamaha, melego 342.104 
Jupiter
Z.

Pangsa pasar yang
berhasil digenggam Revo tak tanggung-tanggung yakni 27,92%, sedangkan Jupiter Z
sebesar 18,54%.

Mengapa Revo demikian
perkasa? Boleh jadi karena hal ini. Manajemen AHM mengusung konsep “Smart 
Stylish
Cub” untuk Revo yang direpresentasikan dengan “Smart Styling”, “Smart
Performance” dan“Smart Convenient”. Apa sih yang dimaksud kesemua itu? Tidak
lain berupa peningkatan gaya penampilan, mulai dari corak stripping, warna,
hingga kinerja mesin. Misalnya saja soal penghematan bahan bakar minyak (BBM).
AHM mengklaim konsumsi bahan bakar Revo 110cc lebih irit 5% dari Honda Revo
100cc. Mesin 110 cc, SOHC, 4 tak memberikan performa yang tangguh, bertenaga,
dan responsif 16% lebih dari Honda Revo 100cc. Siaran pers AHM saat meluncurkan
produk ini menyebutkan, Honda Absolute Revo 110 telah memenuhi standar EURO 2
dengan diterapkannya teknologi canggih SASS (Secondary Air Supply System) &
CECS (Crankcase Emission Control System) yang menghasilkan gas buang hasil
pembakaran yang lebih rendah emisi dan aman bagi lingkungan.

Johannes Loman, direktur pemasaran PT AHM saat meluncurkan Revo 110
menegaskan, dengan lahirnya Absolute Revo 110 diharapkan dominasi Honda dapat
terjaga. ”Motor ini menawarkan motor yang serba baru, mulai dari desain,
teknologi, hingga mesin yang lebih besar," kata Loman yang kini Wakil
Direktur Utama PT AHM.

Hemmm...apa karena hal itu semata? Maklum, konsumen kita di segmen bebek
amat elastis terhadap harga. Tak aneh jika AHM saat meluncurkan motor ini  
membanderol Revo 110cc Rp 11,6 juta – Rp 13,5
juta on the road (OTR) DKI Jakarta. Kini, hampir satu tahun setengah sejak
diluncurkan, harga Revo berkisar Rp 11,86 juta hingga Rp 13,81 juta.

Honda kini mengguyur pasar bebek dengan tiga merek andalan yakni Absolute
Revo 110cc dengan tiga varian yakni pelek jari-jari (spoke), pelek sport cast
wheel (cw), dan  cw deluxe. Selain itu, Honda
Blade 110cc dengan harga Honda Blade (Rp 13,84 juta) dan Honda Blade Repsol (Rp
13,99 juta). Merek premium mereka adalah Supra X 125cc dengan varian

Supra X 125R CW (Rp 15,46 juta), Supra X 125 D
spoke (Rp 14,36 juta), dan Supra X 125 R PGM FI (Rp 16,54 juta). 

Elastisitas konsumen lini bebek perlu terus dicermati para pemain sepeda
motor. Tak heran jika pemain baru di lini ini, TVS membanderol bebek Neo 110
pada harga Rp 9,9 juta untuk yang paling rendah. (edo rusyanto)



artikel lain




Kirim email ke