----- Original Message ----- From: "ebenezer siadari" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, November 30, 2005 10:30 AM Subject: [Barita-Simalungun] Anjing Penjala Manusia
> Kami memanggilnya Baraun. Sebenarnya namanya lebih > keren dari itu. Brown. Tapi lidah orang Batak susah > diajak mengejanya ala orang Bule. Jadi lah ia > dipanggil Baraun. > > Baraun adalah seekor anjing peliharaan nenek saya, > dulu ketika saya masih kecil. Berkulit coklat, > tampangnya biasa belaka. Seperti umumnya anjing > kampung di desa saya, Sarimatondang. > > Tapi nenek saya sangat sayang kepadanya. Dan Baraun > tahu itu. Ia paling manja pula kepada nenek saya itu. > > Baraun tak terlalu istimewa sebagai anjing peliharaan. > Ia sering juga membuat kesal. Misalnya, ia sering juga > salah gonggong. Tiap orang yang dia tidak kenal, pasti > ia gonggong. Dan gonggongannya berisik. > > Saya pun pernah, bahkan sering dibuat kesal olehnya. > Kaus kaki saya yang memang sering menyerupai aroma > ikan asin, pernah dibawa-bawanya sampai ke ujung > kampung. Tak terhitung lagi berapa banyak sandal yang > putus terkena gigitannya. Juga sepatu. > > Tapi namanya anjing peliharaan, semua kami menyayangi > Baraun. Salah satunya adalah karena kami merasa aman > bersama dia. Dia adalah anjing penjaga yang lumayan > baik. Ia mengenal kami satu per satu, sehingga kami > tak pernah takut ia akan salah gonggong kepada kami. > > Hingga pada suatu hari, Baraun terlihat loyo, tak > seperti biasa. Jalannya lunglai. Matanya memelas. > Nenek saya berkali-kali membuatkan makanan istimewa > buatnya. Tapi tak disentuhnya. > > Tiga hari kemudian ia terkapar tak bernafas. Baraun > mati. > > Barulah kali itu saya melihat nenek saya bersedih > sedemikian rupa kehilangan hewan peliharaanya. Kami > sering kehilangan ayam. Juga pernah ikan di tambak > nenek saya dikuras orang yang kurang kerjaan. Tapi > saya tidak melihat nenek sesedih kehilangan Baraun. > > Nenek saya tak habis-habisnya bertanya kenapa Baraun > bisa sakit. Kenapa Baraun bisa pergi. Dan ketika > Baraun akan dimakamkan, nenek saya menyuruh kami-kami > mengantarkannya ke 'liang lahat.' Ia tak tega > mengantarkan Baraun. > > *** > Baraun melintas dalam ingatan saya ketika Pendeta Arti > Sembiring berkhotbah di gereja kami, di GKI Kwitang. > Pendeta Arti adalah seorang pendeta yang dalam hemat > saya dimatangkan oleh pengalaman. Khotbah-khotbahnya > selalu ia sampaikan dengan sangat serius. > Kadang-kadang ia selipkan juga lelucon. Tetapi ia > bukan tipe pendeta yang khotbahnya diingat orang > karena cerita-cerita lucu. Pak Arti selalu > menyampaikan khotbahnya dengan santun, dengan bahasa > Indonesia yang sangat resmi. > > Walau begitu khotbahnya selalu menarik dan mendalam. > Ia pintar membuat analogi. Ia juga sekali dua > mengambil cerita-cerita menarik untuk memperjelas > khotbahnya. Dan, itulah yang ia lakukan ketika > menceritakan sebuah kisah yang konon menurut dia, > diambil dari cerita di Belanda. > > Syahdan, ada sepasang kakek-nenek yang tinggal di > sebuah kota di Belanda. Mereka hanya berdua saja di > rumah mereka. Anak-anak mereka sudah besar. > Mereka menghabiskan waktu berdua dengan saling > mengasihi. Kemana saja mereka pergi berdua, kecuali > dalam satu hal. Si nenek rajin ke gereja, tetapi si > kakek tidak. > > Nenek selalu mengajak suaminya beribadah setiap hari > Minggu, tapi tak pernah diladeni. Akhirnya, si nenek > menyerah. Ia kemudian mengajak anjing peliharaan > mereka. > > Sejak itulah si nenek selalu ke gereja dengan Guguk, > anjing peliharaannya itu. Setiap kali terdengar > lonceng gereja setengah jam sebelum ibadah dimulai, > Guguk sudah gelisah, bersiap-siap akan berangkat. Di > dalam gereja, Guguk duduk dengan santun, bersama si > nenek. Ketika si nenek berdiri, Guguk juga ikut > berdiri. > > Begitulah seterusnya. > > Sampai pada suatu hari, si nenek tutup usia. Sang > kakek kesepian dan ia hanya bisa menumpahkan > kesedihannya kepada Guguk. Sekarang, si kakek > kemana-mana selalu berdua dengan Guguk. Dimana ada > kakek, Guguk pasti di sana. > > Tapi tibalah hari Minggu. Ketika lonceng gereja > berbunyi, Guguk seperti biasa, gelisah dan bersiap > hendak pergi. Tapi kali ini ia kecewa karena sang > kakek mengajaknya entah pergi kemana. Guguk sedih dan > sebenarnya tak sudi melewatkan hari Minggu itu dengan > berjalan-jalan entah kemana. > > Pada suatu hari Minggu, tiba-tiba saja Guguk > menghilang. Si kakek kelabakan. Dia mencari Guguk > kemana-mana tetapi tak menemukannya. Ia menyusuri > jalan-jalan yang biasa ia lalui bersama Guguk, tetapi > juga tidak ditemuinya anjing kesayangannya itu. > > Si kakek baru ingat, itu hari Minggu. Ia lalu menuju > gereja dan mengintip dari jendela. Ia melihat Guguk > duduk anteng bersama dengan peserta ibadah lainnya. > > Dari pintu, si kakek dengan setengah berbisik > memanggil-manggil Guguk. Tapi anjing itu tak ambil > pusing. Ia tetap mengikuti ibadah seperti orang-orang > lainnya. > > Mau tak mau sang kakek menungguinya. Dan, ternyata, > secara perlahan si kakek merasakan kedamaian ketika > bersama-sama dengan orang-orang yang beribadah itu. > > Dear all, > Di tengah diskusi yang panas (yang sangat saya > nikmati) anggap saja ini intermezzo. > Salam > Eben > > ANJING PENJALA MANUSIA > > Sebagaimana Anda bisa duga, cerita ini berakhir dengan > happy ending. Si kakek sejak itu ikut bersama-sama > Guguk beribadah di gereja. Kali ini bukan hanya karena > ia ingin menemani Guguk, tetapi karena ia benar-benar > menikmati ibadah itu. > > Moral ceritanya, menurut Pak Arti, Guguk bisa menjadi > penjala manusia menuju Tuhan. Apakah ada alasan > manusia tak dapat menjala manusia? > > Another Pieces from the Past. > > © Eben Ezer Siadari > > Cerita ini diambil dari ilustrasi Khotbah Pdt Arti > Sembiring pada Minggu, 13 November 2005. Dapat juga > dilihat di www.sarimatondang.blogspot.com > > (c) eben ezer siadari > Dapat juga Anda ajak bertukar cerita di: > THE BEAUTIFUL SARIMATONDANG > www.sarimatondang.blogspot.com > BANGGA SAYA JADI ORANG INDONESIA > www.banggaindonesia.blogspot.com > BANGGA SAYA JADI ORANG INDONESIA > www.pembelajar.com > > > > > > > > __________________________________ > Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 > http://mail.yahoo.com > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> > Need Help? Get Help! Tools and Strategies for Healthy Drug-Free Living</a>. > http://us.click.yahoo.com/wI.OUB/dbOLAA/d1hLAA/M5z3lB/TM > --------------------------------------------------------------------~-> > > ~ Rapihkan postingan Anda, karena rapi itu Indah ~ > jgn salahkan, kalau postingan anda dimoderasi oleh moderator (jadi utamakan kerapihan dan argumen). > > "Think globally, act locally" > > http://www.baritasimalungun.com > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/uBfwlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> _____________________________________________________________ Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB) [email protected] http://groups.yahoo.com/group/KBMSB http://www.mail-archive.com/[email protected] Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca ! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/KBMSB/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
