Kaba dari kampuang awak...

 

Wassalam,

-Uni Santi-

 

 

14 Apr 05 07:37 WIB
Gunung Talang Belum Stabil

Solok, WASPADA Online

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat yang menetap di lereng Gunung Talang, Sumatera Barat tidak terburu-buru kembali ke kediamannya, karena daerah tersebut belum stabil. Menurutnya, sebagaimana dilaporkan wartawan Waspada Gito AP dan M. Ferdinan Sembiring, gempa yang terjadi di Sumbar dan menimbulkan ledakan di Gunung Talang (2.597 meter dari permukaan laut) kemungkinan masih terjadi dan diperkirakan berlangsung dalam dua sampai tiga bulan mendatang.

Keterangan tersebut dikatakan Presiden, Rabu (13/4) saat mengunjungi ribuan pengungsi di SD Rawang Nagari Batan Barus, Kecamatan Talang. Terlihat dalam rombongan, Ny Ani Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, juru bicara kepresidenan Andi Malarangeng, anggota DPR RI dari Padang, Irwan Prayitno dan sejumlah pejabat.

Selain mengunjungi tempat pengungsian, presiden juga melihat Posko Pusat Informasi Gempa dan Tsunami di kawasan Pantai Wisata Jl Samudera Padang. Sementara dari lokasi bencana di Sumatera Barat itu melaporkan, SBY dan rombongan tiba di Bandara Tabing sekira pukul 11:00, disambut Pejabat Gubernur, Sumatera Barat M. Thamrin, Bupati Pemkab Solok, Dermawan Fauzi. SH dan sejumlah pejabat lingkungan Pemprov, Pemkab dan Pemko se-Sumbar.

Ketika rombongan presiden tiba ditempat pengungsian, langsung terdengar jeritan tangis dari para pengungsi. Mereka mengaku sampai saat ini bantuan kepada pengungsi seperti sembilan bahan pokok (Sembako) dan obat-obatan belum maksimal, sehingga masih ada masyarakat yang makan satu bungkus nasi untuk tiga orang.

Susana haru terlihat saat SBY mengulurkan tangannya kepada pengungsi, sesaat akan meninggalkan lokasi pengungsian. Kepada wartawan SBY mengatakan, Pemprov, Pemkab dan Pemko se-Sumatera Barat harus siap melindungi warga dan melakukan upaya penyelamatan, baik harta benda maupun jiwa.

Pemda setempat harus memperbanyak sosialisasi psikologis, artinya jangan sampai bencana gempa menimbulkan kepanikan yang berlebihan di masyarakat. Lakukanlah tindakan antisipatif, refresentatif dan tanggap darurat pasca bencana.

Presiden juga meminta kepada Pemda selalu berkoordinasi dengan Satkorlak Nasional ataupun Menko Kesra di Jakarta. "Percayalah pemerintah pusat akan memberikan perhatian," tegas SBY, mengatakan, masyarakat yang tinggal di tempat-tempat pengungsian bersabar dan tabah menghadapi cobaan tersebut. Ditambahkan, penanganan pengungsi oleh Pemkab sudah baik, namun harus diperhatikan pengamanan selanjutnya, Dia juga berharap masyarakat saling dukung mendukung menghadapi bencana alam itu.

Masih Bertahan
Sementara itu, ribuan pengungsi masih bertahan di tempat-tempat pengungsian yang telah disediakan Pemkab Solok dan beberapa relawan. Sedikitnya terdapat tujuh lokasi pengungsian, lima diantaranya di Kubang Duo terdapat 10.500 jiwa, Bukit Silen ribuan jiwa, Danau Kembar 6500 jiwa, Gedung Olahraga (GOR) Batu Batupang Kota Baru 1247 jiwa dan SD di Rawang Nagari Batang Barus mencapai belasan ribu.

Staf Kecamatan Pemkab Solok Muliadi Markos mengatakan, yang mengungsi di GOR Batu Batupang Koto Baru saja terdiri dari tiga nagari (desa) yaitu nagari sungai janieh, nagari air hangat dan nagari talang. GOR ini katanya berjarak sekitar 10 Km dari lokasi terjadinya ledakan. Pada saat bersamaa DPP PKS Kabupaten Solok terlihat memberikan bantuan berupa 400 nasi bungkus kepada pengungsi, dikoordinir tokoh PKS Irfiandi Abidin dan anggota DPRD Sumbar fraksi PKS Nazar Bahri.

Mereka juga bekerjsama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dalam rangka pengobatan kepada para pengungsi. Menurut keterangan Nazar Bahri, saat hari pertama kejadian, banyak masyarakat yang panik, terutama yang menetap di lereng. Mata mereka perih terkena debu yang diletupkan gunung Talang sehingga memerlukan pengobatan. "Hari pertama puluhan orang dirawat. Mereka dikumpulkan di Masjid yang berada di GOR. "Tapi saat ini mereka sudah banyak yang sembuh," katanya menjelaskan, bahkan sebagian warga yang mengungsi sudah ada yang kembali ke kediamannya, sekedar melihat kondisi rumah mereka. Mengenai kerusakan bangunan akibat letusan gunung Talang, Nazar Bahri mengatakan, sejauh ini belum ada, termasuk korban jiwa.

Gempa Susulan
Satu jam sebelum SBY tiba di Kota Padang, gempa susulan terjadi lagi dengan kekuatan 5-6 skala Richter, menyebabkan beberapa masyarakat panik dan keluar rumah. Namun sebagian masyarakat Padang yang sudah terbiasa dengan gempa, tidak bergeming dari tempatnya berdiri.

Salah seorang warga Padang Feri kepada Waspada mengatakan, gempa yang terjadi memang sempat membuat masyarakat panik, tapi tidak sepanik ketika peristiwa gempa pertama dengan kekuatan 6,7 skala Richter yang berpusat di kepulan Mentawai. Dia mengatakan, setelah gempa pertama, mereka telah merasaakan beberapakali gempa susulan, tapi tidak sekuat gempa pertama. (m44/c28)

 

 

 

 



Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED]




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke