sekedar iseng saat sekarang ga ada kegiatan

Hampir dua minggu belakangan aku telah mengalami pergeseran jam tidur sebagaimana manusia sewajarnya.
Mengetik dan belajar di depan computer diiringi irama musik yang menghentak adalah aktivitas yang aku lakukan di saat malam hingga pagi hari dan tidur sampai menjelang petang.
Malam tadi merupakan hari ke 10 aku mengalami rutinitas demikian.

Usai menjalani aktivitas yang  terasa begitu melelahkan, sekitar pukul 05.00 wib aku putuskan untuk rehat.
Sebentar aku sempatkan untuk melonggarkan terlebih dahulu urat dan saraf-saraf leher yang sudah terasa kaku sambil bersyukur kepada Dia yang telah memberi nafas kehidupan yang baru.
Setelah menyetel jam weeker , aku rebahkan tubuhku di atas kasur, tanpa kusadari sekelebat pikiranku mulai menerwang, merenungi masa depan dan nasib yang tidak akan pernah pasti di bumi pertiwi yang terkasih.
“Kantong cekak, tampang pas-pasan, pergaulan terbatas, otak kurang, hmmm..kelak jadi apalah aku nanti?”, gumanku dalam hati sambil pikiranku terus menerawang sampai ke dimensi alam pikiran keberapa aku pun tak tau, hingga tanpa sadar aku mulai tertidur pulas.
Begitu pulas dalam cakrawala yang begitu gelap, tak satupun mimpi yang menemani, hingga sampai di saat mana aku dikejutkan oleh suara jam weeker yang berdering membangunkan aku dari tidurku.
 
Sambil mengusap-usap iler, aku bisa merasakan bias cahaya yang terasa begitu lembut menyentuh kedua pelupuk mataku, lalu aku lihat jam, sudah menujukkan pukul 09.00 wib.
Hmm, aku harus segera bergegas karena harus memberi progress report kepada dosen yang sudah aku janjikan pukul 10.00 wib.

Seperti biasa, sehabis bangun tidur yang aku lakukan adalah stratching terlebih dahulu guna melonggarkan sendi dan otot yang sudah kaku, lalu aku mengayunkan langkah kakiku menuju  kamar mandi.
 
Sesampainya di kamar mandi, aku sentuh air yang ada di bak mandi,”amangoi, ngali nai oppung..manorus nai, fuang”, rintihku.
Sempat aku mengurungkan niat untuk mandi.
“Hmmm…mandi ga ya..? mandi ga ya…?”, aku bergumul dan bertanya-tenya dalam hati.
Aku coba pegang ketiakku sebelah kiri menggunakan tangan sebelah tangan, terasa basah oleh keringat, lalu aku endus dengan hidungku hhhmmmpp..busyet dah… baunya, ampunlah…

Ya, akhirnya aku putuskan untuk mandi.
Tekadku sudah bulat, pokoknya aku harus mandi hari ini, apa pun yang terjadi. .
Aku lucuti pakaianku satu persatu.
Baju yang aku kenakan, itulah yang pertama kali aku tanggalkan, kemudian kutang, hingga akhirnya aku sudah bertelanjang dada.
Aku perhatikan perutku,hhmm..diameternya kian melebar akibat kondisi yang sudah mulai membuncit. Bisa jadi akibat kurang pergerakkan hingga terjadi penumpukkan lemak di area perut, pikirku sok ilmiah..
Atau…bisa jadi karena cacingan. Aku sempat cemas.. ooohh..

Tapi ya, sutralah aku tak mau begitu ambil pusing.
Aku lanjutkan dengan menanggalkan celana pendek, lalu dilanjutkan kolor warna biru yang sudah lapuk dimakan usia yang  memiliki beberapa biji “ventilasi” yang terbentuk secara alami..
Ya, habis sudah. Tak sehelai benang pun ada menutupi tubuhku yang fana ini.
Semilir angin yang berembus dari ventilasi kamar mandi mengusap-usap sekujur tubuhku, terasa dingin menusuk ke sendi-sendi tulang pagi tadi...

Dalam keadaan telanjang aku coba layangkan pandangku ke diding kamar mandi, sejauh mata memandang tampak semut-semut kecil yang pagi-pagi begini kelihatan bersemangat berjalan berbaris, beriringan.
Aku coba hitung cacah semut-semut kecil itu, ”Satu..dua..tiga..empat..lima..enam..delapan..sepuluh..eeeehheehe.sudah salah” , aku coba hitung ulang sekali lagi,” Satu..dua..tiga..empat..lima..enam..waduh,,,.” sepertinya aku tak akan sanggup menghitung kerumunan semut yang sedang mobile dan bersemangat itu.
Stop, aku hentikan menghitung !!
Aku mau coba amati saja beberapa aktivitas yang mereka lakukan.
Sepertinya, mirip zaman dulu di kampung, holopis kuntul baris, orang berame-rame kerja bakti dan gotong royong di kampung, atau di sekolah masa SD,SMP.
Tapi kenapa kalo aku pikir, semut tidak  pernah mengklaim dirinya sebagai makhluk gotong royong, ibarat kita manusia yang mengklaim diri kita sebagai makhluk sosial
Apa karena kita tak mengerti bahasa mereka, sehingga kita tidak mendengar?
Entalah, aku tak mau ambil pusing akan soal itu.
Pokoknya sebagai manusia yang konon,dan memang hanya konon, tingkat peradaban dan nalar kita jauh lebih tinggi dari semut, sudah sepatutnya kita meneladani semangat gotong royong dan semangat kerja keras mereka.
Bukankah Salomo / Sulaiman juga dalam Amsalnya  berkata demikian,”Hai, (manusia) pemalas belajarlah kepada semut”

Ya, sutralah, aku tak mau berlama-lama membahas hal ini, aku akan lanjutkan lagi cerita ini.

Setelah selesai menatap pada semut-semut kecil itu, aku mulai mengangkat gayung yang berisi air, lalu aku guyurkan ke sekujur tubuhku mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, sampai beberapa kali.
Huusss, terasa begitu segar.
Aku usapkan sabun ke sekujur tubuhku untuk membersihkan daki yang menempel.
Kemudian aku bilas dengan air..hingga sekujur tubuhku menjadi bersih dan harum mewangi.
Aku ambil handuk.
Aku usap sekujur tubuhku hingga kering.
Kolor warna biru lengkap dengan berbagai bercak-bercak kuning dan bau pesing yang menyengat yang sudah berumur satu minggu menempel di tubuhku, aku kenakan lagi.
Lalu aku keluar dari kamar mandi dan masuk ke dalam kamar untuk mengenakan pakain.
Aku pilih kaos berwarna biru dengan celana jeans bewarna biru dari dalam lemari..
Jadilah aku serba biru hari ini.
Aku bercermin pada cermin datar. Aku tatapi dalam-dalam wajahku, ga ada yang berubah, tampang masih tetap pas-pasan juga.
Aku ambil minyak brylcreem, aku usapkan merata ke rambutku, lalu aku sisir rapi.
Kembali aku tatap wajahku yang ada di cermin datar, ohh…kali ini aku patut bersyukur, sedikit ada perubahan pada sesuatu yang kelihatan lebih baik. Aku tersenyum sendiri, hhmm..tampak bertambah manis,”bersyukurlah dia, wanita yang aku cintai ..”, bisikku dalam hati, masih tetap tersenyum.
Dengan hati riang dan senang, aku berangkat dari kos ke kampus dan langsung menuju ruangan dosen yang ingin aku temui.
Setelah berbincang-bincang sebentar dan bertukar api rokok dengan seorang teman yang kebetulan ada di tempat yang sama, aku keluar, berjalan menuju ruang computer yang terkoneksi ke internet untuk mengetikkan ini kepada kalian..
 
Sekali lagi, sekedar iseng saat sekarang ga ada kegiatan
 
Bobby Formula.

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

_____________________________________________________________

Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]

Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke