|
Presiden RI Susilo
Bambang Yudhoyono meminta masyarakat yang menetap di lereng Gunung Talang, Sumatera
Barat tidak terburu-buru kembali ke kediamannya, karena daerah tersebut belum
stabil. Menurutnya, sebagaimana dilaporkan wartawan Waspada Gito AP dan M. Ferdinan
Sembiring, gempa yang terjadi di Sumbar dan menimbulkan ledakan di Gunung Talang
(2.597 meter dari permukaan laut) kemungkinan masih terjadi dan diperkirakan berlangsung
dalam dua sampai tiga bulan mendatang.
Keterangan tersebut
dikatakan Presiden, Rabu (13/4) saat mengunjungi ribuan pengungsi di SD Rawang
Nagari Batan Barus, Kecamatan Talang. Terlihat dalam rombongan, Ny Ani Susilo
Bambang Yudhoyono, Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, juru bicara kepresidenan
Andi Malarangeng, anggota DPR RI dari Padang, Irwan Prayitno dan sejumlah pejabat.
Selain mengunjungi
tempat pengungsian, presiden juga melihat Posko Pusat Informasi Gempa dan
Tsunami di kawasan Pantai Wisata Jl Samudera Padang. Sementara dari lokasi bencana
di Sumatera Barat itu melaporkan, SBY dan rombongan tiba di Bandara Tabing sekira
pukul 11:00, disambut Pejabat Gubernur, Sumatera Barat M. Thamrin, Bupati Pemkab
Solok, Dermawan Fauzi. SH dan sejumlah pejabat lingkungan Pemprov, Pemkab dan
Pemko se-Sumbar.
Ketika rombongan
presiden tiba ditempat pengungsian, langsung terdengar jeritan tangis dari para
pengungsi. Mereka mengaku sampai saat ini bantuan kepada pengungsi seperti sembilan
bahan pokok (Sembako) dan obat-obatan belum maksimal, sehingga masih ada masyarakat
yang makan satu bungkus nasi untuk tiga orang.
Susana haru terlihat
saat SBY mengulurkan tangannya kepada pengungsi, sesaat akan meninggalkan lokasi
pengungsian. Kepada wartawan SBY mengatakan, Pemprov, Pemkab dan Pemko se-Sumatera
Barat harus siap melindungi warga dan melakukan upaya penyelamatan, baik harta
benda maupun jiwa.
Pemda setempat harus
memperbanyak sosialisasi psikologis, artinya jangan sampai bencana gempa menimbulkan
kepanikan yang berlebihan di masyarakat. Lakukanlah tindakan antisipatif, refresentatif
dan tanggap darurat pasca bencana.
Presiden juga meminta
kepada Pemda selalu berkoordinasi dengan Satkorlak Nasional ataupun Menko Kesra
di Jakarta. "Percayalah pemerintah pusat akan memberikan perhatian,"
tegas SBY, mengatakan, masyarakat yang tinggal di tempat-tempat pengungsian bersabar
dan tabah menghadapi cobaan tersebut. Ditambahkan, penanganan pengungsi oleh Pemkab
sudah baik, namun harus diperhatikan pengamanan selanjutnya, Dia juga berharap
masyarakat saling dukung mendukung menghadapi bencana alam itu.
Masih Bertahan
Sementara itu, ribuan pengungsi masih bertahan di tempat-tempat pengungsian
yang telah disediakan Pemkab Solok dan beberapa relawan. Sedikitnya terdapat tujuh
lokasi pengungsian, lima diantaranya di Kubang Duo terdapat 10.500 jiwa, Bukit
Silen ribuan jiwa, Danau Kembar 6500 jiwa, Gedung Olahraga (GOR) Batu Batupang
Kota Baru 1247 jiwa dan SD di Rawang Nagari Batang Barus mencapai belasan ribu.
Staf Kecamatan Pemkab
Solok Muliadi Markos mengatakan, yang mengungsi di GOR Batu Batupang Koto Baru
saja terdiri dari tiga nagari (desa) yaitu nagari sungai janieh, nagari air hangat
dan nagari talang. GOR ini katanya berjarak sekitar 10 Km dari lokasi terjadinya
ledakan. Pada saat bersamaa DPP PKS Kabupaten Solok terlihat memberikan bantuan
berupa 400 nasi bungkus kepada pengungsi, dikoordinir tokoh PKS Irfiandi Abidin
dan anggota DPRD Sumbar fraksi PKS Nazar Bahri.
Mereka
juga bekerjsama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dalam rangka
pengobatan kepada para pengungsi. Menurut keterangan Nazar Bahri, saat hari
pertama kejadian, banyak masyarakat yang panik, terutama yang menetap di
lereng. Mata mereka perih terkena debu yang diletupkan gunung Talang sehingga
memerlukan pengobatan. "Hari pertama puluhan orang dirawat. Mereka
dikumpulkan di Masjid yang berada di GOR. "Tapi saat ini mereka sudah
banyak yang sembuh," katanya menjelaskan, bahkan sebagian warga yang
mengungsi sudah ada yang kembali ke kediamannya, sekedar melihat kondisi
rumah mereka. Mengenai kerusakan bangunan akibat letusan gunung Talang, Nazar
Bahri mengatakan, sejauh ini belum ada, termasuk korban jiwa.
Gempa Susulan
Satu jam sebelum SBY tiba di Kota Padang, gempa susulan terjadi lagi dengan
kekuatan 5-6 skala Richter, menyebabkan beberapa masyarakat panik dan keluar
rumah. Namun sebagian masyarakat Padang yang sudah terbiasa dengan gempa,
tidak bergeming dari tempatnya berdiri.
Salah
seorang warga Padang Feri kepada Waspada mengatakan, gempa yang terjadi
memang sempat membuat masyarakat panik, tapi tidak sepanik ketika peristiwa
gempa pertama dengan kekuatan 6,7 skala Richter yang berpusat di kepulan
Mentawai. Dia mengatakan, setelah gempa pertama, mereka telah merasaakan
beberapakali gempa susulan, tapi tidak sekuat gempa pertama. (m44/c28)
|
|