Kita harus membiasakan diri jadi masyarakat informasi, masyarakat informasi yang sehat.
Banyak orang tidak menyadari bahwa dalam masyarakat informasi, ada fungsi Jurnalis melekat pada mereka. Jadi ketika mendapatkan suatu informasi, tanggung jawab masing-masing lah untuk menelaah informasi tersebut untuk kemudian diputuskan apakah perlu di teruskan ke rekan-rekannya, perlu diklarifikasi dulu lebih lanjut baik dilakukan sendiri ataupun oleh pihak lain sebelum diteruskan, atau cukup disimpan di folder [Deleted Items] saja. Misalnya, ketika kita meneruskan (forward) suatu email berisi cerita suatu peristiwa kemudian dibubuhi sedikit ayat2 Al-Quran atau Al-Hadits, langsung di teruskan tanpa cek dulu peristiwanya dan dalil2 yang dibawanya, sahih atau tidak, maka ada kemungkinan kita menyesatkan kalangan penerima email kita. Beberapa email juga ada kecenderungan untuk menyebarkan ketakutan yang sebenarnya tidak perlu. Memang konsekuensinya tidak seperti menyampaikan berita bohong yang disandarkan seakan-akan dari Rasullulah (hadits2 maudhu) yang jelas-jelas diancam dgn Neraka, tapi tetap ada konsekuensi moralnya. Sebenarnya banyak email2 hoax yang bisa ditangkal sendiri tanpa perlu anti-spam. Misalnya informasi ada orang mati karena kesetrum dari hape, padahal hape jelas2 memakai listrik DC/searah bertegangan rendah. Atau suatu bahaya di Amerika gak kejadian di Indonesia, tapi informasinya diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Atau informasi mengenai WTC yang 110 lantai, padahal WTC kan 113 lantai.. nah lho... ;-) Bertanggungjawablah terhadap informasi yang keluar dari kita. Kalau misalnya tidak punya waktu untuk memverifikasinya, tambahkan sedikit komentar bahwa informasi tersebut tidak kita verifikasi, sehingga yang menerima pun akan memperlakukan informasi tsb dengan semestinya. Intinya, dalam masyarakat informasi, juga berlaku kaidah manajemen mutu: Quality begin from the source (design). Hanya sekedar mengingatkan. TR. ----- Original Message ----- From: "Herman Abdullah" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, September 22, 2004 4:56 PM Subject: Re: [kasma1] Listrik Statis di SPBU > Udah ngga usah dimasalahin.... > Kalo memang ngakunya masyarakat informasi, biasakanlah... > kita emang harus 'pintar' untuk menerima informasi saat ini... > anggap saja yang begini salah satu resiko ikut milis.... > ngga selalu tulisan yang diposting bisa dipercaya kebenarannya.. > jadi setiap informasi jangan ditelan bulat2..... > > Jadi damai yach..... > rakyat kan udah mulai belajar damai..... > > > > ----- Original Message ----- > From: Teguh R <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Wednesday, September 22, 2004 3:29 PM > Subject: Re: [kasma1] Listrik Statis di SPBU > > > > kasusnya ada di amerika.. ;-) > > gak berlaku di sini, jadinya Hoax.. > > gak usah nakut-nakutin orang lah.. > > > > ----- Original Message ----- > > From: "ami_khai" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; > > <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent: Wednesday, September 22, 2004 2:35 PM > > Subject: [kasma1] Listrik Statis di SPBU > > > > > > > FYI.... > > > > > > Lembaga Peralatan Perminyakan sedang melancarkan > > > kampanye untuk mencoba > > > membuat orang waspada terhadap bahaya kebakaran yang > > > diakibatkan oleh "statis" > > > (yaitu, listrik statis) di SPBU. Mereka telah > > > melakukan penelitian terhadap > > > 150 kasus kebakaran ini. > > > Hasilnya sangat mengejutkan: > > > > > > 1. Dari 150 kasus itu, hampir semuanya wanita. > > > 2. Hampir semua kasus melibatkan orang yang > > > masuk kembali ke dalam mobil > > > saat nozzle masih memompa bensin, ketika selesai dan mereka > > > keluar kembali > > > untuk menarik keluar nozzle maka kebakaran mulai terjadi, yang > > > diakibatkan > > > oleh listrik statis. > > > 3. Sebagian besar bersepatu dengan sol karet. > > > 4. Sebagian besar orang laki-laki tidak pernah > > > masuk kembali ke dalam > > > mobil sebelum pengisian bahan bakar benar-benar > > > selesai. Itulah sebabnya mereka > > > jarang terlibat dalam kebakaran jenis ini. > > > 5. Jangan sekali-kali menggunakan HP saat > > > mengisi bensin. > > > 6. Uap bensinlah yang mengakibatkan kebakaran > > > itu, ketika berhubungan > > > dengan listrik statis. > > > 7. Terjadi 29 kebakaran dimana kendaraan > > > dimasuki kembali dan nozzle > > > disentuh saat pengisian bahan bakar dari berbagai > > > jenis merek dan model. > > > Sebagian mengakibatkan kerusakan berat terhadap > > > kendaraan, SPBU, dan langganan. > > > 8. Tujuh belas kebakaran terjadi sebelum, pada > > > saat atau segera setelah > > > tutup tangki bensin dilepas dan sebelum pengisian > > > bensin mulai. Jangan sekali- > > > kali masuk kembali kedalam kendaraan anda saat > > > pengisian bensin sedang > > > berlangsung. Jika anda memang terpaksa HARUS masuk > > > kembali ke dalam kendaraan > > > anda saat bensin dipompa, pastikan anda keluar, > > > menutup pintu SAMBIL > > > MENYENTUH LOGAM, sebelum anda menarik nozzle > > > keluar. > > > Dengan cara ini listrik > > > statis dari tubuh anda akan dibuang sebelum anda > > > menarik keluar nozzle. > > > > > > Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Lembaga > > > Peralatan Perminyakan, > > > bersama-sama dengan beberapa perusahaan lain, > > > sekarang > > > dengan sungguh-sungguh > > > mencoba untuk membuat masyarakat umum mengetahui > > > bahaya ini. Anda dapat > > > memperoleh informasi lebih lanjut dengan mengunjungi > > > http://www.pei.org > > > Begitu sudah disana, click di tengah layar > > > dimana ada kata-kata "Stop Static". > > > > > > Kami minta anda dengan sangat untuk > > > mengirimkan > > > informasi ini ke SEMUA > > > keluarga dan kawan anda, terutama mereka yang > > > membawa > > > anak-anak dalam mobil > > > saat mengisi bensin. Jika ini terjadi pada mereka, > > > mereka mungkin tidak akan > > > bisa mengeluarkan anak-anak tepat pada waktunya. > > > > > > Terima kasih atas kesediaan anda meneruskan > > > informasi ini. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/tBfwlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kasma1/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
