klo yg ini mgk banyak ditanggapi milister..(maaf skdr forward biar rileks dikit! ato malah makin tegang)
pendapat naif: gampang bikin grup tandingan, berantem2 deh! hahaha --- In [EMAIL PROTECTED], Salmon Tampubolon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > just paste dari millist tetangga. > > Semoga tidak terjadi pada kita atau dilakukan oleh > saudara/rekan yang > memiliki HD... > 3 thumbs up.. for a brave woman like her!! > > > > ----- Original Message ----- > From: "Sarie Febriane" <vebrian@ > > Dear Funky Mommies yg terkasih. Sebelumnya, saya > mohon maaf > sebesar2nya jika ada kata2 yg kurang berkenan di > bawah ini. Maaf juga > jika kepanjangan...dan terima kasih sdh sudi > membaca.. > > Dear para netters yang budiman.. > > Cerita tentang kearoganan gerombolan Harley Davidson > (HD) di jalanan > mungkin sudah kelewat basi. Sudah berkali-kali > menjadi keluhan para > pengguna jalan selama ini. (ingat seorang Bapak yang > ditabokin > gerombolan itu hanya karena mobilnya menghalangi > arus HD?). Saya > sendiri baru saja mengalami kejengkelan luar biasa > terhadap para > cecunguk itu, Minggu sore (5/2) kemarin di Jalan > Cinere Raya. > > Sore itu, Jalan Cinere Raya yang rusak itu macet > seperti biasanya, > baik ke arah Sawangan/Parung, apalagi ke arah > Jakarta. Sendirian, > saya mengendarai mobil dari arah Jakarta ke arah > Sawangan. Arus mobil > hanya dapat merambat pelan, demikian juga dengan > arus kendaraan ke > arah Jakarta, yang malah lebih padat. > > Ketika tiba di depan perumahan di dekat Polsek > Cinere, terdengar > bunyi sirine melengking dan deru suara motor yang > sangat gaduh. Tak > lama kemudian gerombolan cecunguk pengendara Harley > Davidson, yang > jumlahnya sekitar dua puluhan, tampak dari arah > berlawanan (dari arah > Sawangan kea rah Jkt). > > Ketika itu saya sempat berpikir positif, "Ah, kalau > lagi macet begini > mungkin mereka akan lebih sabar dan sopan, berderet > rapi mengikuti > arus yang memang sedang merambat pelan". Tapi > rupanya tidak ! Saya > memperlambat kendaraan karena khawatir tersenggol > motor2 mahal > mereka, yang mulai menyelip, memasuki ruang di sisi > kanan mobil saya. > Ketika mobil di depan saya sudah lebih maju, arus > motor Harley dari > arah berlawanan semakin banyak dan dengan arogannya > mengambil kira2 > sepertiga lajur di depan saya.Para pengendara itu > dengan tangannya menyuruh > saya > lebih minggir ke kiri, padahal sisi jalan sebelah > kiri juga sudah mentok. > Ketika itu mobil saya sudah hampir sampai bagian > jalan yang bottle- > neck. Sementara, di sisi kanan mobil saya sudah > diisi dengan motor2 > besar mereka. Jelas, saya enggak mau memaksakan diri > lebih mepet ke > kiri, wong saya bergerak di lajur yang semestinya !! > Karena saya enggak mau ngalah, para cecunguk itu pun > gondok dan > meraung2kan gasnya. Saya lalu balas mengedip2kan > lampu jauh > mobil saya kpd motor2 di depan saya itu. Mereka gak > terima. Salah seorang > begundal HD lalu menggebrak kap mobil saya. > Mungkin, karena saya perempuan, dipikirnya saya > takut. Saya > buka jendela mobil sampai habis, dan saya teriak: > "Hey, jangan norak lu, gebrak2 ! Elu yang minggir > !!" > > Begundal itu kayaknya tambah panas, dan ngegebrak > lagi. Jelas saya > enggak terima. Dengan kepala melongok ke luar > jendela, saya pun > mendampratnya lagi dengan desibel suara makin tinggi > (baca:teriak). > Terpaksa deh, jadi tontonan para pengendara mobil > lain. > Tiba-tiba, mungkin karena marah didamprat perempuan > (kecil pula), > salah seorang pengendara lain yang bertubuh gempal > banget melayangkan > tangannya yang kekar ke arah saya yang masih > melongokkan kepala ke > luar jendela sambil mendamprat. Saya pikir dia > belagak ngancam mau > nempeleng, rupanya spion mobil saya digamparnya > dengan kuat sampai > terlipat ke arah dalam.Saya benar2 panas, akhirnya > saya maki dia dengan > sumpah serapah kasar (yang pertama kali keluar dari > mulut > saya di tahun 2006 ini), tentu dengan teriakan. Saya > sebenarnya jarang > memaki sekasar itu, paling banter semacam "brengsek > atau setan". > Tapi magrib yang hampir azan itu, mulut saya seperti > kesurupan dan > menyemburkan segala makian2 ekstrim. > > Ego pun makin nekat. Suara makian saya makin > kencangdan dengan > segenap kekuatan mengumpulkan ludah di mulut dan > menyemburkannya ke > cecunguk2 HD itu. Bete banget, ludah saya gagal > mengenai helm > begundal itu dan cuma kena dikit di body motornya. > Ketika itu nyaris saja saya mematikan mesin dan > turun dari mobil. > Pokoknya jengkel luar biasa. Tapi tiba2 sebagian > otak saya > teringat pada Arundhati, malaikat kecil saya..yang > masih 20 > bulan..Saya teringat juga cerita seorang bapak yang > bonyok2 > digamparin gerombolan HD hanya karena laju motornya > terhalang mobil > si bapak. > > Ego sempet bicara, "ah, gue kan perempuan, mana > mungkin mereka > berani". Tapi bayangan wajah si kecil di benak saya > sukses > mengurungkan niat saya itu. Kesal dengan perdebatan > bathin saya > sendiri dan ulah mereka, akhirnya saya cuma bisa > meraung2kan pedal > gas mobil, memaki2, dan menyemburkan ludah kembali > ke arah gerombolan > itu.Sempat kesal, kenapa hari itu lupa membawa > batang penyetrum, yang > mungkin bisa bikin saya lebih pede kalo turun mobil. > > Kebencian di dada rasanya betul2 membuncah. Saat > melambatkan > kendaraan untuk memasuki kompleks, satpam kompleks > yang kebetulan > nonton peristiwa itu, cuma bilang: "Yah, sabar > ajalah Mbak, maklum > orang punya duit, ngerasa yang punya negara. Kita > mau apa?" ujarnya > dengan wajah setenang telaga. > > Duh Gusti, apa memang seperti itu yang dipikiran > orang seperti pak > satpam ? Apa karena mereka berkelebihan materi, lalu > bisa gagah- > gagahan memamerkan hobi mahalnya, lantas BERHAK > untuk mentang2 di > jalanan? Terlebih jalanan seperti Jakarta dan > sekitarnya yang sudah > terbebani dengan kemacetan kronis??! Emangnya, > jalan embah Lu, apa ? > Masih sulit akal saya untuk menolerir aksi gagah2an > mereka yang > mentang2 itu. Pikiran kotor saya hanya sempat > mengira, mereka > hanyalah kumpulan begundal2 impoten yang mencari > kompensasi dengan > mengangkangi moge (motor gede). Sehingga, > tercapailah ilusi kegagahan > diri !! Benar2 memuakkan dan menjijikkan. > > Seluruh pekerja seks komersial di negeri ini, di > mata saya, sangat > jauh lebih bermartabat ketimbang begundal2 itu ! > Dan, se-ngesel2in- nya abang becak dan supir angkot, > saya lebih menaruh > hormat pada mereka, yang meski sering seenaknya, > semua itu > dilakukan dalam rangka nyambung hidup di zaman susah > ini. Sementara, > begundal2 yg sok elit itu ?! Huh, itu Harley bisa > jadi juga dari hasil > duit haram/najis ! > > Apa gak nyadar nuraninya, negaranya udah bangkrut > begini, bencana di > mana2, busung lapar bececeran, utang LN bejibun ! > Eh, masih aja sempet2nya belagak dan mentang2 di > jalanan. Menurut > saya, NURANI begundal2 Harley Davidson itu betul2 > sudah terlumuri > kotoran anjing buduk. Tingkah mentang2 mereka itu > benar2 laknat, > hina, nista ! > Maaf jika kalimatnya terlalu kasar. Saya bukan orang > yang berhati > mulia, yang begitu penuh kesabaran melihat > kearoganan. Saya benar2 > enggak tahan melihat orang mentang2, apalagi hanya > karena punya > kekuatan materi, kekuasaan, atau "berseragam". > Menurut saya, orang2 macam ini seharusnya socially > rejected !! > > Seharusnya, kita yang dimentang2in harus berontak. > Jika tidak, mereka bukannya rejected, malah akan > merajalela. Jika > publik kompak serentak melawan segala aksi mentang2 > seperti itu, perilaku > arogan semacam itu paling tidak bisa > terminimalisasi. Kebiasaan > menolerir tingkah seperti itu, lama2 bisa menjadi > pemakluman, lalu > jadi membenarkan !! > Dari pada ngeroyok copet mendingan ngeroyok dan > ngabisin mereka. > Rekan2 perempuan, sebaiknya justru "memanfaatkan" > keperempuanan-nya > dengan melawan jika mengalami hal serupa. Karena > jika begundal2 itu > nekat membalas secara fisik kepada kita yang > perempuan, mereka justru > bisa dikeroyok massa. Kalau ada gerombolan laki2 > berantem fisik sama > perempuan, boleh jadi secara hukum posisi mereka > lemah. Jadi, jangan > ragu, LAWAN ! > > Aparat rasanya kurang bisa diharapkan, karena dengan > segepok duit, > para aparat malah jadi pengawal begundal2 itu, > seperti kebo dicocok > hidungnya. Jadi, jangan heran kalau negeri ini suatu > saat akan marak > oleh vigilante, yg udh benar2 gak tahan (atau malah > udah?). Karena > apa yg disebut para pengayom rakyat itu sebagian > besar cuma jadi > anjing penjaga kepentingan para begundal, yg gak > cuma gerombolan HD. > > Jika para netters tercinta ingin membantu "gerakan" > anti-kearoganan > seperti ulah gerombolan HD tsb, sebarkan surat > elektronik ini ke > seluruh rekan, milis2, atau bulletin board di > account friendster > anda. Dan, jangan lupa, jangan pernah tolerir ulah > arogan begundal HD > itu. Semoga, pesan ini sampai pada begundal2 itu. > > Sekali lagi mohon maaf sedalam2nya moms, dgn > postingan yg emosional > ini.. > > > Love, > > :: sarie febriane > > > > > > > > # Santai boleh, serius dianjurkan # > > > > Kami anjurkan anda mengunjungi site > http://alumni.ugm.ac.id > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --- End forwarded message --- Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kasma1/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
