Koq pada sepi sih...???? Ini ada artikel. Mudah-mudahan bermanfa'at... An
-----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, June 01, 2005 1:12 PM To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; rhat rhat; [EMAIL PROTECTED]; Anida Ishlah; loura sastralita; Puspita Sari Subject: [poltek_pdg] FW: Kehalalan Gudeg Jogya buat yang di Jogja.....hati....hati..") Nggak ada salahnya bertanya sebelum membeli kan.......... daripada terjebak : : FW: Kehalalan Gudeg Jogya Fyi,terutama yang suka Gudeg nich...... Lebih baik kita masak sendiri kali yaaa biar lebih yakin.....tp bisa masak nggak ? :-) > dari homepage LPPOM-MUI > > Dengan ringan si penjual menjawab bahwa sudah biasa > bagi penjual/bakul Gudeg Yogya bahwa setiap ayam yang > dimasak untuk gudeg, ayam tersebut tidak disembelih, > tetapi ditusuk dengan besi di bagian lehernya. Sedang > darah yang keluar ditampung dan nantinya dicampur > dengan santan untuk dicampur dengan gudek itu. > > Daerah Istimewa Yogyakarta, selain terkenal dengan > julukan kota pelajar, juga menyandang berbagai julukan > lain seperti kota seni dan budaya, kota revolusi, kota > sepeda, kota batik, juga sebagai kotak gudeg serta > julukan lain yang merupakan cerminan dari hal-hal yang > menonjol dari daerah tersebut. Dan itu tidak hanya > populer di dalam negeri, tapi juga di manca negara. > > Akan halnya gudeg, lauk pauk ini merupakan ciri khas > kota tersebut. Bagi masyarakat Yogya sendiri, gudeg > merupakan lauk pauk sehari-hari yang sulit > ditinggalkan bersama nasi dan bubur. Sebenarnya > dilihat dari bahan-bahan pembuatnya, gudeg nampaknya halal-halal saja. > Bahan pokoknya adalah nangka muda (orang Yogya menyebutnya ghori) yang > direbus hingga lunak, lalu diberi santan dan bumbu dapur tertentu > ditambah daun melinjo. > > Tetapi, pengalaman saya membuktikan bahwa gudeg bisa dikategorikan jenis > makanan syubhat, bahkan haram. Saya berkenalan dengan lauk pauk yang > rasanya manis ini, antara tahun 1981-1987 ketika saya berkuliah di salah > satu perguruan tinggi negeri di kota tersebut. Waktu itu saya kost hanya > dengan menyewa kamar dan makan di luar. Selama itu hampir tiap pagi saya > sarapan nasi gudeg. Selain manis, juga gurih, dan tentu saja murah. > Bahkan kalau pulang kampung, saya dan teman-teman kadang membawa > oleh-oleh gudeg yang sudah dibuat tahan lama. > > Selama beberapa tahun, saya menikmati gudeg tanpa ada > rasa curiga atau berprasangka buruk tentang > kehalalannya. Namun, pada suatu hari, ketika sedang > membeli di warung langganan saya, saya melihat di > tempayan (tempat gudeg diolah), ada kepala dan leher > seekor ayam yang masih utuh (tidak ada bekas > sembelihan). Lalu saya tanya kepada si penjual gudeg, > apakah ayamnya tidak disembelih? > > Dengan ringan si penjual menjawab bahwa sudah bisa > bagi penjual/bakul gudeg bahwa setiap ayam yang > dimasak untuk gudeg, ayam tersebut tidak disembelih, > tetapi ditusuk dengan besi di bagian lehernya. Sedang > darah yang keluar ditampung dan nantinya dicampur > dengan santan untuk dicampur dengan gudeg itu. Dan > justru darah inilah yang memberi rasa gurih dan meberi > warna kecoklat-coklatan. Masya Allah. > > Saya benar-benar terkejut, dan gudeg yang saya beli > pagi itupun segera saya tinggalkan. Saya berusaha > mencari informasi di tempat-tempat lain tentang > bahan-bahan dan cara pembuatannya. Ternyata hampir > semua jawaban sama, yaitu: ayamnya tidak disembelih, > tapi ditusuk, darah ayam ditampung, lalu dimasukkan ke > dalam gudegnya. > > Pertanyaan kita, apakah semua penjual/pembuat gudeg > melakukan hal yang serupa? > > Wallaahua'lam. Dalam masalah ini sebagai konsumen > Muslim, yang diperlukan tentu saja sikap jujur si > penjual gudeg. Apakah ayamnya telah disembelih secara > Islami dan otomatis darahnya tidak dicampurkan. Kita > memang perlu bersikap hati-hati. Jangan karena gudeg > yang sudah merakyat, lalu kita seenaknya saja > mengikuti selera orang kebanyakan, padahal Al-Qur'an jelas-jelas > melarangnya: > > Allah mengharamkan atas kamu (makan) bangkai, > darah,daging babi, dan apa yang disembelih dengan > menyebut nama selain Allah (QS Al-An'am: 145) Yahoo! Groups Links -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Anti-Virus. Version: 7.0.322 / Virus Database: 267.3.0 - Release Date: 5/30/2005 ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <!-- SpaceID=1707208813 loc=TM noad --> --------------------------------------------------------------------~-> Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kasma1/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
