----- Forwarded message from Sjamsir Sjarif <[EMAIL PROTECTED]> -----
Date: Sun, 10 Apr 2005 20:30:25 -0700
From: Sjamsir Sjarif <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: Palanta RantauNet <[email protected]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Laporan RPG, Padang, Gempa 6,8 SR
To: Lapau <[email protected]>
Cc: KJRI San Francisco <[EMAIL PROTECTED]>, Biaro
<[EMAIL PROTECTED]>
Dari Riaupost http://www.riaupos.com/ Senin 11 April 2005 kito baco barito
di bawah ko.
Salam,
-- Mak Ngah
Ribuan Warga Padang Ngungsi ke Bukittinggi
Senin, 11 April 2005
Gempa 6,8 SR Guncang Sumbar, Tiga Orang Tewas
Laporan RPG, Padang
KEPANIKAN akibat guncangan gempa kembali menimpa masyarakat Sumatera Barat.
Akibat guncangan gempa 200 kali yang berpusat di Selat Mentawai dengan
guncangan tertinggi 6,8 Skala Richter (SR), ratusan ribu masyarakat
mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman, bahkan dalam peristiwa kemarin,
tiga warga dilaporkan tewas.
Menurut catatan Badan Metreologi dan Geofisika (BMG) Padangpanjang, melalui
Seismograf, gempa pertama terjadi pada pukul 17.29 WIB dengan kekuatan
gempa mencapai 6,8 SR dan episentrum (pusat gempa) berada di Selat
Mentawai, Sumbar, tepatnya pada posisi 0,80 derajat Lintang Selatan 98,9
derajat Bujur Timur atau 100 kilometer barat daya Kota Padang dengan
kedalaman pusat gempa sekitar 30 km di bawah permukaan laut.
Gempa utama ini kemudian disusul gempa kecil dengan kekuatan di bawah 5 SR.
Dekatnya pusat gempa menyebabkan guncangan yang dirasakan di seluruh daerah
di Sumbar, bahkan di beberapa daerah tetangga. Hal inilah yang menyebabkan
warga sangat panik, selain takut dengan reruntuhan bangunan juga
kekhawatiran akan terjadinya gelombang tsunami.
Setelah gempa pertama 6,8 SR, gempa kedua terjadi pukul 18.14 WIB dengan
kekuatan di bawah 5,8 SR dan episentrum gempa masih tetap berada di lokasi
yang sama. Hingga berita ini diturunkan, gempa masih terus terjadi.
Tercatat hingga pukul 01.00 WIB dini hari jumlah gempa yang tercatat dan
dirasakan mencapai 200 kali lebih.
Jika dilihat kepada kekuatan gempa, diyakini intensitas gempa cukup tinggi.
Buktinya, dari pemantauan alat yang kita miliki tercatat intensitas gempa
mencapai IV-V MMI untuk wilayah Padang, Pesisir Selatan, Padangpariaman,
Agam dan Pasaman Barat. Sementara untuk daerah yang relatif jauh dari
daerah pantai intensitas gempa ini mencapai III-IV MMI,ujar petugas Stasiun
Meteorologi dan Geofisika Padangpanjang, Heru dan Bayu yang dikonfirmasi
malam tadi.
Menurut mereka, gempa yang terjadi di Selat Mentawai ini bukanlah pindahan
dari gempa Nias, melainkan gempa baru. Dari catatan satelit USGS,
sebelumnya terjadi gempa di Simeulue dengan kekuatan 5,3 SR. Heru
menambahkan, biasanya gempa seperti yang terjadi kemarin akan terus
berlanjut hingga mencapai posisi normal. Ketika disinggung kemungkinan
terjadinya tsunami, mereka mengatakan sangat kecil kemungkinan terjadi.
Sebab, kedalaman episentrum gempa berada lebih dari kondisi normal yakni
0-30 km dari dasar laut. Kendati kemungkinan timbulnya tsunami akibat gempa
ini relatif kecil, namun demi kesalamatan, masyarakat diminta untuk
meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, warga juga diharapkan jauh dari
gedung-gedung bertingkat.
Sementara itu, dari pantauan Padang Ekspres (Riau Pos Grup) malam tadi di
Kota Padang dan daerah lainnya di daerah pantai di Sumatera Barat, situasi
panik serta trauma sangat terlihat dari sebagian besar warga. Buktinya,
hampir seluruh warga Kota Padang eksodus dan mengungsi menuju dataran
tinggi seperti ke Limau Manis, Indarung, Lubuk Minturun serta ke Belimbing.
Selain itu, warga di daerah Padang Pariaman juga terlihat melakukan eksodus
menuju dataran tinggi. Bahkan sebagian warga ada yang memilih berangkat
mengungsi ke Padangpanjang dan Bukittinggi.
Khusus di Kota Padang, warga yang tidak menungsi lebih banyak memilih
bertahan di masjid serta teras-teras masjid dengan menggunakan tikar
sebagai alas. Di samping warga melakukan eksodus, juga terlihat beberapa
warga dengan kendaraan yang bersiap untuk berangkat dan bersiaga di
persimpangan jalan serta di pinggiran jalan.
Wartawan Padang Ekspres dari daerah melaporkan, kepanikan warga memang
sangat luar biasa. Dari Kota Pariaman dilaporkan hampir seluruh warga
eksodus. Hanya beberapa orang saja yang bertahan,ujar Zainal Abidin Laweh,
salah seorang warga yang ditemui masih bertahan, meski berdomisili di dekat
pantai. Kondisi ini katanya juga terjadi beberapa kali, sejak peristiwa
tsunami di Aceh. Ia berharap, agar tak terjadi hal yang tak diinginkan,
seperti maling, perlu penjelasan yang cepat dari pihak terkait tentang
gempa yang terjadi. Kalau masyarakat tahu kekuatan gempa, pusat dan
dampaknya sejak dini, mungkin eksodus warga tidak seperti yang
terjadi,ulasnya.
Kecemasan akan terjadinya reruntuhan bangunan akibat dahsyatnya gempa juga
terjadi di rumah-rumah sakit. Di M Djamil, Yos Sudarso, RS Restu Ibu, RS
Reksodiwiryo serta hampir di seluruh rumah sakit lainnya, pasien terpaksa
dilarikan ke luar gedung. Pasien yang berinfus terpaksa dilarikan dengan
tempat tidurnya, dan diistirahatkan di emperan bangunan.
Kekuatan gempa yang cukup besar di Sumbar pasca gempa di Gunung Rajo
Batipuah beberapa tahun lalu, menyebabkan korban jiwa. Tercatat hingga tadi
malam tiga orang tewas. Namun, hingga tadi malam berapa besarnya kerugian
belum mampu dideteksi.
Pasien RS Berhamburan
Sementara dari pantauan Padang Ekspres hampir seluruh pasien di rumah sakit
yang tengah dirawat ataupun para penunggu pasien berhamburan menyelamatkan
diri. Bahkan mereka yang berada di ruang rawat inap pun terpaksa di bawa
keluar. Seperti yang terlihat di Rumah Sakit Restu Ibu, terlihat tabung
oksigen pasien pun terpaksa dibawa keluar. Sedangkan di Rumah Sakit M
Djamil, pemandangan yang sama terlihat. Hingga tadi malam, sekitar pukul
23.00 WIB situasi masih tetap tegang, mereka masih terlihat waspada dan
memilih untuk berada dari luar.
Sementara di wilayah Pariaman, setidaknya dari informasi yang dihimpun
koran ini, masyarakat juga berhamburan menuju lokasi yang mereka anggap
aman. Jalan utama Padang-Bukittinggi sesak oleh kendaraan, terutama yang
menuju arah Bukitinggi. Warga merasa cemas akan kemungkinan terjadinya
tsunami, sehingga mereka berbondong-bondong mencari kawasan yang dianggap
lebih tinggi. Akibatnya, banyak ruas jalan mengalami kemacetan total.
Antrian kendaraan terlihat memanjang puluhan kilometer.
Di Kota Padang sendiri, gedung-gedung pemerintah dan masjid terlihat sesak
dipenuhi warga yang mengungsi. Kantor Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA)
Sumbar di Jalan Khatib Sulaiman Padang yang berlantai 3, penuh sesak oleh
warga yang mengungsi. Begitu juga dengan Kantor DPRD Sumbar yang terletak
persis di depan Kantor PSDA, juga dipenuhi warga. Kondisi sama juga terjadi
di Kantor Gubernur Sumbar Jalan Sudirman Padang. Warga yang cemas, memenuhi
kantor tersebut sampai ke lantai paling atas.
Sedangkan di jalan raya, seperti yang terlihat di ruas jalan menuju kampus
Unand Limau Manis dan arah Indarung Padang, juga dipenuhi kendaraan
masyarakat yang berusaha mencari lokasi tinggi dan dianggap aman. Ruas
jalan dua jalur di kawasan tersebut penuh sesak oleh kendaraan yang
mengangkut pengungsi. Klakson berbunyi bising. Semua kendaraan seolah
berpacu untuk mencapai kawasan yang dianggap lebih tinggi dan aman dari
kemungkinan serangan tsunami.
Hotel Panik
Selain pasien rumah sakit, tamu-tamu hotel di Kota Padang juga terlihat
panik ketika gempa beberapa kali mengguncang Kota Padang. Dari pantauan
koran ini tadi malam, tamu di beberapa hotel terlihat takut untuk kembali
masuk ke kamarnya masing-masing.
Di Hotel Bumiminang, tamu hotel lebih memilih untuk duduk di halaman dan
lokasi parkir hotel. Walaupun pengelola hotel berusaha menenangkan tamunya
dan meminta mereka untuk kembali ke dalam hotel dan kamar masing-masing,
namun sebagian besar tamu lebih memilih tetap bertahan di luar. Apalagi,
setelah gempa utama, setidaknya ada sekitar 7 kali gempa susulan yang
terasa cukup kuat.
Begitu juga dengan tamu Hotel Pangeran Beach. Tamu-tamu di hotel ini lebih
panik lagi, karena posisi hotel yang berada persis di tepi pantai. Mereka
sangat khawatir gelombang besar tsunami akan menghajar dan mencelakakan
mereka semua.
Pengunjung Plasa Panik
Di pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Kota Padang, kekacauan dan
kepanikan juga tejadi. Seperti di Minang Plasa Jalan Hamka Padang,
pengunjung plasa berhamburan keluar dari pusat perbelanjaan berlantai 5
tersebut. Hal sama juga terlihat di pusat perbelanjaan Matahari dan
Pasarraya Padang. Pengunjung memilih untuk berkumpul di luar gedung ketika
gempa mengguncang. Tapi tak lama setelah itu, kepanikan semakin merajalela,
ketika muncul isu akan ada gelombang tsunami.
Pengunjung pusat perbelanjaan yang sebelumnya hanya berdiri di luar gedung,
terlihat lebih panik dan berusaha kembali ke rumahnya untuk kemudian pergi
mencari lokasi yang lebih tinggi. Sampai sekitar pukul 00.00 WIB malam
tadi, masyarakat masih bertahan di tempat pengungsian. Mereka mengaku belum
berani untuk pulang, walaupun Pemko Padang melalui Wali Kota Padang, Fauzi
Bahar, telah berulang kali menenangkan masyarakat melalui siaran langsung
di seluruh stasiun radio yang ada di Kota Padang.
Sekitar pukul 00.35 dini hari tadi, gempa yang cukup kuat kembali
menggetarkan Sumbar. Dari laporan warga di Lubukbasung, Kabupaten Agam,
gempa yang terjadi dini hari lebih kuat dari sore hari. Hingga berita ini
diturunkan, ribuan warga sudah keluar dari rumah untuk menghindari hal-hal
yang tidak diingini. Kebanyakan warga duduk-duduk di jalan dan ada juga
yang menggelar tikar. Di beberapa masjid, terdengar suara azan.
Selain itu, guncangan gempa di Sumbar itu juga terasa sampai di Singapura.
Lembaga meteorologi Singapura mencatat gempa itu mencapai Singapura sekitar
pukul 18.30 (17.30 WIB). Pusat gempa dilaporkan berlokasi 600-700 km
sebelah baratdaya Singapura. Televisi Channel News Asia melaporkan,
guncangan gempa terasa cukup kuat di apartemen dan gedung tingkat tinggi di
negara tersebut. Tapi, tidak ada laporan soal kerusakan atau korban di
sana.(ope/nal/amr/two/rpg/mnf)
X___________________________________________Sjamsir Sjarif
Indonesian Translator, Interpreter, and Cultural Consultant
335 Gault St. #1, Santa Cruz, CA 95062, USA
Email: [EMAIL PROTECTED] Tel. (831)-426-1333 Fax (831)426-8907
http://www.usindo.net/hambo
Member of:
ATA, American Translators Association http://www.atanet.org/
NCTA, Northern California Translators Association http://www.ncta.org/
IPA, Indonesian Professional Association http://www.ipanet.org/
=======================================================
----- End forwarded message -----
Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL
PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kasma1/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.300 / Virus Database: 266.7.2 - Release Date: 3/11/2005
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________