Alo...cinta ... dewi....
Da lama ga pernah dengar kabarmu. Btw, thanks ya buat messagemu yang masuk ke friendsterku...and btw lagi da 2x kau kirim itu sama ku. It's oklah...itu artinya kau care amaku......
Sekarang da dimana bu...kapan saya diundang menghadiri wisudamu. Bilang2 ya dewi....
Keep fighting in JC....

 

Feby



DeWi_Vidh shb <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
yeahhh.... it's so sWeEt.......

feby silalahi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

cerita tentang cinta yang tidak selalu berbentuk 'bunga'

Pasangan saya adalah seorang insinyur, saya mencintai
sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul
dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tigatahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa
pernikahan,saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2
sayamencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan
benar-2sensitif sertaberperasaan halus.Saya merindukan
saat-saat romantis seperti seorang anak yang
menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah yang dapatkan.
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.

Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam
menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan
kami telah mementahkan semua harapan saya akan cintayang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan
keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan
perceraian."Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan"
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan
komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan
sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin
bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat
mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya
harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang
dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?".
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan
pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya
didalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya:
Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang
ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu
memanjat gunung itu, kamu akan mati.
Apakah kamu akan melakukanny! a untuk saya?" Dia
termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan
jawabannya besok."
Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya
menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya
dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang
bertuliskan....
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu
untukmu,tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan
alasannya." Kalimat pertama ini menghancurkan hati
saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan
program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan
monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa
membantumu dan memperbaiki programnya."
"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu
keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya
supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu
untukmu ketika pulang.".
"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar
ditempat-te! mpat baru yang kamu kunjungi, saya harus
menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."
"Kamu se! lalu pegal-2 pada waktu 'teman baikmu'
datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan
tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."
"Kamu se! nang diam di rumah, dan saya selalu kuatir
kamu akan menjadi 'aneh'. Dan harus membelikan sesuatu
yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan
lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami."
"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu
tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga
mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat
menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu."
"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu
menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir
yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar
dan indah seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu
u! ntuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air
matamu mengalir menangisi kematianku."
"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa
mencintaimu lebih dari saya mencintaimu."
"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan
tanganku, kakiku, mataku tidak cukup bagimu, aku tidak
bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata
lain yang dapat membahagiakanmu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat
tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha
untuk terus membacanya.

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca
jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini,
dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini,
tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang
berdiri disana menunggu jawabanmu."
"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk
untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan
mempersulit hidupmu.Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.".

Saya se! gera berlari membuka pintu dan melihatnya
berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil
tangannya memegang susu dan roti kesukaanku. Oh, !
kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai
saya lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah
berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita
merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud
yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah
hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud
cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".

 


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

_____________________________________________________________

Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]

Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke