Dear Nurcholid

Berbicara masalah kualitas person, bukan saja *gak kalah*, tetapi *the top*
malah. Yang susah justru membangun kualitas sistem (organisasi negara,
perusahaan, ormas, LSM, dll). Di asia yang mampu khan baru Jepang doank, tho
!

Agaknya Indonesia perlu merenungkan lagi arah perjalanan bangsa ini :
Kiblatnya ke mana, ke diri sendiri atau ke barat? Jepang dan Mesir-dengan
kadar yang berbeda-memilih yang terakhir, dan hasil kedua bangsa itu bisa
kita lihat sekarang.

Teringat akan kata-kata almarhum STA : "Yang menjadi tantangan kita adalah
'bukan bagaimana mengusir Belanda dari Indonesia, tetapi bagaimana
'mem-Belanda-kan' Indonesia". Tentu maksudnya bukan untuk "men-terjajah-kan"
diri lagi kepada orang Eropa, tetapi memasukkan jiwa kebudayaan Barat yang
positif yang secara tradisi tidak ada di dalam kebudayaan kita, tanpa
kehilangan "keindonesiaan kita".

Sayangnya hingga sekarang kita belum dapat "menangkap" jiwa kebudayaan barat
tsb. Yang kita ambil justru yang remah-remah dan "sampah-sampah peradaban"
mereka.

Mungkin para calon pemimpin (yang bisa kita deteksi habitat mereka di
institusi Perguruan Tinggi, institusi militer, pesantren, parpol) harus
disekolahin Filsafat nich, agar memahami "mengapa Barat bisa menjadi seperti
sekarang ini". Calon pemimpin ini bisa dideteksi secara dini. Kelak kalau
sudah jadi pemimpin, menjadi pemimpin yang berwawasan luas.

Ngomong-ngomong di Amrik sana ada semacam penilaian dan penghargaan kepada
pribadi pribadi potensial pemimpin di masa depan, kalau gak salah namanya
penghargaan "The Most Outstanding Young Man", yang dinilai, dipilih dan
ditetapkan per tahun. Di Indonesia ada gak penghargaan semacam itu diadakan
ya?

(DianMS)

----- Original Message -----
From: "Nurcholid Setiawan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, January 16, 2006 9:34 AM
Subject: [bgforever] penemuan ahli indonesia


> pemecahan "Persamaan Helmholtz".....hmmm...jadi inget ngoprek2 fisika
> matematika pas kuliah dulu....emang rumit banget....juga persamaan
> schrodinger mekanika kuantum...muanthaaap rek!
>
> kualitas putra bangsa kita gak kalah dengan bangsa-bangsa lain...
> hanya kenapa negara kita masih amburadul kayak begini ya?
> suatu ironi.....
>
> salam,
> nurcholid
>
>
> SHELL MENYAMBUT ANTUSIAS FORMULA YOGI PERMUDAH PENCARIAN MINYAK
>
> Delft - Berkat formula putera Bekasi, Yogi Ahmad Erlangga, kini
> pencarian sumber minyak menjadi lebih mudah. Raksasa minyak
> Shell seperti mendapat durian runtuh.
>
> Yogi Ahmad Erlangga, dosen ITB yang menempuh program Phd di
> Delft University of Technology (DUT), berhasil mengembangkan
> metode penghitungan di mana komputer dapat lebih cepat
> memecahkan persamaan matematika yang krusial. Ia mempertahankan
> tesisnya itu di auditorium DUT, 22/12/2005. Sebelumnya komputer milik
> industri perminyakan
> mengalami kesulitan dalam memecahkan persamaan tersebut.
>
> Hasil temuanYogi, yang risetnya didanai raksasa minyak Shell dan
> SenterNovem, itu menyangkut apa yang dikenal dengan "Persamaan
> Helmholtz". Pemecahan persamaan ini antara lain sangat penting
> untuk menginterpretasikan data pengukuran akustik dalam
> pencarian minyak bumi.
>
>
> Sampai saat ini, proses pencarian minyak tersebut dilakukan dengan
> cara mengukur perut bumi secara berturut-turut dengan permukaan
> dua dimensi. Gelombang suara dikirim ke perut bumi dan refleksinya
> diterima kembali di permukaan. Dari analisa data pengukurannya,
> para ahli dapat menentukan apakah ada sumber minyak atau tidak.
>
> Selama bertahun-tahun kalangan industri minyak sebenarnya
> mengimpikan bisa ditemukan metode yang lebih baik, yakni
> agar bumi dapat discan lebih cepat dalam blok-blok tiga dimensi.
> Sayangnya, kemampuan berhitung komputer canggih yang dimiliki
> mereka tidak mampu untuk mencapai tujuan itu. Soalnya, untuk
> memecahkan persamaan Helmholtz itu dibutuhkan kemampuan
> berhitung komputer yang luarbiasa besar.
>
> Nah, Yogi berhasil menyusun metode berhitung untuk memecahkan
> persamaan Helmholtz tersebut seratus kali lebih cepat. Hasilnya,
> penghitungan tiga dimensi untuk menjejak sumber minyak kini
> menjadi jauh lebih feasable untuk perusahaan minyak seperti Shell.
> Temuan putera pasangan Mohamad Isis dan Euis Aryati itu
> disambut Shell dengan antusias dan dengan sendirinya bakal
> mendapat minat besar dari perusahaan-perusahaan perminyakan
> lainnya.  Selain untuk menemukan sumber-sumber minyak,
> temuan Yogi juga dapat diaplikasikan untuk keperluan industri
> lain, sebab persamaan Helmholtz memang digunakan untuk
> mendiskripsikan perilaku gelombang secara umum. Industri
> yang diuntungkan atas temuan Yogi ini misalnya industri radar
> untuk penerbangan, penyimpanan data dalam blue-ray disc,
> dan aplikasi pada laser.
>
> Supervisor program Phd Yogi di DUT, Dr.ir. Kees Vuik, dalam
> siaran pers DUT (23/12/2003) menggarisbawahi bahwa temuan
> tersebut telah menyelesaikan problem yang telah dicoba dipecahkan
> selama 30 tahun.
>
> "Kami kira, dilihat dari sambutan dunia industri dan universitas-
> universitas luar negeri, bahwa problem yang telah berusia 30 tahun
> berhasil dipecahkan dalam karya ini," demikian Vuik.
> (es)



_____________________________________________________________

Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]

Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/KBMSB/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke